Home Beauty Belajar Modeling di Asmat Pro, Lebih dari Sekadar Berlenggok di Catwalk

Belajar Modeling di Asmat Pro, Lebih dari Sekadar Berlenggok di Catwalk

manfaat kegunaan fungsi belajar tempat kursus lembaga pendidikan sekolah modeling asmat pro yogyakarta indonesia prospek peluang kerja catwalk runway fotografi designer talent agency
Model pada event Jogja Fashion Week 2018 | Foto: Dok, Highlight.ID
ISEEFEST 2019

Highlight.ID – Paras cantik maupun wajah ganteng serta postur badan yang tinggi dan berat badan ideal seringkali melekat pada diri seorang model. Padahal, menjadi model profesional tidak mudah karena penampilan wajah atau fisik sang model yang menarik saja belum lah cukup. Banyak hal yang harus dipelajari dan diterapkan oleh model agar bisa sukses berkarier.

Mengikuti kursus pendidikan atau pelatihan di sekolah/lembaga kursus modeling merupakan cara bagi mereka yang ingin terjun ke dunia model. Salah satu sekolah modeling yang sudah lama berdiri yakni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Colour Models Management (CMM) Asmat Pro yang berada di Yogyakarta.

Menyesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Berawal dari sebuah sanggar, CMM Asmat Pro berkembang menjadi Lembaga Kursus dan Pelatihan pada tahun 2003/2004. Sejak saat itu, CMM Asmat Pro yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja mulai membenahi kurikulum untuk disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Direktur CMM Asmat Pro, Nyudi Dwijo Susilo, M. Pd., ketika ditemui Highlight.ID memaparkan, “Asmat Pro itu lembaga kursus dan pelatihan (yang) sudah resmi. Kita juga menjalani proses penilaian kinerja.”

Baca juga:

Nyudi yang juga berprofesi sebagai koreografer, pengajar, dan desainer fesyen menjelaskan bahwa perjalanan CMM Asmat Pro hingga dipercaya oleh banyak pihak tidak lah mudah. “Alhamdulillah (di tahun) 2018, banyak event yang sudah dipercayakan ke kami,” ujarnya.

“Kita tidak sekedar di showbiz-nya, glamour-nya saja, tetapi dari sisi edukasi, kita juga memperhatikan supaya kita punya kualitas,” kata dia. Menurut Nyudi, Asmat Pro mengembangkan kurikulum yang berbasis pada modeling personality. Ia menjelaskan, “Modeling personality itu artinya kita mengembangkan aspek personal dan aspek sosial.”

Berbeda dengan sekolah modeling lainnya yang hanya fokus pada pelatihan model untuk show atau sesi foto, Asmat Pro menambahkan materi-materi penunjang lainnya. “Kami menambahkan (materi) seperti public speaking, etiket atau tata krama, makeup, grooming. Selain itu, bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam tim, membawa diri dalam masyarakat,” jelas dia.

Di Asmat Pro, peserta kursus modeling berasal dari berbagai macam kalangan, mulai dari anak-anak usia 3 – 12 tahun, remaja hingga dewasa, baik wanita maupun pria. Asmat Pro juga menggelar kelas malam untuk dapat menjaring lebih banyak peserta.

Manfaat Sekolah Modeling

Model merupakan profesi yang mampu membuka berbagai peluang kerja/karier. “Modeling itu kan membuat banyak ‘pintu’ terbuka. ‘Pintu’ itu kesempatan atau peluang kerja bagi mereka yang serius (menekuni) dunia modeling,” kata Nyudi.

Dengan belajar modeling, peserta didik dapat melatih kepercayaan dirinya. Kemudian, mereka dapat meningkatkan baik penampilan luar maupun citra diri. Soft skill yang didapatkan tersebut dapat bermanfaat untuk mencari pekerjaan seperti lebih percaya diri saat mengikuti interview kerja misalnya.

manfaat kegunaan fungsi belajar tempat kursus lembaga pendidikan sekolah modeling asmat pro yogyakarta indonesia prospek peluang kerja catwalk runway fotografi designer talent agency
Nyudi Dwijo Susilo, M. Pd., Direktur CMM Asmat Pro | Foto: Dok. Highlight.ID

Siswa modeling Asmat Pro mendapatkan beberapa materi seperti public speaking, master of ceremony (MC), akting, dan makeup meskipun sebatas pengenalan. Beberapa materi tersebut juga ditawarkan oleh Asmat Pro dalam program terpisah.

