Home Beauty Jogja Fashion Parade 2019 Suguhkan Modest Wear Karya Desainer Lokal

Jogja Fashion Parade 2019 Suguhkan Modest Wear Karya Desainer Lokal

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Modest Wear pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

Highlight.ID – Mengusung tema “Color Diversity”, Jogja Fashion Parade 2019 dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Februari 2019 di Galeria Mall, Yogyakarta. Acara tahunan ini sekaligus merupakan ajang kelulusan bagi siswa modeling Asmat Pro yang telah menyelesaikan pendidikannya.

“Di tahun yang sekarang ini, kami mengusung tema ‘Color Diversity’dengan harapan akan muncul berbagai nuansa baru atau karya baru yang tentunya menggabungkan berbagai karya lama yang nantinya muncul jenis busana yang urban yang bisa menjadi aternatif pilihan,” ujar Direktur CMM Asmat Pro, Nyudi Dwijo Susilo.

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Diyah Ubudiyah pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

Nyudi juga berharap bahwa event Jogja Fashion Parade ini dapat menjadi wadah bagi para desainer untuk menunjukkan karya-karyanya dan memajukan industri mode di Yogyakarta pada khususnya.

Hari pertama pada hari Jumat, 22 Februari 2019, Jogja Fashion Parade 2019 diisi dengan acara Demo Makeup dari Puspita Martha International Beauty School. Demo makeup itu menampilkan Mr. Power yang merupakan Professional Make Up Trainer Puspita Martha.

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Amin Hendra Wijaya pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

Malam harinya, pada pukul 19.00 WIB, sebanyak 20 fashion designer memamerkan karya-karya terbaiknya di hadapan pemerhati mode Tanah Air. Koleksi para desainer lokal tersebut diperagakan oleh model-model yang berasal dari berbagai daerah seperti Bali, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta.

Para desainer yang tampil pada Jogja Fashion Parade 2019 hari pertama yakni Arinda Nurma, Tari Made, Hesti Purwandari, Nissa Khoirina, Dian Aryo, Khalilah Dermunisa, Atika Maulida, Nurul Shine, Fitri Wahyuni, Diyah Ubudiyah, Yunita S, Farida Nurgroho, Laila Ayu, Hijabie Community, Diah Novikha, Yulvita Paramita Dewi, Sindha Official, Hemmy, dan Amin Hendra Wijaya.

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Yulvita Paramita Dewi pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

Masing-masing desainer menampilkan rancangan modest wear dengan berbagai tema dan konsep yang berbeda dan unik. Beberapa desainer yakni Hesti Purwandari, Diyah Ubudiyah, Hemy dan Atika Maulida menampilkan desain pakaian formal yang biasa dipakai untuk acara-acara resmi seperti pernikahan.

Sementara desainer lainnya semisal Khalilah Dermunisa dan Dian Aryo membawakan rancangan pakaian busana muslimah dengan konsep syar’i. Selain itu, ada desainer juga menampilkan koleksi busana muslimah yang lebih casual seperti yang terlihat pada karya Diah Novikha, Yunita S, dan Nurul Shine.

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Sindha Official pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

Amin Hendra Wijaya mengatakan, “Konsep desain saya itu, inspirasinya dari Puteri Jasmine dari negeri dongeng. Terus kemudian saya mengaplikasikan ke dalam ethnical Indonesia. Perlu diketahui semua (rancangan) baju saya itu adalah kain perca, bahan-bahannya.”

Lalu Amin mengombinasikannya dengan kain lurik sehingga menghasilkan rancangan koleksi yang berwarna warni. Menurutnya, konsep etnik terlihat dari kombinasi antara perca dan lurik yang merupakan kekayaan khasanah kain adati Indonesia.

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Fitri Wahyuni pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

“Kemudian, tema itu sendiri adalah ‘Svarga’. Saya mengambil trend 2019 – 2020, sesuai dengan Trend Forecasting. Svarga itu warnanya multicolor, segar mengaspirasikan kebahagiaan, kesejahteraan, rasa dinamis, maju ke depan, dan berpandangan luas,” jelas dia.

Sementara itu, Sindha memaparkan bahwa koleksinya terinspirasi dari Iraw Tengkayu yang merupakan kebudayaan khas suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara yang berupa upacara tradisional dan perlombaan. “Iraw Tengkayu itu tentang budaya Tarakan, ada melabuh kapal dan kapal itu sendiri mempunyai banyak arti.

liputan event jogja fashion parade 2019 colours model management asmat pro sekolah modeling modest wear rancangan pakaian busana desainer lokal merek brand indonesia
Koleksi Hesti Purwandari pada Jogja Fashion Parade 2019 | Foto: dok. Highlight.ID

Untuk mewujudkan karyanya tersebut, Shinda harus menyusun konsep desain dengan mempelajari pakaian adat khas Tarakan. Kemudian, ia menjadikan pakaian adat khas Iraw Tengkayu menjadi berkesan lebih modern. “Jadi inspirasi aku dari pakaian adat mereka (Iraw Tengkayu) sendiri,” kata dia.

Adapun bahan yang dipakai yakni batik khas Tarakan yang dikombinasikan dengan kain lurik dan menampilkan warna-warna alam. Menurutnya, karya-karya dia prosesnya dikerjakan dengan tangan manusia.

Sedangkan Yulvita Paramita Dewi yang mengusung label Janitra Boutique membawakan karya dengan konsep simplicity dan menggunakan teknik ecoprint. Ia memakai teknik ecoprint karena terbilang ramah lingkungan. Selain itu, Yulvita mengaku senang dengan pewarnaan alam seperti yang bisa dihasilkan dari teknik ecoprint.

“Karena saya menggunakan ecoprint, saya tidak mau membuang sisa-sisa bahan yang terlalu banyak,” kata Yulvita.