Home Arts Amat Disayangkan! Acara Konser Musikologi 2019 Berakhir Rusuh

Amat Disayangkan! Acara Konser Musikologi 2019 Berakhir Rusuh

Acara konser Musikologi 2019 berlangsung di Parkir Timur Senayan GBK Area Jakarta
Suasana Musikologi 2019 sebelum terjadi kekacauan | Foto: Highlight.ID

Highlight.ID – Mengusung tema “Musik Sebagai Pemersatu Bangsa”, Musikologi 2019 berlangsung tanggal 30 November 2019 di area Parkir Timur Senayan, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Tahun ini, Musikologi yang telah memasuki penyelenggaraan yang kedua kalinya menampilkan sederet group band lokal.

Panggung Musikologi 2019 terbagi menjadi dua, yakni Stage Merah yang berada di sebelah Selatan dan Stage Putih yang ada di sebelah Utara. Menurut rundown yang beredar, Stage Merah diisi oleh deretan penyanyi dan musisi, yaitu Hendri Sederethana, Jonkoppings, Pijar, Jason Ranti Feat. Iksan Skuter, Polkawars, The Panturas, The Sigit, Seringai, dan Feel Koplo. Sedangkan Stage Putih diisi oleh Flamboyant, Lembuswana, Rubah Di Selatan, Nadin Amizah, Amigdala, Silampukau, Kunto Aji, Fourtwnty, dan Nosstress.

Baca juga:

Alvin Wahyu Pangestu Sudrajat selaku Project Manager Musikologi 2019 ketika ditemui Highlight.ID di awal acara mengatakan, “Musikologi ini tahun kedua. Tahun sebelumnya di Hall Basket (Senayan), sekarang di Parkir Timur Senayan,” kata dia. Menurut Alvin, Musikologi berupaya menggabungkan musik dengan literasi di mana tahun ini mengangkat tema persatuan.

“Tahun ini melihat polarisasi identitas, akhirnya kita coba mempersatukan lewat artis-artis dari berbagai daerah dan genre. Kita berusaha menyelipkan substansi (tema),” tambahnya. Di bagian depan, Musikologi 2019 diisi dengan kegiatan live mural. Selain itu, penyelenggara menyediakan semacam papan dan cat serta spidol di mana penonton dapat mencorat coret sepuasnya. Ada pula deretan stand makanan dan minuman di samping Stage Putih untuk penonton.

Alvin mengatakan bahwa Musikologi 2019 kali ini lebih besar secara kuantitas penonton dibandingkan tahun sebelumnya. Target pengunjung Musikologi 2019 sekitar 7000 orang. Lebih lanjut Alvin menjelaskan bahwa Musikologi lebih berani menampilkan band-band indie, beberapa di antaranya tidak mau disponsori oleh merek rokok. Sementara segmen penonton yakni anak-anak muda atau mahasiswa yang menggemari musik indie.

Acara konser Musikologi 2019 berlangsung di Parkir Timur Senayan GBK Area Jakarta
Suasana Musikologi 2019 sebelum terjadi kekacauan | Foto: Highlight.ID

Situasi Mulai Kacau

Awalnya, acara Musikologi 2019 yang dimulai sekira pukul 15.00 WIB berjalan dengan lancar. Penonton yang sudah memasuki area Musikologi 2019 terlihat antusias menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh pengisi acara. Di bagian luar, penonton yang telah memiliki tiket atau ingin membeli tiket tampak mengular. Sekitar pukul 17.00 WIB lebih, hujan deras mulai mengguyur area pertunjukan.

Namun tak disangka, Musikologi 2019 yang tadinya berjalan aman berakhir dengan kekacauan. Menurut penelusuran di media sosial Twitter, kerusuhan Musikologi 2019 menjadi bahan perbincangan yang menghebohkan. Beberapa foto yang diunggah di Twitter memperlihatkan panggung yang dirusak oleh sebagian penonton yang tak kuasa menahan amarahnya.

Para pengguna Twitter banyak yang mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Salah satu pengguna Twitter bernama Rivaldi Arya Sukma dengan akun Twitter @adminakunhoax menjelaskan kronologi kekacauan Musikologi 2019.

