Home Business Lewat Bisnis Fashion, Indah Ederra Ingin Berdayakan Perempuan

Lewat Bisnis Fashion, Indah Ederra Ingin Berdayakan Perempuan

Indah Wahyu Wadani merupakan pemilik sekaligus desainer brand Ederra Indonesia. Merek fashion lokal ini menyediakan aneka macam produk modest terkini.
Indah Wahyu Wadani (Pemiliki Ederra Indonesia) | Foto: Dok. Pribadi

Highlight.ID – Semasa masih kuliah, Indah Wahyu Wadani gemar membeli aneka jenis kain meteran. Wanita kelahiran Semarang ini lalu mengolah kain-kain menjadi potongan baju. Hasil rancangannya berupa baju tersebut kemudian ia kenakan sendiri untuk pergi ke kampus. Tak disangka, teman-temannya sekampus banyak yang merasa penasaran dan memuji karyanya.

“Saya dulu itu punya satu penjahit langganan di Condong Catur. Ibunya pindah sampai saya ikutin. Waktu itu saya ngerasa, ya udah bikin aja buat seru-seruan. Abis itu saya mulai mikir, bikin usaha apa ya?” ujar Indah saat ditemui Highlight.ID di butiknya.




Meski respon teman-temannya lumayan bagus, Indah mengaku kurang percaya diri karena tidak mempunyai latar belakang di bidang desain fesyen. Untuk itulah, di tahun 2015, ia termotivasi untuk belajar fashion di Esmod Jakarta.

Sempat Rugi

Pada tahun yang sama, Indah yang waktu itu berjualan barang-barang impor pernah mengalami kerugian yang sangat banyak. Modalnya bisnisnya hilang tak berbekas. Penyebabnya, barang-barang impor yang sudah terlanjur dibeli tak bisa keluar dari bea cukai dan tak sampai ke alamat yang dituju.

Baca Juga: Tekad Mudrika Paradise Meneruskan Bisnis Batik Keluarga





“Waktu itu kaya nyalahin diri sendiri, ngapain sih ngambil keputusan (beli banyak barang). Saya (selama) sebulan itu kayak masih down banget. Sampai di situ saya akhirnya belajar ikhlas,” cerita Indah. Kegagalan dalam bisnis membuat Indah mampu memetik pelajaran darinya. Indah tetap meyakini bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Meski mengalami kerugian dan sempat nge-down, Indah berupaya untuk mengumpulkan semangatnya kembali. Ia pun berpikir untuk berinvestasi yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Keputusan yang ia pilih waktu itu yakni belajar fashion design dan pemasaran di London, Inggris dengan uang yang dimilikinya.

Lahirnya Ederra

“Habis dari situ, saya mulai punya kepercayaan diri mulai total bikin produk sendiri sejak tahun 2016,” kata lulusan Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini. Lewat produk lokal dengan nama Ederra, Indah ingin memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara ini. Indah pun berharap dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat bahwa produk lokal mempunyai kualitas yang bagus. Lebih dari itu, Indah juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja.

Baca Juga: Modest Wear Bernuansa Etnik dan Kontemporer di Jogja Fashion Week 2018

Indah Wahyu Wadani merupakan pemilik sekaligus desainer brand Ederra Indonesia. Merek fashion lokal ini menyediakan aneka macam produk modest terkini.
Indah Wahyu Wadani (Pemiliki Ederra Indonesia) | Foto: Dok. Pribadi

Menurutnya, mengembangkan produk sendiri mempunyai kelebihan dibandingkan berjualan produk dari orang lain. Apabila ada produk yang laris terjual, ia dapat restock produk tersebut dengan mudah. Selain itu, ia juga dapat sepenuhnya mengontrol kualitas produk. “Kita punya quality dan desain yang nggak pasaran tapi harganya masih affordable,” ujar dia.

Untuk memperkenalkan brand-nya, Indah membawa Ederra ke berbagai ajang bergengsi seperti Jogja Fashion Week, Indonesia Fashion Week hingga event di Malaysia. Setelah mengikuti beberapa ajang fashion show, Indah kemudian menyadari bahwa ia lebih cenderung memilih berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) daripada desainer fesyen.

Modest Wear

Ketika mulai belajar berhijab, Indah gemar melakukan mix and match antara produk satu dengan lainnya. Dari situlah, tercetus ide untuk menjual koleksi modest wear. “Lama kelamaan kita support teman-teman yang pengin belajar berhijab. Terus produknya gampang banget dipake orang yang meskipun baru belajar atau coba-coba,” ujarnya.

