Home Beauty 2 Icons Management, Wadah Menyalurkan Bakat Bagi Para Model

2 Icons Management, Wadah Menyalurkan Bakat Bagi Para Model

2 Icons Management merupakan agency modeling Jakarta yang miliki puluhan talenta
2 Icons Management campaign | Foto: Dok. 2 Icons Management

Highlight.ID – Keputusan Anggi Wirya Diputra merantau ke kota Jakarta pada tahun 2011 mungkin sama dengan kebanyakan orang pada umumnya, yakni mencari pekerjaan dan meniti karier hingga mencapai kesuksesan yang dicita-citakan. Namun ternyata, jalan menuju keberhasilan memang tidak mudah dan penuh rintangan. Setelah bekerja di sebuah media massa, Anggi yang menempati posisi Marketing Communication waktu itu justru mendapatkan kabar yang tak terduga.

Bersama rekan-rekan kerjanya yang lain, Anggi terkena pemecatan hubungan karyawan (PHK) secara sepihak. Saat itu, media cetak mengalami kegoncangan karena dampak berkembangnya media online. “Kami semua kaget. Dan saya juga ada bisnis sama teman di luar negeri dan ternyata itu adalah penipuan. Jadi saya benar-benar kayak kehilangan pekerjaan pasti, kehilangan uang saya lumayan banyak,” cerita Anggi ketika ditemui Highlight.ID di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Mengelola Modeling Agency

“Akhirnya putus harapan juga, kan. Udah lah pengin pulang kampung aja. Karena Jakarta sekeras ini, saya (asalnya) dari Bukittinggi. Tapi setelah itu akhirnya ketemu teman-teman dan sahabat yang memberikan motivasi. Akhirnya terbentuklah 2 Icons,” kata dia. Berkat motivasi dari orang-orang terdekatnya, Anggi menemukan semangatnya kembali setelah sempat terpuruk.

Pengalaman pahit yang dialami Anggi ternyata bisa menjadi pelecut untuk membalikkan keadaan dan berupaya menggapai kesuksesan di kemudian hari. Lalu, Anggi mulai mendirikan 2 Icons Management bersama temannya pada akhir tahun 2014. Dalam perjalanan, temannya beralih haluan ke bidang lain, sedangkan Anggi tetap mengurus 2 Icons bersama timnya.

Baca juga:

“Kita lebih fokus ke agensi model, fokus pada model-model Indonesia pada khususnya yang memang industrinya lagi sangat baik. Model Indonesia itu cukup dilirik di industri ini. Kita juga handle untuk menjadi consultant beberapa brand untuk memilihkan icon (atau) brand ambassador-nya. Beberapa fashion show kita juga handle,” ujar Anggi yang merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

Pengalamannya semasa bekerja di media massa menjadi bekal bagi Anggi dalam mengelola 2 Icons Management. Anggi lalu menggabungkan pengalamannya bekerja dengan ilmu yang ia dapatkan selama di bangku kuliah. Ia menceritakan, “Saya lama kerja di majalah fashion yang saya tekuni selama 4 tahun. Pasti itu akan bertemu dengan stylist, makeup artist, fotografer, model kemudian orang-orang di belakang layar untuk membuat sebuah event atau pagelaran. Ilmunya dapat secara langsung saat saya bekerja waktu di media.”

Menjadi Ikon

Anggi mengungkapkan bahwa nama “2 Icons” mempunyai makna filosofis tersendiri. “Dulu, saya berdua sama teman. Talent pertama kita ada dua. Menurut saya, 2 itu seperti keselarasan (dan) keseimbangan. ‘Icons’ itu harapannya model-model yang ada di 2 Icons bisa menjadi icons di bidangnya masing-masing.”

2 Icons Management merupakan agency modeling Jakarta yang miliki puluhan talenta
2 Icons Management campaign | Foto: Dok. 2 Icons Management

Pada masa awal berdirinya, Anggi harus bekerja keras dan berjuang untuk membesarkan nama 2 Icons. Namun akhirnya, kemajuan mulai dirasakan 2 Icons setelah menerapkan beberapa strategi seperti pergantian logo, pengembangan konten media sosial, hingga cara perekrutan model. “Di tahun kesatu sampai tahun ketiga itu struggling banget mungkin karena nama 2 Icons belum terlalu kedengeran. Persaingan dengan agency lainnya pun cukup berat.”

