Home Business Zenius Berikan Akses Gratis ke 80 Ribu Video Pembelajaran

Zenius Berikan Akses Gratis ke 80 Ribu Video Pembelajaran

Zenius Education menggratiskan akses ke 80 ribu konten video pembelajaran untuk belajar jarak jauh secara online
Zenius gratiskan konten video pembelajaran

Highlight.ID – Merespons kebijakan dari beberapa Pemda untuk menghentikan sementara aktivitas bersekolah, serta pertimbangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk mendukung implementasi penundaan Ujian Nasional (UN), Zenius Education sebagai pionir pendidikan berbasis teknologi (edtech) di Indonesia memutuskan untuk terus menggratiskan akses ke 80.000 video pembelajaran di seluruh platform-nya tanpa terkecuali. Hal ini dilakukan untuk memudahkan akses para siswa belajar di rumah secara mandiri dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN).

Rohan Monga, Chief Executive Officer Zenius Education, mengatakan, “Dalam kondisi saat ini, Zenius berupaya mengerahkan seluruh upaya terbaik kami untuk mendukung kebijakan pemerintah yang sementara waktu harus melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Selain dapat diakses secara gratis, mayoritas video pembelajaran dihadirkan dengan format whiteboard yang memerlukan kuota internet paling hemat, sehingga diharapkan dapat memudahkan akses seluruh siswa kelas 1 sampai 12 untuk belajar mandiri dan mempersiapkan diri untuk menghadapi UN.”

Baca juga:

Saat ini, Zenius juga menyediakan akses latihan soal terbesar dengan ratusan ribu soal latihan untuk pembelajaran mandiri siswa. Guru pun dapat turut membagikan konten berupa video pembelajaran dan latihan soal tersebut kepada siswa dan orang tua murid melalui berbagai platform media sosial yang ada, seperti grup WhatsApp.

Terhitung hingga Maret 2020, Zenius memiliki lebih dari 80.000 video pembelajaran untuk kelas 1 SD hingga 12 SMA sesuai kurikulum nasional. Tidak hanya video materi yang menekankan pemahaman konsep, Zenius juga menyediakan materi latihan soal serta pembahasan kumpulan soal-soal UN. Seluruh materi ajar ini dapat diakses secara gratis dalam program #SemuaBisaZenius yang diluncurkan pada Desember 2019 silam.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan, saat ini kerja sama penyelenggaraan pembelajaran secara daring dilakukan dengan berbagai pihak. Mendikbud juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan di semua lini pemerintahan daerah serta para mitra di kalangan swasta.

“Dampak penyebaran Covid-19 akan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Kami siap dukung kebijakan yang diambil Pemda. Keamanan dan keselamatan peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan itu yang utama. Kami menghargai mitra-mitra di sektor swasta yang secara sukarela mendukung sistem pendidikan nasional dan memastikan para siswa dapat terus belajar berdasarkan target yang telah ditetapkan oleh guru dan sekolah sesuai kebutuhan dan implementasi pembelajaran dengan bimbingan orang tua dan guru dari jarak jauh,” tutur Nadiem.

Perubahan kebijakan ini cukup krusial dilakukan mengingat momentum yang sangat dekat dengan penyelenggaraan Ujian Nasional (UNBK), ujian kenaikan kelas, dan persiapan ujian seleksi ke tingkat berikutnya. Diketahui dari pernyataan Plt. Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno kepada pers di Jakarta, Rabu (11/03), tahun ini ada sekitar 8,3 juta siswa dari 105 satuan pendidikan yang akan mengikuti UNBK.

Selain menggratiskan akses ke platformnya, Zenius menyiapkan tryout online gratis dan diselenggarakan serentak di website dan aplikasi Zenius. Tryout akan kembali diadakan pada tanggal 26 Maret 2020 untuk gelombang kedua, setelah sebelumnya gelombang pertama telah diadakan pada 13 Maret 2020 lalu. Fitur ini dapat diakses di tautan: https://go.zenius.net/classroom-un.

“Jika sebelumnya belajar secara mandiri dianggap tidak terarah dan terukur, Zenius pun merumuskan cara untuk membantu anak belajar mandiri di rumah yang efektif dan efisien, terarah dan terukur. Kami berharap dapat membantu lebih banyak pelajar, pembelajar, dan guru di seluruh Indonesia terutama di masa-masa kritis ini,” tutup Rohan.