Home Tips Financial Penghasilan Selalu Tidak Cukup? Ini Cara Cerdas Mengatur Keuanganmu

Penghasilan Selalu Tidak Cukup? Ini Cara Cerdas Mengatur Keuanganmu

tips cara strategi mengatur keuangan agar lebih hemat tidak boros koncumtif menabung investasi
Gambar: unsplash.com

Highlight.id – Gaji bulanan datang terasa seperti ‘angin lalu’, setiap tengah bulan hidup sudah terasa sendu. Hmm, hayo, siapa di antara kamu yang pernah atau sering merasakan hal itu? Kondisi tadi rasanya banyak dihadapi beberapa pekerja zaman sekarang yah, karena mungkin terjebak oleh gaya hidupnya sendiri. Tanpa disadari, biang keladinya tak lain karena nafsu berbelanja atau mempergunakan penghasilan tanpa kontrol.

Hal yang perlu dipahami, sebesar apapun gaji yang kamu miliki, jika dikelola dengan sesukanya dan terlalu boros akibat gaya hidup konsumtif, hasilnya akan sama saja. Kamu akan tetap merasa kurang. Gaya hidup konsumtif memang menjadi candu yang melenakan di tengah kehidupan.




Jika sudah menjadi kebiasaan, gaya hidup konsumtif tentunya sangat berbahaya bagi kestabilan dan keberlangsungan finansial kamu ke depannya. Daripada merugikan kamu lebih jauh, ada baiknya kita sama-sama menyimak beberapa tips jitu yang bisa langsung diterapkan berikut ini.

Strategi Tepat untuk Lebih Hemat

1. Menabung

Menabung kelihatannya menjadi hal mudah, tetapi praktiknya susah. Terutama bagi para penganut gaya hidup konsumtif. Untuk itu, dibutuhkan konsistensi dalam menabung. Jadi, tak perlu memaksakan diri untuk menyisihkan uang dalam jumlah yang terlampau besar, apalagi kalau penghasilanmu kamu masih pas-pasan. Mampu menyisihkan 5% – 10% dari penghasilan kamu sebenarnya sudah dinilai cukup baik kok, asal rutin dan berkelanjutan yah.

Baca juga:

2. Bedakan kebutuhan dengan keinginan

Sudahkah barang-barang yang kamu beli selama ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan? Ingat, kebutuhan bisa diartikan sebagai hal pokok yang mesti dipenuhi dalam hidup kamu secara rutin, sedangkan keinginan biasanya hanya keperluan yang sifatnya tidak mendesak.

Kesadaran terhadap hal ini menjadi sangat penting. Minimal, kamu harus sudah tahu apa saja yang menjadi hal pokok yang harus kamu penuhi untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai justru kebutuhan kamu terbengkalai atau malah harus berhutang gara-gara beli keperluan yang sebenarnya tidak penting atau bisa dipenuhi di lain waktu, nggak lucu kan kalau sampai begitu.

3. Buat anggaran belanja

Hal ini yang sering kali disepelekan atau luput dari perhatian, yaitu melewatkan pencatatan anggaran belanja. Kalau kejadiannya seperti itu, wajar saja gaji kamu lenyap begitu saja. Anggaran belanja itu sangat penting karena dari situ kamu bisa mengetahui untuk apa saja uang kamu dikeluarkan secara rutin, baik itu harian, mingguan, atau bulanan.

Dari penentuan anggaran tersebut, kamu mulai bisa menyeleksi pos pengeluaran mana yang sudah sesuai kebutuhan dan mana yang hanya sekadar pemuasan keinginan belaka. Nah, selanjutnya, kamu harus berusaha menepati pengeluaran sesuai anggaran agar tidak berlebihan.

4. Say no to kartu kredit!

Sihir kartu kredit kepada masyarakat zaman sekarang memang sangat ampuh. Lihat saja, kemudahan, kepraktisan, dan gengsi yang ditawarkan saat bertransaksi dengan kartu kredit bisa menjerumuskan orang untuk ketagihan berbelanja. Tak terasa, biaya pengeluaran membengkak akibat tagihan-tagihan kartu kredit, belum lagi bunga yang juga mesti kita tanggung.