Adapun jenis pekerjaan yang ditangani 2 Icons mencakup penyediaan model untuk iklan televisi komersial, fashion show, photoshoot, dan lainnya. Pihak-pihak yang menggunakan model 2 Icons mulai dari production house hingga merek-merek ternama. Proyek pertama yang dikerjakan 2 Icons yakni Fimela Model Hunt tahun 2014. “Banyak sih sebenarnya, dari berbagai macam kalangan industri, sudah menggunakan jasa kita bahkan sampai ke luar negeri juga.”

Beberapa model 2 Icons pernah menjadi icon untuk beberapa event fashion show bergengsi seperti Jakarta Fashion Week (JFW) dan Indonesia Fashion Week. “Kita memang punya market yang cukup luas karena di 2 Icons ada model dengan karakter beda-beda. Mereka punya pasarnya masing-masing,” jelasnya.

‘Keluarga Kedua’

Sebagai modeling agency, 2 Icons tak hanya sebatas wadah untuk menyalurkan bakat dan mencari pekerjaan bagi model. Lebih dari itu, Anggi menambahkan bahwa 2 Icons menjadi seperti ‘keluarga kedua’ bagi para model yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang yang berbeda-beda. “Mereka datang ke Jakarta untuk mengadu nasib mereka. Kita itu merupakan ‘keluarga kedua’ di sini (Jakarta). Kekeluargaan kita sangat kental, selain tempat bekerja juga lahan untuk belajar,” kata pria kelahiran 9 Januari 1988 ini.

Lebih lanjut Anggi menerangkan bahwa proses perekrutan model yang paling gampang saat ini melalui media sosial Instagram. Setelah menemukan calon model yang secara look cocok, maka mereka diajak bertemu dengan pihak 2 Icons untuk interview tentang dunia modeling. Selain lewat media sosial, Anggi juga melakukan perekrutan model secara langsung. Beberapa model 2 Icons ada yang ditemukan secara tidak terencana dalam berbagai tempat, situasi, dan waktu yang berbeda. “Kalo saya pribadi lebih seru kayak random nggak sengaja ketemu, feel-nya kayak challenging banget,” tambahnya.

Karakter Model

Penampilan fisik menarik yang meliputi wajah, rambut hingga tinggi badan merupakan faktor penting dalam pemilihan model. Tapi itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang bisa menjadi model. Faktor lain yang tak kalah penting yakni karakter model yang mencerminkan keragaman suku dan etnis yang berbeda-beda di Indonesia. Anggi menerangkan, “Itulah yang kita angkat bahwa model Indonesia memiliki karakter yang sangat beragam dan mereka dibutuhkan di industri nasional maupun internasional.”

Tak hanya soal fisik, hal lain yang juga penting untuk dimiliki seorang model yakni sikap dan perilaku yang baik dan etis terhadap orang lain. Menurut Anggi, etika itu dibutuhkan model karena mereka akan berhubungan dengan banyak orang selama proses pekerjaan. “Kita selalu bilang sama anak-anak untuk selalu respek dengan siapapun karena banyak banget orang yang terlibat. Inilah makhluk sosial jadi harus menghargai semuanya,” lanjutnya.

Baca juga:

“Syukurnya di mata klien, kita salah satu agency yang menerapkan etika yang sangat luar biasa dengan siapapun. Dan itu kita menerima feedback yang sangat positif dari klien,” ujar dia.

Banyak model profesional yang sebelumnya tidak memiliki ilmu dan keterampilan modeling sama sekali. Selain itu, tak jarang pula calon model belum mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. “Kita akan ngobrol, sharing sebenarnya kasih tahu industri modeling yang sebenarnya seperti apa. Saya selalu bilang, mereka harus yakin dengan apa yang mereka jalani. Yang terpenting, minta restu dari orang tua, konsultasi. Karena gimanapun, akan berkah aja kalo misalnya direstuin sama orang tua, pekerjaannya.”

Tantangan dan Harapan

Selama menjalankan 2 Icons, tantangan terbesar bagi Anggi yakni bagaimana menjaga mental dan kondisi psikologis para model tetap bagus. “Bagaimana meng-handle anak-anak dan tidak mempedulikan persaingan yang tidak sehat.”

Anggi berharap agar model 2 Icons dapat menemukan potensi terbaiknya dan sukses dengan kariernya masing-masing. Ia juga ingin dapat merekrut lebih banyak model untuk bergabung dengan 2 Icons. “Harapannya cakupannya lebih besar, internasional dan kita bekerja sama dengan agency luar negeri khususnya kita ngejarnya Eropa,” tutup dia.