Menurut Nyudi, tantangan yang dihadapi saat ini yaitu pola pikir masyarakat yang cenderung instan terhadap dunia modeling. Munculnya beberapa sekolah modeling yang menawarkan program pendidikan atau kursus yang singkat dinilainya tidak efektif.

Berbeda dengan Asmat Pro yang mengedepankan konsep modeling personality agar siswa mempunyai perubahan karakter, sikap, dan kebiasaan ke arah yang lebih positif. Itulah kenapa pendidikan modeling di Asmat Pro memakan waktu relatif lama, yakni 7,5 bulan, masuk 1 minggu sekali. Dalam rentang waktu tersebut, siswa masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan proporsi badan yang ideal.

Syarat/Kriteria Seorang Model

manfaat kegunaan fungsi belajar tempat kursus lembaga pendidikan sekolah modeling asmat pro yogyakarta indonesia prospek peluang kerja catwalk runway fotografi designer talent agency
Model pada event Jogja International Batik Biennale 2018 | Foto: Dok, Highlight.ID

Nyudi menjelaskan bahwa Asmat Pro tidak membatasi peserta dengan syarat atau kriteria tertentu. “Kita menerima siapapun untuk belajar modeling. Tetapi nantinya, yang akan menjadi profesional di bidang modeling adalah mereka yang memiliki kriteria. Misalnya, untuk model runway harus tingginya minimal cowok 180 (cm) di Jogja. Kemudian untuk cewek, paling tidak 171 – 172 (cm),” jelas dia.

Menurutnya, kriteria seorang model itu sifatnya fleksibel tergantung dengan keinginan dan budget klien. Nyudi berujar, “Kami memberikan wawasan (dan) pengetahuan bahwa banyak hal yang bisa dipenuhi oleh peserta untuk bisa menjadi (model) atau berkarier di bidang modeling. Minimal mereka bisa merubah dirinya dari yang tidak menarik menjadi menarik, bisa percaya diri dan sebagainya.”

Selain program pendidikan modeling selama 7,5 bulan, Asmat Pro juga membuka kelas privat dengan waktu yang lebih singkat. Namun, peserta kursus privat tersebut tidak memiliki kesempatan untuk Uji Tampil. Yakni ajang bagi peserta untuk menerapkan materi yang didapatnya selama menjalani sekolah modeling. Mereka akan tampil dalam sebuah show/event di mall, hotel, bahkan stasiun televisi yang disaksikan oleh khalayak.

“Jadi nanti setiap siswa akan ada Uji Tampil, (bertujuan untuk) mengaplikasikan kemampuan mereka yang diperoleh di kelas di dunia nyata,” ungkapnya. Uji Tampil itu sendiri dilakukan selama proses pendidikan sedang berlangsung.

manfaat kegunaan fungsi belajar tempat kursus lembaga pendidikan sekolah modeling asmat pro yogyakarta indonesia prospek peluang kerja catwalk runway fotografi designer talent agency
Model pada event Jogja International Batik Biennale 2018 | Foto: Dok, Highlight.ID

Menurut Nyudi, siswa Asmat Pro yang dikenakan biaya Rp. 3,5 juta untuk kursus modeling selama 7,5 bulan dengan 30 kali pertemuan harus melalui tahapan mulai dari Basic, Level 1, Level 2, dan Level 3. “Kalo di Level 1 kita rasa sudah bagus, memenuhi standar minimal untuk perform, kita ambil. Tapi kalo tidak, biasanya di Level 2. Kita melihat perkembangannya. Masing-masing individu, kan beda,” kata dia.

Mendapatkan Job untuk Model

Selain menyelenggarakan pendidikan modeling, Asmat Pro juga berfungsi sebagai agensi model yang menyediakan talent untuk klien yang membutuhkan. “Ketika ada permintaan, kita akan kirimkan sesuai yang kriterianya mereka (seperti) apa. Nah, klien sendiri yang akan memilih,” jelas Nyudi.

Asmat Pro yang terletak di Jombor Kidul, Yogyakarta juga memiliki website dan akun Instagram di mana model-model baru bisa ditampilkan. Menurut Nyudi, model akan mendapatkan kepercayaan dari klien ketika mereka bergabung dengan sekolah modeling. Lewat sekolah modeling, siswa mendapatkan berbagai macam keterampilan yang dibutuhkan untuk dunia kerja.

manfaat kegunaan fungsi belajar tempat kursus lembaga pendidikan sekolah modeling asmat pro yogyakarta indonesia prospek peluang kerja catwalk runway fotografi designer talent agency
Model pada event Jogja Fashion Week 2018 | Foto: Dok, Highlight.ID

Berkembangnya media sosial seperti Instagram memunculkan fenomena seperti selebgram atau influencers. Para influencers ini tak jarang digaet oleh sebuah brand dan mendapatkan kesempatan untuk tampil di runway pada event fashion show. Meskipun para influencers itu mungkin tidak pernah menempuh jalur pendidikan modeling.