Berbelanja memang sah-sah saja. Tapi, kalau budaya latah kamu yang sedikit-sedikit mengandalkan kartu kredit ini terus dibiasakan, nantinya bisa sangat merugikan. Lebih baik tahan diri dan mengontrol pembelanjaan yang sekiranya memang benar-benar dibutuhkan.


5. Hat-hati saat mampir pusat perbelanjaan

Pusat perbelanjaan seperti mall merupakan surga dunia bagi para pecandu belanja, termasuk orang-orang yang hidup konsumtif. Terlalu sering memanjakan mata dengan melihat barang-barang bermerk dan menarik bisa saja menimbulkan niat berbelanja yang seharusnya belum atau bahkan tidak sama sekali kamu perlukan. Duh, kalau terus begini bisa berbahaya kan.

6. Sejak dini belajar berinvestasi

Investasi bisa menjadi salah satu cara yang ampuh dalam mengalihkan diri dari perilaku hidup konsumtif pada seseorang, dan juga bermanfaat bagi keamanan finansial di masa mendatang. Investasi yang diartikan sebagai penanaman modal untuk pada suatu barang atau usaha tak bergerak ini tentunya akan memperoleh banyak keuntungan.

Salah satu contoh investasi yang menjanjikan saat ini adalah dalam bidang properti atau rumah. Dengan nilai yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya, investasi properti menjadi sangat menggiurkan. Saat kamu belum bisa menggunakannya, kamu juga bisa menyewakannya sehingga tetap bisa mendapat penghasilan dalam jangka waktu dekat dan rutin.

7. Beli barang demi fungsi, bukan gengsi

Bertebarannya merk populer di antaranya banyaknya produk-produk di pasaran tentunya akan menaikkan gengsi pemakainya. Jadi, tak heran kalau orang-orang yang punya gaya hidup konsumtif kini semakin berorientasi pada produk-produk yang punya nama karena dianggap berkualitas, bagus, dan tentunya menaikkan gengsi pemakaianya.

Sah-sah saja sih, kalau kamu mampu membeli produk dari merk terkenal dengan uang sendiri. Tetapi, kalau itu jadi prioritas, apalagi sampai rutinitas tentunya sangat merugikan kamu nantinya jika tidak diimbangi oleh keadaan finansial yang serba berkecukupan. Bersikap bijak dalam membeli suatu produk atau barang lebih baik karena tentunya akan mengamankan keuangan. Lagi pula, barang atau produk murah bukan berati murahan kan? Yuk, lebih cermat dalam membeli.


8. Jangan ragu untuk menyisihkan uang kepada yang membutuhkan

Salah satu kekurangan dari perilaku hidup konsumtif adalah sedikit demi sedikit akan melatih diri kita untuk menjadi egois. Tetapi, dengan bersedekah atau menyisihkan uang untuk diberikan kepada yang membutuhkan, kamu tak hanya bisa menghilangkan perilaku hidup konsumtif, tetapi juga melatih kepekaan sosial.

Membiasakan diri berbagi juga akan melatih kepedulian kamu terhadap sekeliling, sehingga kamu bisa terlatih mengendalikan diri. Karena bagaimanapun juga, hidup akan terasa semakin terasa lebih ringan jika kita bisa saling memberikan bantuan.

9. Beli barang sesuai kebutuhan

Ikut-ikutan. Hal inilah yang seringkali menjebak seseorang untuk membeli barang yang dinginkannya. Apalagi jika ditambah dengan mengikuti tren yang pastinya selalu berubah-ubah. Godaan diskon dan segala macam daya tarik nlainnya. Maka mulai sekarang, pastikan barang yang jadi incaran kamu benar-benar dibutuhkan dan tak cuma jadi koleksi yang siap pajang.

Nah, itulah beberapa cara yang seharusnya dilakukan jika kamu ingin terlepas dari jerat hidup konsumtif. Perbarui pola pikir kamu baik-baik. Renungkan manfaatnya sehingga semua cara ini berdampak positif bagi kondisi finansial kamu ke depannya dan berpengaruh baik bagi diri kamu pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here