Home Beauty Dua Desainer Indonesia Pamerkan Karyanya di Vienna Fashion Week 2018

Dua Desainer Indonesia Pamerkan Karyanya di Vienna Fashion Week 2018

fashion designer asal indonesia produk pakaian baju aksesoris lokal kualitas internasional pasar luar negeri pameran show runway koleksi model vienna fashion week austria profil bisnis pemasaran marketing
shutterstock

Highlight.ID – Untuk yang ketiga kalinya, desainer Indonesia berpartisipasi di event MQ Vienna Fashion Week 2018. Tampilnya desainer Indonesia di ajang yang dilangsungkan pada 12 September 2018 di kawasan Museum Quartier, di kota Wina tersebut berkat peran dari Kebudataan Besar Republik Indonesia di Austria. Desainer Indonesia yang memeriahkan runway Vienna Fashion Week 2018 yaitu Runi Palar dan Handy Hartono.

“Partisipasi Indonesia pada MQ Vienna Fashion Week (MQVFW) 2018 merupakan salah satu bentuk promosi yang memiliki makna sarat, mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki nilai-nilai sejarah dan budaya yang sangat autentik dan kita ingin menyampaikan hal ini kepada masyarakat internasional umumnya, dan masyarakat Austria khususnya melalui partisipasi Indonesia pada MQVFW 2018,” tutur Dr. Darmansjah Djumala, Duta Besar RI di Wina, dalam keterangan tertulisnya.

Koleksi fashion karya Handy Hartono yang meliputi pakaian dengan bahan-bahan tekstil tradisional Indonesia seperti Batik, kain Tenun, dan Songket dipertontonkan kepada para pengunjung. Selain itu, ditampilkan pula karya Runi Palar dengan koleksi perhiasan high end-nya yang memiliki ciri khas berupa perpadua antara desain kontemporer dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Keikutsertaan desainer fesyen Indonesia dalam MQVFM menjadi sarana promosi agar produk-produk Indonesia semakin dikenal dunia, khususnya pasar Eropa. Fashion Indonesia mempunyai karya-karya dengan elemen seni dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga diharapkan konsumen mau membeli.

Baca juga:

Diselenggarakan setiap tahun di kota Wina, MQVFM menghadirkan beragaram kegiatan seperti fashion show, pameran produk-produk industri fashion, side event, dan pertemuan Business to Business. Kegiatan ini terlaksana berkat Creative Headz yang didukung oleh Kamar Dagang Austria (Wirstschaftskammer Österreich).

Desainer Asal Indonesia di Vienna Fashion Week 2018

Runi Palar

fashion designer asal indonesia produk pakaian baju aksesoris lokal kualitas internasional pasar luar negeri pameran show runway koleksi model vienna fashion week austria profil bisnis pemasaran marketing
KBRI Indonesia

Sotjawaruni Kumala Palar atau lebih dikenal dengan Runi Palar telah lebih dari 40 tahun berkarya. Bahkan perjalanan hidup dan kariernya dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Dancing in Silver: The Jewelry of Runi Palar”. Ia lahir tahun 1946 di Yogyakarta yang awalnya adalah seorang penari dan kemudian beralih menjadi desainer perhiasan perak. Runi Palar yang merupakan lulusan Institut Teknologi Tekstil (ITT) Bandung berusaha untuk kreatif dan selalu terbuka pikirannya agar dapat terus eksis di dunia fashion. Ia memiliki komitmen untuk menggapai sesuatu yang tidak biasa meski sesulit apapun kondisinya.

Bersama suami tercintanya, ia mengembangkan bisnis aksesoris fashion dengan label Runa Jewelry di Bali sejak tahun 1976. Nama itu sendiri diambil dari nama “Runi” dan suaminya “Adrian Palaar”. Produk-produk Runa Jewelry meliputi cincin, kalung, gelang, bros, dan anting dengan nuansa tradisional dan etnik yang kental. Pemasaran produk-produk Runa Jewelry telah menjangkau Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.

Dalam berkarya, Runi Palar yang memilki Museum Runa di Bali mendapatkan inspirasi dari alam yang ada di sekitarnya seperti daun, batu, dan kayu. “Saya senang sekali mengambil inspirasi dari alam. Bentuk-bentuk dahan, batu-batuan, bahkan daun yang robek saja bisa saya ambil sebagai ide untuk mendesain aksesori,” ungkap Runi Palar dikutip dari Bisnis.com

Ia menjadi salah satu dari dua desainer yang berkesempatan menampilkan karyanya di Vienna Fashion Week. Pihak penyelenggara Vienna Fashion Week menginginkan agar koleksi yang ditampilkan lebih berkesan modern. Satu hal yang malah justru membuatnya merasa tertantang. Meski demikian, ia tetap mempertahankan ciri khas Runa Jewelry selama ini, yakni simplicity, etnik, dan klasik. Selain menampilkan karyanya di panggung, ia juga memberikan workshop di salah satu sekolah mode di Austria.

Handy Hartono

fashion designer asal indonesia produk pakaian baju aksesoris lokal kualitas internasional pasar luar negeri pameran show runway koleksi model vienna fashion week austria profil bisnis pemasaran marketing
KBRI Indonesia

Desainer kelahiran Karawang, Handy Hartono sudah tiga kali mengikuti event Vienna Fashion Week. Sebelumnya, ia telah berpartisipasi di ajang yang sama pada tahun 206 dan 2017. Kali ini, Handy Hrtono menampikan karya-karya terbarunya yang menampilkan Batik dari Pekalongan, kain tenun dari Sumba Timur, dan kain tenun ikat atau Songket Palembang dengan tema “The Color of Indonesia”.

Handy Hartono gemar memakai kain-kain tradisional Indonesia karena ia ingin memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia. Menurutnya, Indonesia sangat kaya dengan aneka ragam budaya termasuk kain yang memiliki berbagai macam jenis, tak hanya batik tapi ada juga kain tenun ikat. Desain pakaian ready-to-wear yang ditampilkan berkesan simpel dan kasual dengan memadupadankan motif-motif batik dan kain tenun.

Beberapa koleksinya berupa dress, berkesan mewah dan glamor dengan unsur-unsur payet dan bordir. Perpaduan antara desain kontemporer dengan bahan-bahan kain tradisional Indonesia menjadi daya tarik koleksi Handy Hartono pada event di kota Wina ini.

Hadirnya desainer Indonesia di Vienna Fashion Week merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk memperkenalkan dan memasarkan produk fashion Indonesia ke pasar Austria. Event ini juga menjadi ajang penting bagi desainer, exhibitor, dan pelaku industri fesyen di Austria dan negara-negara sekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here