Home Beauty Kehidupan Model Penuh dengan Glamoritas, Benarkah Demikian?

Kehidupan Model Penuh dengan Glamoritas, Benarkah Demikian?

Bagaimanakah kehidupan model profesional di Indonesia
Ilustrasi model | Foto: Unsplash/JC Gellidon

Highlight.ID Р Pada saat fashion show, model memakai koleksi rancangan desainer yang berkesan mewah. Demikian juga, ketika photoshoot, model mengenakan pakaian branded yang berkelas. Kekuatan model terletak pada pesonanya yang mampu menggiring persepsi orang tentang apa itu gaya hidup atau tren fesyen yang sedang berkembang.

Dalam menjalankan pekerjaannya, model tak dapat bekerja sendirian. Ada banyak orang yang terlibat dalam penggarapan proyek semacam photoshoot, produksi iklan, film/video atau acara fashion. Di situ, ada keterlibatan orang-orang kreatif mulai dari pengarah kreatif, fotografer, desainer hingga stylist.

Indonesia sendiri mempunyai banyak model yang telah memiliki reputasi internasional. Berkat popularitasnya, mereka akhirnya menjadi selebriti yang banyak dikenal orang. Sebut saja Kelly Tandiono, Kimmy Jayanti, Paula Verhoeven, Mariana Renata, Nadya Hutagalung, dan lainnya. Mereka adalah beberapa contoh model yang pernah menapakkan kariernya di panggung mode dunia.

Meski demikian, banyak pula model lainnya yang lepas dari sorotan publik meski wajahnya sering tampil di berbagai acara maupun media. Kehidupannya juga tak seglamor yang dibayangkan orang.

Baca juga:

Penampilan model saat tampil di publik ternyata tak mencerminkan kehidupan nyata yang sesungguhnya. Masyarakat awam bahkan sering terkecoh dengan penampilan model profesional yang selalu terlihat perfect. Entah itu ketika tampil di layar kaca sebagai model iklan komersial, di sampul majalah atau di runway saat fashion show.

Anggapan bahwa model itu penuh dengan glamoritas cukup membuat Pika Kumara heran. Pika Kumara merupakan model kelahiran Jakarta yang berada di bawah naungan Persona Management. Menurut dia, setiap model dapat menentukan pilihan apakah ia akan menjalani kehidupan yang glamor atau tidak. Dan itu kembali kepada pribadi masing-masing. Bahkan Pika yang juga berbisnis thrift shop kecil-kecilan secara online mengaku lebih memilih memakai pakaian bekas dibandingkan pakaian baru.

“Aku juga bingung kok orang menganggap modeling dunianya glamor. Nggak sih, sebenarnya. Mungkin ada beberapa yang seperti itu tapi nggak semuanya. Itu tergantung dari orangnya masing-masing, menurut aku. Dan tergantung juga kitanya mau ngebawa ke situ ato nggak. Kalo aku pribadi ya seperti ini. Nggak malu menyebutkan head to toe semua (produk) thrift shop,” ungkap Pika kepada Highlight.ID.

Orang awam tak banyak yang mengetahui bagaimana sesungguhnya kondisi model ketika berada di belakang panggung. Model tidak mendapatkan pelayanan yang istimewa layaknya artis. “Di backstage, model ngemper, benar-benar tidur di lantai,” kata Pika.

Hal senada diungkapkan oleh Anggi Wirya Diputra, Pendiri 2 Icons Management. “Sebenarnya kembali ke modelnya masing-masing. Kalo di kita (2 Icons Management), syukur banget anak-anaknya nggak terlalu aneh-aneh. Yang hobi dugem (dunia gemerlap) atau keluar malam, syukur sih, nggak ya. Bahkan kayak anak-anak kita yang lama di luar negeri dan kemudian di Indonesia, mereka juga tidak seperti orang luar pada umumnya yang doyan party.”

“Weekend lebih sering di rumah. Ato kalo nggak ada kerjaan mereka di rumah atau olah raga. Jadi kalo dibilang dunia glamor dan segala macam, pasti ada sisi dari sananya. Cuman itu tugas kita untuk merubah paradigma orang, modeling itu ada sisi positifnya yang bisa kita dapetin,” tambah dia.