Baca Juga: Jogja International Batik Biennale 2018 Sebagai Representasi Kota Batik Dunia

Nama “Ederra” itu sendiri diambil dari bahasa Basque yang artinya “indah”. Dengan konsep modest wear, Ederra menawarkan koleksi berupa pakaian atasan, pakaian bawahan, dan kerudung yang dapat dipadupadankan antara satu dengan yang lain dan bisa dikenakan kaum perempuan untuk aktivitas sehari-hari.

“Kita bilang modest wear, jadi lebih sopan. Lintas keyakinan, semua orang bisa pakai. Cenderung sederhana tapi nggak kehilangan chic and elegant-nya,” kata wanita kelahiran 29 Mei 1988 ini. Koleksi Ederra sebagian besar polos tanpa motif dengan warna-warna campuran dan bahan yang anti kusut.

Banyak koleksi Ederra yang laris terjual sehingga harus diproduksi ulang (restock). Namun demikian, koleksi Ederra ketika mencapai titik tertentu akan dihentikan produksinya dan beralih ke produk lain yang terbaru. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya peniruan/penjiplakan oleh pihak lain.



Baca Juga: WARISAN Berikan Jaminan Keaslian Batik, Tenun, dan Mutiara

“Dulu waktu awal banget, target market kita mahasiswi. Kemudian berubah ke sekitar (usia) 23 sampai 45 tahun,” jelasnya. Ederra menyasar wanita kantoran yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Selain itu, wanita yang sudah berumah tangga dan suaminya mampu memenuhi berbagai macam kebutuhan termasuk pakaian.

Meski toko fisiknya berada di Yogyakarta, namun konsumen Ederra paling besar justru berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal itu tak terlepas dari peran internet dan media sosial di mana konsumen dapat berbelanja secara online.

Kehadiran online shop ternyata tak menghapus eksistensi butik fisik seperti yang dimiliki Ederra. “Akan tetap ada orang yang tipenya itu kalo beli harus lihat barang, harus nyoba. Tetap ada orang yang seperti itu, makanya kita ada toko (fisik),” kata Indah.

Baca Juga: 8 Merek Batik Indonesia yang Sesuai dengan Perkembangan Zaman

Lebih lanjut Indah menerangkan bahwa setiap produk Ederra telah melewati serangkaian proses sehingga layak untuk dijual. Di sisi lain, ada calon pembeli yang belum mengerti proses tersebut sehingga menganggap produk yang dijualnya mahal. “Padahal kalo kita ngomongin harga itu hal yang sangat relatif. Artinya, gimana caranya mengedukasi customer bahwa setiap brand punya value-nya sendiri,” ujar Indah.

Kendala lainnya, ada orang yang sengaja mengambil foto-foto koleksi Ederra dan menjual produk yang berbeda. “Tapi saya menganggap itu risiko dari jualan online. Walaupun kadang-kadang secara pribadi (berpikir), kapan sih mereka merasa enggan untuk melakukan hal itu.”

Memberdayakan Perempuan

Sebagai pemilik Ederra, Indah melakukan rebranding dengan mengembangkan visi dan misinya. Tak hanya sekadar berjualan produk fashion semata tapi juga dapat menjadi support system kaum perempuan. Salah satu caranya yakni dengan memberikan informasi-informasi edukatif yang bermanfaat bagi wanita.

Baca Juga: Jadi Fashion Designer, Ariesanthi Eksplorasi Kearifan Lokal

Selain itu, Ederra juga sering mengadakan event-event seperti beauty class atau workshop untuk menambah keterampilan. “Saya pribadi dan tim pengin meng-empower perempuan supaya minimal punya skill, bisa earn money sendiri,” tambahnya.

Tak hanya di wilayah Yogyakarta, Ederra juga menyelenggarakan event-event di kota-kota lain juga. Adapun audiensnya dimulai dari lingkup terkecil yakni pelanggan Ederra sendiri. Indah menambahkan, “Lingkup luasnya, kita beberapa kali datengin daerah-daerah kayak di Gunungkidul (untuk) memberdayakan perempuan. Itu yang kita lakukan.”

“Kita datang langsung ke lapangan, (mencari tahu) kebutuhan ibu-ibu apa, kemudian apa yang bisa kita support. Terus kita ada project pendampingan ibu-ibu untuk bikin namanya scrunchie (ikat rambut hijab). Kainnya dari kita, mereka bikin, kita bayar satu piece-nya berapa, kayak gitu,” katanya.

Selanjutnya, scrunchie bikinan ibu-ibu tersebut dijual di butik Ederra. Menurut Indah, scrunchie termasuk produk yang banyak dicari oleh konsumen sehingga kemungkinan besar laku. Lewat kegiatan ini, Indah berharap dapat memberikan dampak sosial bagi masyarakat.