Melihat fenomena tersebut, Nyudi mengatakan, “Nggak apa-apa sebenernya. Jadi begini, kalo influencers itu kan mereka memang yang sudah punya massa, (bisa) mempengaruhi orang (karena) followers-nya banyak. Tidak masalah, karena, toh mereka itu fungsinya lebih (untuk) meyakinkan orang.”

Menurutnya, hal itu lebih cenderung ke strategi pemasaran atau upaya branding agar orang tertarik untuk datang ke sebuah event. Influencers, dalam hal ini,  bukan murni menjalankan fungsinya sebagai seorang model. Nyudi pun menegaskan bahwa kehadiran influencers di panggung runway tidak menggusur eksistensi model yang telah mengikuti pendidikan. Masing-masing desainer atau brand mempunyai segmen pasarnya sendiri yang hendak dibidik.

“Karena ini memang perkembangan zaman. Kemudian, influencers juga mulai berbenah, artinya dari (aspek) perfomance, (atau) dari segi apapun memang layak untuk dijual. Yang penting kan sesuai dengan norma, mereka bisa memberikan sesuatu yang bersifat positif,” paparnya.

Menyelesaikan Pendidikan

Untuk bisa lulus, para siswa Asmat Pro harus menempuh kelas-kelas dan menyelesaikan materi yang diberikan. Siswa pun wajib melewati ujian dalam bentuk praktik dan teori.

Nyudi menjelaskan bahwa untuk menyelenggarakan ujian, pihaknya mengajukan proposal dulu kepada Dinas Pendidikan. Kemudian, setelah proposal diterima, pihaknya mendapatkan surat keterangan (SK) untuk penyelenggaraan ujian. Bagi siswa yang tidak mengikuti ujian, mereka tidak mendapatkan sertifikat.

Setelah lulus, siswa Asmat Pro menjalani wisuda atau Graduation Day. Pelaksanaan wisuda Asmat Pro dikemas dalam sebuah event yang bertajuk “Jogja Fashion Parade”. Event wisuda yang telah berlangsung sejak 2014 ini diselenggarakan setiap tahun dan berganti-ganti tempat.

Dua tahun terakhir (2017 dan 2018), Jogja Fashion Parade digelar di Galeria Mall,  Yogyakarta. Menariknya, ada deretan fashion designer dari berbagai daerah yang menampilkan karya-karya terbarunya pada event Jogja Fashion Parade.

Eksis Sebagai Model

Menurut Nyudi, seorang model akan bisa tetap eksis apabila dia terus berproses. Cara beprosesnya seperti apa, Nyudi mempersilakan kepada setiap individu untuk mengembangkannya sendiri. Selain itu, Nyudi menekankan pentingnya menjaga sikap yang baik bagi seorang model. “Tipsnya, yang jelas jaga attitude, jaga sikap bagaimana menghargai orang lain.”

Baca juga:

Dengan demikian, model mampu menampilkan kepribadiannya yang menarik. Kedisiplinan dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi faktor penting agar model dapat mengembangkan kariernya.

Menurut Nyudi, dalam fashion show parade, model harus mengenakan model baju tertentu karya desainer. Pemilihan baju, biasanya dilakukan dengan sistem undian. Dalam hal ini, seorang model yang baik harus mampu mempelajari karakter baju yang hendak ditampilkan di runway.

“Makanya, yang jadi penentu itu sekarang modelnya. Model harus bisa membawakan baju itu sebaik mungkin sesuai dengan karakter bajunya. Nah ini, kan perlu jam terbang, jam belajar, dan sebagainya,” kata Nyudi. Berbeda dengan fashion show tunggal, sang fashion designer dapat menentukan sendiri modelnya untuk menampilkan model baju tertentu.

Klien mempunyai selera tersendiri tentang model yang disukainya. “Karakter klien itu beda-beda. Ada yang sukanya oriental look, ada yang suka agak-agak indo, ada yang suka Jawa. (Tergantung) selera pasar dan kebutuhan brand,” ujar dia.

Nyudi menuturkan, “Yang jelas misi kami adalah bagaimana memperkenalkan model baru itu ke ajang yang lebih baik, bisa dikenal oleh industri fashion. Itu tujuan kami.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here