Home Business Evermos, Platform Bagi Reseller Untuk Jualan Produk-produk Halal

Evermos, Platform Bagi Reseller Untuk Jualan Produk-produk Halal

Evermos merupakan platform social commerce khusus reseller untuk berjualan produk-produk halal
Booth Evermos di Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 | Foto: Highlight.ID

Highlight.ID – Sebuah platform social commerce muslim untuk reseller pertama di Indonesia asal Bandung, Evermos diperkenalkan di ajang Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. Selama 4 hari penyelenggaraan MUFFEST 2020 tanggal 20 – 23 Februari 2020, Evermos mengadakan berbagai aktivitas menarik seperti games berhadiah seru, promo pendaftaran reseller baru dan juga kesempatan bagi para brand untuk bergabung menjadi mitra/supplier Evermos.

Dalam event tahunan ini, Evermos bermaksud untuk berkontribusi menggerakkan ekonomi digital sesuai dengan yang tercantum dalam master plan ekonomi syariah Indonesia 2019 – 2024 yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.



Guna memperluas pengetahuan sebagai bagian dari edukasi dan literasi, Evermos menyelenggarakan sebuah talkshow di hari pertama penyelenggaraan MUFFEST, Kamis, 20 Februari 2020 di Second Stage, Plenary Hall JCC. Talkshow yang berjudul “Lima Langkah Memaksimalkan Digital Marketing Untuk Bisnis Anda” diisi oleh Ripan Karlianto, Training Manager Evermos.

Iqbal Muslimin, CEO Evermos berharap kehadiran Evermos di event Muslim Fashion Festival tahun ini dapat menjadi partner utama para pemilik brand muslim untuk bersinergi menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia. “Para mitra hanya perlu fokus terhadap pengembangan produknya saja, sales dan marketing digital-nya biar kami yang tangani,” katanya.

Baca juga:

Menjadi Reseller

Evermos singkatan dari “Everyday Need For Every Moslem” diluncurkan pada Februari 2019 di Bandung. Pada perjalanannya selama satu tahun ini, Evermos telah memiliki hampir 30.000 reseller di seluruh wilayah di Indonesia. Para reseller tersebut siap memasarkan produk-produk halal dan berkualitas dari sekitar 300 mitra pemilik brand/supplier hanya dalam sekali klik saja. Evermos dapat diakses melalui website evermos.com dan aplikasinya dapat diunduh di Play Store.

Dewi Siti R., Public Relations and Marketing Evermos memaparkan bahwa dari sekira 30 ribu reseller yang telah terdaftar tersebut yang benar-benar aktif ada sekitar 70 persen. Per harinya, ada sekira 2 hingga 3 ribu transaksi di Evermos. “Ada (produk) fashion, makanan, umroh, madu, kita punya sepatu juga, ada tas, macam-macam lah kita punya. Kalo bisa semuanya kita handle, kita jadi one stop shopping untuk produk muslim,” kata Dewi saat ditemui Highlight.ID di booth Evermos (20/2).

Setiap mitra yang tergabung di platform Evermos telah melewati serangkaian seleksi. Evermos juga menjamin bahwa produk-produk yang dijual di Evermos terjamin kehalalannya. Menurut Dewi, hal itulah yang membedakan Evermos dengan platform lain yang sejenis. “Dari awal, kita udah menerapkan kurasi. Harus ada sertifikat halal, punya legalitas untuk bisa masuk ke Evermos,” sambung dia.


Evermos menyasar berbagai kalangan untuk mulai berikhtiar dan memulai usahanya sendiri. Setiap reseller yang bergabung bersama Evermos memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan dan mendapatkan penghasilan tak terbatas dengan usaha yang keras. Rahmatan lil alamin, nilai utama yang menjadi pijakan Evermos dalam mengembangkan bisnisnya dapat membawa para mitra, reseller, dan konsumen sama-sama mendapatkan kebaikan dan kebermanfaatan.

Untuk menjadi reseller di Evermos, langkah pertama yang dilakukan yakni dengan cara mendaftar melalui website resmi atau aplikasi mobile-nya. “Nanti bayar Rp300 ribu, abis itu dia (reseller) bisa akses ratusan brand (dengan) puluhan ribu produk yang ada di Evermos. Cuman sekali daftar, itu berlaku seumur hidup. Nggak perlu daftar ulang lagi (atau) renewal. Dapat starter kit, ada juga pelatihan-pelatihan yang bisa diakses online atau datang ke kantor Evermos,” jelas Dewi.

