Home Arts Bella Shofie dan Desainer LPTB Susan Budihardjo Unjuk Karya

Bella Shofie dan Desainer LPTB Susan Budihardjo Unjuk Karya

LPTB Susan Budihardjo menamppilkan desainer muda di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020
Fashion show LPTB Susan Budihardjo di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 | Foto: Highlight.ID

Highlight.ID – Berdiri tahun 1990, Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo ikut berpartisipasi dalam ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, Jumat, 25 Oktober 2019. Sekolah mode yang telah memiliki reputasi ini membawa para alumninya untuk menampilkan karya-karya terbarunya pada parade busana bertajuk “Times”.

Ada empat desainer LPTB Susan Budihardjo yang tampil pada sore hari itu, salah satunya yakni artis kenamaan Bella Shofie. Bersama tiga desainer lainnya, Sonia Angela, Prettycia Haqni, dan Abirani. Mereka menginterpretasikan tema masing-masing dalam rancangan yang sesuai dengan ciri khasnya.

Susan Budihardjo, Pimpinan LPTB Susan Budihardjo menuturkan, “Seorang desainer dilihat dari koleksi yang direpresentasikan di muka publik. Saat itulah orang menilai kreativitas dan kemampuan desainer secara utuh. LPTB Susan Budihardjo senantiasa memfasilitasi dan mendorong murid serta lulusannya untuk benar-benar ‘terjun’ ke masyarakat. Salah satu upaya meningkatkan kemampuan desainer muda dengan mengajak mereka untuk ikut dalam perhelatan mode seperti Jakarta Fashion Week ini.”

Bella Shofie

LPTB Susan Budihardjo menamppilkan desainer muda di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020
Karya Bella Shofie di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 | Foto: Highlight.ID

Awan menjadi inspirasi Bella Shofie dalam meretaskan ‘waktu’ sebagai tema utama. Awan di mata Bella Shofie selalu berubah baik bentuk maupun warna selayaknya waktu yang juga terus berganti. Rentang palet warna karya desainer yang juga seorang artis film dan penyanyi ini menuruti warna awan yang dilihatnya sejak pagi hingga malam hari seperti putih, ungu, jingga, dan hitam.

Baca juga:

Karakter awan yang selalu berubah membawa karya Bella Shofie yang bergaris desain glamor dan feminin ke dalam bentuk busana mulai dari yang lurus hingga bervolume. Gaun panjang yang muncul terakhir adalah gaun yang paling menerjemahkan awan secara eksplisit. Sekujur busana dijahitkan satu per satu membentuk awan abstrak yang terbuat dari bahan tipis organza. Lalu disemprot dengan bahan khusus hingga menjadi agak kaku dan dapat dibentuk.

Sebuah kejutan dihadirkan Bella di penghujung presentasinya. Gaun super panjang tiba-tiba berubah menjadi semacam gugusan awan yang memendarkan cahaya. Cahaya tersebut memanfaatkan formula khusus ‘glow in the dark’ yang dibubuhkan pada busana yang memberikan efek dramatis sesaat setelah lampu panggung dipadamkan.

Sonia Angela

LPTB Susan Budihardjo menamppilkan desainer muda di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020
Karya Sonia Angela di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 | Foto: Highlight.ID

Gerbang kastil yang ditumbuhi bunga mawar menjadi inspirasi utama tiga belas koleksi office wear yang chic, stylish, sekaligus elegan. Karenanya, Sonia memilih bentuk yang ringkas, lurus seperti kesan gerbang dan bunga mawar dalam warna yang selaras seperti abu-abu, merah legam serta off-white.

Potongan pola yang ditindas dengan garis jahit tindas yang tertera diibaratkan sebagai gerbang yang kokoh, hadir dalam busana dua-potong dan tiga-potong,  blus dengan padanan rok maupun blus, vest dengan celana panjang. Detail melengkung pada ujung blus atau celana menjadi penanda ciri khas desain.

Sonia begitu yakin dengan potongan tailor yang rapi, penempatan lining yang tepat, dan pola terstruktur di atas bahan wol dan satin. Ia merasa tidak perlu mempertegas ide dengan bantuan embelishment lain kecuali sepatu yang senada serta scarf dan stocking bermotif abstrak.

Aktris Hilda Vitria menjadi muse dan membawakan salah satu dari tiga belas set busana Sonia. Norma Jewelry berkolaborasi dengan Sonia dalam membuatkan aksesori sesuai keinginannya berupa anting dan mahkota untuk membuat koleksi menjadi semakin utuh.

Prettycia Haqni

LPTB Susan Budihardjo menamppilkan desainer muda di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020
Karya Prettycia Haqni di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 | Foto: Highlight.ID

Cia, nama kecil desainer muda Prettycia Haqni mempresentasikan 12 set busana. Ia terinspirasi oleh gedung-gedung dan laut di Santorini, Yunani. Ia menamakan koleksinya “Struktur”.

Gedung dengan warna biru putih yang menjadi ciri khas Santorini diterjemahkan menjadi gaun dan busana koktail dalam warna yang sama. Di bagian bawah gaun dibentuk potongan semacam kubah dan lonceng gedung. Bahan duchess yang agak tebal dipilih untuk mempetegas bentu.

Gelombang laut diimplementasikan Cia menjadi pleats yang diolah dari bahan sifon dalam warna gradasi biru. Gaun tiered dress yang disusun tumpuk dalam potongan A tanpa lengan memberi gambaran yang kuat tentang gelombang laut. Payet yang disematkan pada beberapa bagian busana ibarat taburan bintang di Santorini pada malam hari.

Baca juga:

Abirani

LPTB Susan Budihardjo menamppilkan desainer muda di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020
Karya Abirani di Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 | Foto: Highlight.ID

Parade busana kali ini ditutup oleh karya Abirani yang menampilkan gaya constructed-edgy dalam aroma unisex berjudul “Emotion”. Rani, begitu nama panggilannya, melihat bahwa waktu berjalan beriringan dengan emosi. Ia menerjemahkannya menjadi potongan-potongan busana yang asimetris dalam warna yang bercerita.

Warna off-white mewakili ketengangan dan warna terang untuk menggambarkan emosi yang kental. Keterampilan Rani memecah pola menjadi protongan-potongan tidak terduga seperti puzzle, potongan itu harus disatukan dengan puzzle. Potongan-potongan yang berbeda satu sama lain baik tekstur mapun jenisnya itu menjadi sangat rumit. Ia dapat memasukkan 20 unsur yang berbda dalam satu set pakaian.

Rani menggunakan embelishment yang tidak biasa seperti pita, webbing, smock, kelingan, kaitan tas, dan mata itik untuk memperkaya desainnya. Webbing atau tali yang digunakan menjadi ‘benang merah’ busana untuk menggambarkan bahwa tiap waktu saling berkaitan, tiap emosi saling berhubungan.

Dalam gaya padu padan yang sangat modern, aksesori seperti tas, sepatu, dan kacamata menjadi pelengkap busana yang disiapkan sendiri.