Acara konser Musikologi 2019 berlangsung di Parkir Timur Senayan GBK Area Jakarta
Screenshot akun Twitter @adminakunhoax

“Ini terlalu extream. Musikologi 2019 endingnya menyedihkan. Feel koplo gajadi manggung, penonton ga bisa ketahan emosinya. Sebenernya sebab nya bukn ini doang sih, pas sore aja ngaretnya sampe sejam. Gimana mereka ga emosi. Mau buat thread, mau cerita masih capek,” tulis dia di akun Twitter-nya.

Panggung utama menjadi sasaran kekesalan penonton karena jadwal konser yang tidak tepat alias ‘ngaret’. Bahkan beberapa musisi yang dijadwalkan tampil ternyata tidak jadi naik ke atas panggung. Para musisi yang gagal tampil yakni Feel Koplo dan Fourtwnty.

“Kalau sesuai jadwal, kami harusnya main pukul 22.45 (WIB). Tapi ternyata ada masalah teknis di atas panggung yang di luar kendali kami, jadinya acara ngaret sampai 2 jam. Kami sendiri sudah stand-by dari pukul 21.00 (WIB),” tulis pernyataan Feel Koplo di akun Instagram @feelkoplo.

Acara konser Musikologi 2019 berlangsung di Parkir Timur Senayan GBK Area Jakarta
Screenshot akun Instagram @feelkoplo

“Sayangnya, acara keburu diberhentikan oleh pihak berwajib, dan panitia tidak memberikan solusi atas penampilan kami, melainkan pemberitahuan singkat ‘Feel Koplo gak jadi main, ya’,” lanjutnya.

Mereka menambahkan, “Faktanya panggung sudah dimatikan dan kami sama sekali tidak bisa naik panggung untuk sekadar meminta maaf secara langsung pada kalian.”

Banyak pengguna Twitter yang menyayangkan kejadian ini. Salah satunya adalah akun Twitter @hakimputra17. Ia menulis, “Setelah di baca, bener emosi tp ya gak usah ngerusak alat dsb. Emang alat band murah?”

Komentar lainnya datang dari akun @ApietHafizh yang mengatakan, “Aku setuju sama mbanya. Marah boleh tapi ke panitianya aja. Jangan sampe ngerusak alat vendor 🙁 bisa jadi mau dipake lagi alat2nya buat event selanjutnya.”

Klarifikasi Musikologi 2019

Pihak Musikologi 2019 telah memberikan klarifikasi lewat akun @musikologi_ yang diunggah tanggal 1 Desember 2019 sekira pukul 22.00 WIB. Dalam pernyataannya, Musikologi 2019 menyatakan permohonan maaf dan membenarkan bahwa telah terjadi kerusuhan.

Mereka menyebutkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan situasi kacau adalah batal tampilnya Fourtwnty dan Feel Koplo di akhir acara akibat jadwal yang terlalu molor. Faktor lainnya yang menyebabkan acara berjalan di luar perkiraan yakni hujan lebat yang menyebabkan genangan air di sekitar panggung. Hujan lebat juga menyebabkan pagar pembatas sempat roboh.

Meski demikian, Musikologi 2019 tidak menyalahkan kondisi alam dan merasa tidak siap menghadapi hujan yang selebat itu. Musikologi 2019 tidak membenarkan bahwa panggung rubuh sebab sedari awal bentuk panggung memang sudah segitiga.

Menurut Musikologi 2019, salah satu sound engineer band pembuka menyebabkan beberapa data soundcheck artis (The Panturas, The Sigit, Seringai, Feel Koplo) hilang. Mereka pun harus soundcheck ulang sebelum naik panggung dengan waktu yang sangat terbatas.

Genset yang mati juga menimbulkan kekacauan sehingga penonton mulai tak terkendali dan melakukan pelemparan serta penjarahan. Segala jenis kerusakan dan kehilangan yang terjadi dengan vendor panitia menjadi tanggung jawab penuh pihak Musikologi 2019. Selanjutnya, Musikologi 2019 meminta oknum-oknum yang melakukan penjarahan untuk mengembalikan barang-barang yang telah dijarah. Apabila tidak, maka pihak Musikologi 2019 akan melaporkan kepada pihak berwenang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk klarifikasi lebih lengkap, silakan membuka akun Instagram @musikologi_.