Keuntungan Reseller

Tak hanya berjualan, reseller juga mendapatkan berbagai macam pelatihan seperti workshop. Adapun beberapa materi yang bisa dipelajari misalnya tentang digital marketing dan bagaimana cara untuk memaksimalkan bisnis. Menurut Dewi, reseller tak perlu lagi membayar alias gratis untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan tersebut.

Dewi menjelaskan bahwa Evermos awalnya menyasar para ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luang sekaligus memperoleh penghasilan tambahan. “Tapi ternyata, ada juga bapak-bapak, pria-pria muda juga usia 23 tahun (atau) 17 tahun itu gabung sama Evermos. Rata-rata penjualan bisa belasan juta dalam satu bulan,” ujarnya.


Reseller Evermos mendapatkan keuntungan berupa komisi yang berkisar antara 15 hingga 35 persen untuk setiap produk yang terjual. Besaran komisi tergantung pada jenis produk yang dijual dan brand dari produk tersebut. Selain itu, reseller tidak perlu membeli dan menyediakan barang dulu untuk bisa berjualan. Untuk bisa berjualan, reseller dapat membagikan produk-produk yang ingin dijual ke teman-temannya. Kemudian, reseller mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi yang berhasil.

Komisi yang diperoleh lewat berjualan di Evermos bisa dicairkan setelah mencapai angka Rp100 ribu karena pihak bank  menerapkan minimal transfer. Saat ini, Evermos menerapkan transfer kepada reseller dalam jangka waktu 1 minggu terhitung setelah transaksi dilakukan. “Tapi dengan catatan minimum (keuntungan) Rp100 ribu,” kata Dewi.

Ada pertimbangan khusus kenapa orang lebih memilih untuk membeli di Evermos daripada di toko secara langsung. Dewi menerangkan bahwa reseller biasanya dalam praktik berjualan lebih mengedepankan aspek hubungan personal yang lebih intim. “Reseller itu kayak sales agent kita. Dia menceritakan kebagusan produknya dan lain-lain kepada pembeli. Reseller itu nanti yang akan menjelaskan,” ucapnya.

Baca juga:

Agar bisa dapat menjalankan operasionalnya, Evermos didukung oleh beberapa investor. “Kita udah mendapatkan pendanaan seri A. Seri A itu artinya at an early stage dari sebuah startup itu mendapatkan pendanaan. Kita di bulan November 2019 dapat (pendanaan) 115 miliar (rupiah) atau sekitar 8.2 juta dolar dari tiga venture capital,” jelas Dewi.

Selain beroperasi secara online, Evermos juga berupaya menerapkan strategi pemasaran offline. Salah satunya dengan menggandeng komunitas-komunitas untuk mau bergabung dengan Evermos. Selain itu, Evermos melakukan publikasi lewat media-media dan gencar melakukan berbagai macam promosi agar orang mau men-download aplikasinya.

“Untuk konsumen sendiri, dilihat dari jumlah transaksi dari reseller yang cukup besar, artinya ada demand yang bagus. Terutama produk-produk yang kita punya di Evermos, best seller adalah madu. Sekarang ternyata orang mencari (produk) wellness, sesuatu yang bermanfaat untuk tubuh dan kesehatan,” kata Dewi.

Selain itu, yang paling banyak dicari di Evermos adalah produk-produk fashion. Beberapa brand pakaian muslim terkenal seperti Elzatta, Rabbani, dan Zoya telah bergabung di Evermos. “Artinya, brand menaruh kepercayaan kita untuk bagaimana produknya dipasarkan di Evermos,” tuturnya.

“Target kita satu juta reseller, menjadi platform halal terbesar se-Indonesia. Saat ini, kita sedang menuju ke situ, mencari reseller sebanyak-banyaknya. Melalui event (MUFFEST 2020) ini kita juga pengin brand melihat bahwa Evermos ini salah satu peluang untuk memasarkan produk-produk mereka,” tutup Dewi.