Home Beauty Mau Kerja di Industri Kecantikan? Ini Cara Menjadi Hairstylist Profesional

Mau Kerja di Industri Kecantikan? Ini Cara Menjadi Hairstylist Profesional

Materi pelajaran kursus sekolah lembaga pendidikan salon kecantikan hairdresser hairstylist potong rambut keterampilan
Ilustrasi | Foto: morguefile.com

Highlight.ID – Sebagian orang yang menyukai bidang kecantikan memilih untuk bekerja di salon atau spa. Pekerjaan di salon kecantikan yang banyak diminati adalah penata rambut (hairstylist/hairdresser). Mereka yang bekerja sebagai penata rambut tak hanya ditemukan di salon tapi juga studio fotografi, rumah produksi hingga stasiun televisi.

Ini membuktikan bahwa lapangan pekerjaan yang tersedia bagi hairstylist terbilang luas. Apalagi, industri kecantikan yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Di sisi lain, banyak orang baik wanita maupun pria yang membutuhkan perawatan rambut yang dilakukan oleh profesional.

Apa yang Hairstylist Lakukan?

Hairstylist melakukan berbagai perawatan rambut termasuk potong rambut, shampo rambut, styling rambut hingga pewarnaan rambut. Lebih dari itu, penata rambut juga merekomendasikan aneka produk kecantikan rambut.

Baca Juga:
11 Pekerjaan di Salon Kecantikan, Mulai dari Hairstylist Hingga Makeup Artist




Terlepas di mana hairstylist bekerja, mereka dituntut untuk bisa memenuhi selera dan kemauan klien. Untuk itu, selain keterampilan teknis, hairstylist juga harus pandai dalam berkomunikasi untuk dapat memahami keinginan mereka.

Penata rambut dapat bekerja sesuai keinginan mereka apakah penuh atau paruh waktu. Selain bekerja di salon milik orang lain, hairstylist juga dapat bekerja freelance atau memai bisnis dengan nama sendiri. Semakin bagus reputasi seorang hairstylist maka semakin tinggi pula pendapatannya. Hairstyliat yang mempunyai reputasi tinggi seringkali menjadi langganan bagi para artis maupun selebriti papan atas.

Tahapan Menjadi Hairstylist

1. Belajar di sekolah kecantikan

Biasanya, hairstylist profesional telah menempuh pendidikan di sekolah-sekolah kecantikan. Lewat kursus selama 6 hingga 12 bulan, mereka mendapatkan keterampilan yang diperlukan untuk kemajuan kariernya.

Di Indonesia, terdapat banyak lembaga pendidikan yang membuka program Hairstylist. Mereka menawarkan kelas-kelas kecantikan yang siswanya dibimbing oleh tenaga pengajar yang berpengalaman di bidangnya.

2.Kuasai berbagai perawatan kecantikan

Kemampuan dalam melakukan bermacam-macam perawatan dan penataan rambut adalah keharusan bagi hairstylst. Keterampilan ini didapatkan di sejumlah sekolah kecantikan yang membuka program Hairstylist.

Baca Juga:
Bekerja Menjadi Terapis Kecantikan, Apa Tugas dan Tanggung Jawabnya?

Selain mereka yang belajar di kampus, ada pula hairstylist yang lebih memilih untuk belajar sendiri atau otodidak. Hairstylist juga harus punya inisiatif untuk mengembangkan teknik-teknik yang dipelajarinya.

3. Kuasai pemakaian alat-alat salon dengan baik

Setiap hairstylist harua pandai dalam penguasaan perlengkapan salon mulai dari gunting rambut, flat iron hingga hair dryer. Masing-masing alat salon memiliki kegunaannya yang dipakai sesuai perawatan yang dijalankan.

Agar semakin mahir dalam menggunakan alat-alat salon, hairstylist perlu banyak latihan. Karena kemahiran dalam memakai perlengkapan salon dapat mempengaruhi efisiensi dan kualitas pekerjaan.

4. Perhatikan kebersihan alat salon



Hairstylist profesional selalu memperhatikan higienitas dan sanitasi salon. Ini adalah hal-hal yang dapat menentukan kualitas layanan salon. Setiap kali menggunakan alat-alat salon, hairstylist harus selalu membersihkannya.

Dengan demikian, ketika ada pelanggan yang datang, alat-alat salon dalam keadaan yang bersih dan steril. Cara ini dapat mencegah terjadinya transmisi virus, bakteri atau kuman baik sebelum, saat maupun sesudah perawatan di salon.

5. Ikuti perkembangan tren kecantikan

Setiap tahunnya, tren kecantikan rambut selalu berkembang, menghadirkan berbagai tren terbaru. Sebagai hairstylist, kamu perlu memperhatikan tren kecantikan yang ada.

Baca Juga:
Bekerja Sebagai Hairdresser, Apa Tugas dan Tanggung Jawabnya?

Untungnya, saat ini zaman sudah sedemikian majunya dengan kehadiran internet. Kamu bisa dengan mudah mengikuti tren kecantikan lewat website dan media sosial. Apalagi, saat ini sudah banyak beauty influencer yang membagikan konten-konten seputar kecantikan rambut.

6. Meningkatkan keterampilan

Meski hairstylist sudah menguasai berbagai teknik penataan dan perawatan rambut, itu bukan berarti mereka berhenti belajar. Sebaliknya, hairstylist profesional selalu belajar agar kualitas layanan semakin meningkat. Apalagi, banyak hairstylist baru yang bermunculan untuk membangun kariernya.

Penguasaan teknik-teknik perawatan rambut bisa diperoleh dengan mengikuti kursus atau seminar kecantikan. Selain itu, hairstylist juga bisa belajar sendiri dengan memanfaatkan teknologi internet.

7. Kuasai keterampilan komunikasi

Menjadi hairstylist gak sebatas membuat tampilan rambut terlihat sempurna. Untuk bisa memenuhi selera dan keinginan klien, penata rambut harus menguasai soft skill seperti komunikasi yang baik. Keterampilan ini hanya bisa didapatkan dengan cara mempraktikkannya secara intens.

Semakin sering hairstylist bertemu dengan klien, semakin mahir ia dalam memuaskan pelanggannya. Ia mampu mengidentifikasi kemauan klien lewat pembicaraan pada sesi konsultasi. Selain itu, hairstylist juga perlu mengetahui kepribadian dan gaya hidup pelanggannya.