Home Arts Tiga Desainer Fesyen Nasional Membimbing Desainer Asal NTT

Tiga Desainer Fesyen Nasional Membimbing Desainer Asal NTT

liputan event indonesia fashion week ifw 2019 kain tenun nusantara desainer lokal nusa tenggara timur ntt model koleksi baju pakaian terbaru
Karya Handy Hartono di Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 | Foto: Highlight.ID/Arfan Hakim

Highlight.IDDewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpartisipasi dalam event Indonesia Fashion Week (IFW) 2019. Lewat peragaan busana bertajuk “Exotic NTT” sebanyak 26 desainer fesyen asal NTT menampilkan ratusan karyanya. Para desainer tersebut menggunakan kain tenun yang merupakan kekayaan NTT.

Mereka berasal dari daerah-daerah di NTT seperti Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Rote, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Timur Selatan, dan Timor Timur Utara. Puluhan desainer lokal itu sudah melewati serangkaian proses pembinaan oleh tiga desainer nasional papan atas yakni Defrico Audy, Handy Hartono, dan Musa Widyatmodjo.

Defrico Audy

liputan event indonesia fashion week ifw 2019 kain tenun nusantara desainer lokal nusa tenggara timur ntt model koleksi baju pakaian terbaru
Karya Defrico Audy di Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 | Foto: Highlight.ID/Arfan Hakim

Desainer lulusan Lasalle Colelge Singapore ini mendampingi 11 desainer lokal asal Nusa Tenggara Timur yang berasal dari 6 wilayah. Mereka adalah Dwi Handayani, Imel Alfiana, Sandra Novita Lola (Kupang), Lys Caroline (Kab. Alor), Jessica Alejandro, Maria Megarita Karuna (Kab. Belu), Nur Ayu Widyaningtyas (Kab. Malaka), Atiq Sikka, Jey Tallo, Noverda Tse (Kab. Timor Timur Selatan), serta Liliana Maria Tuames (Kab, Timor Timur Utara). Total rancangan busana yang ditampilkan sebanyak 21 look.

Mengangkat tema “Etnik Glamor” yang menggunakan material dasar kain tenun NTT, para desainer mengombinasikan dengan bahan lainnya. Hasilnya, rangkain koleksi gaun yang cantik dan anggun. Koleksi busana yang ditampilkan menonjolkan kesan etnik kontemporer namun bernuansa urban.

Pada kesempatan yang sama, Defrico Audy juga menampilkan koleksinya sebanyak 14 look yang bertemakan “Neo Ethnic Urban”. Audy berharap masyarakat dapat semakin mengenali kain tenun Nusa Tenggara Timur beserta makna dan filosofi yang terkadung pada motifnya. “Konsepnya memang lebih ke urban dengan siluet cutting kekinian, namun tetap ada sentuhan kultur dan etnik kontemporer. Berhubung kain tenunnya sudah kaya akan motif, sehingga detailnya pun sangat minimalis, yaitu payet bambu untuk mempertegas otif kain,” ujarnya.

Handy Hartono

liputan event indonesia fashion week ifw 2019 kain tenun nusantara desainer lokal nusa tenggara timur ntt model koleksi baju pakaian terbaru
Karya Handy Hartono di Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 | Foto: Highlight.ID/Arfan Hakim

Handy Hartono mendampingi 7 desainer fesyen dari 7 kabupaten yang menampilkan koleksi bertajuk “Tenun NTT with Love”. Ketujuh desainer itu yakni Hendrikus Dawan Ola (Kab. Lembata), Cayan Magdalena Hendarwantry (Kab. Sabu Raijua), Marza A. Fattu (Kab. Rote), Gregorius H. Monteiro (Kab. Sumba Barat), Oliviani Oeneke Inna Malo (Kab. Sumba Barat Daya), Herlin Chrisyanti Paulus (kab. Sumba Tengah), dan Anita Marselia Nicolas (Kab. Sumba Timur).

Total, ada sebanyak 21 look yang ditampilkan. Koleksi desainer NTT ini meliputi serangkaian dress yang dapat dikenakan sehari-hari seperti cocktail dress dan party dress.

Handy pun turut meluncurkan koleksi terbarunya sebanyak 14 look bertajuk “Tenun NTT for the World”. “Koleksi ini merupakan seri ready to wear deluxe yang diharapkan bisa membuat produk fashion berbahan kain tenun Nusa Tenggara Timur bisa diterima oleh masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri,” kata dia.

Musa Widyatmodjo

liputan event indonesia fashion week ifw 2019 kain tenun nusantara desainer lokal nusa tenggara timur ntt model koleksi baju pakaian terbaru
Karya Musa Widyatmodjo di Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 | Foto: Highlight.ID/Arfan Hakim

Desainer yang sekaligus menjadi Vice President Indonesia Fashion Week ini mendapat kepercayaan untuk menjadi mentor bagi 8 desainer asal NTT. Para desainer NTT tersebut yakni Ferdinandus Rikyin Radja (Kab. Ende), Baetrix Paulina Motu Tukan (Kab. Flores Timur), Elias Sudirman (Kab. Manggarai), Maria Rita (Kab. Manggarai Barat), Melania Siska Anul (Kab. Manggarai TImur), Fransiska Lado (Kab. Nagekeo), Barthel Theos Mita (Kab. Ngada), dan Christina Kayat (Kab. Sikka).

Keseluruhan ada 24 look yang ditampilkan oleh desainer binaan. Dengan tema “Eastern Modernity”, semua desainer mengangkat warisan tenun ikat Nusa Tenggara Timur dalam nuansa kesederhanaan yang anggun. “Mereka saya bina untuk mendesain produk yang lebih global melalui komposisi yang modern sehingga bisa lebih diterima oleh masyarakat luas,” ujar Musa.

Dalam sesi fashion show tersebut, Musa juga menampilkan karyanya berjudul “Ballet of the East” sebanyak 14 look. “Koleksi ini merupakan harmonisasi antara budaya Timur dalam karakter tenun yang kuat dan tebal dengan budaya Barat yang lembut dan gemulai” tambahnya. Ia menampilkan koleksi yang akan detail warna, cutting serta unsur dekorasi pelengkap seperti sulam, bordir, jejujur, manik, bebatuan hingga logam.



Artikel Menarik:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here