Home Arts WARISAN Berikan Jaminan Keaslian Batik, Tenun, dan Mutiara

WARISAN Berikan Jaminan Keaslian Batik, Tenun, dan Mutiara

Pameran warisan 2019
Pameran WARISAN 2019 di JCC | Foto: HIghlight.ID

Highlight.ID – Kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan keberadaannya yakni batik tenun, dan mutiara. Ketiga macam kesenian tersebut ditampilkan pada pameran tahunan WARISAN (Wasiat Agung Negeri Nusantara) yang berlangsung tanggal 22 – 25 Agustus 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

“WARISAN 2019 mengangkat tema ‘Citra Bahtera Nusantara’ untuk mengangkat wastra Indonesia yaitu batik, tenun, dan songket. (Sedangkan) Mutiara laut atau south sea pearl yang merupakan mutiara asli Indonesia memiliki nilai jual tinggi,” ujar Umi Noor Wijiati selaku Direktur PT Mediatama Binakreasi dalam laporannya pada pembukaan WARISAN 2019, Kamis (22/9/2019).

Menurut Umi, saat ini, batik mempunyai beragam variasi yang beredar di pasaran. Namun di sisi lain, banyaknya ragam batik membuat orang kesulitan untuk membedakan batik asli dan batik palsu. Sesuai dengan ketentuan UNESCO, batik Indonesia yang asli adalah yang dikerjakan dengan tangan menggunakan seratus persen malam panas. Sedangkan aplikasinya yakni berupa batik tulis, batik cap atau kombinasi keduanya.

Pameran warisan 2019
Pameran WARISAN 2019 di JCC | Foto: HIghlight.ID

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufidah Kalla pada sambutannya mengatakan, “Dewan Kerajinan Nasional memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pameran WARISAN yang bertujuan untuk membangkitkan semangat kecintaan akan karya bangsa khususnya batik, tenun, dan mutiara yang merupakan barang bernilai seni yang terbentuk dari kearifan lokal.”

“Produk wastra yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif telah memberikan kontribusi perekonomian Indonesia sebanyak 11 persen. Jumlah yang cukup signifikan, namun tetap perlu terus ditingkatkan seiring dengan target pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara,” tambah Mufidah Kalla.

Menurutnya, produk wastra Indonesia mampu menjadi penyumbang devisa negara karena memiliki daya saing tinggi di pasar global. “Oleh karena itu, saya mengharapkan para pelaku usaha wastra dan mutiara Indonesia terus melakukan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan konten lokal.”

Pameran warisan 2019
Pameran WARISAN 2019 di JCC | Foto: HIghlight.ID

Ia pun menekankan bahwa pihaknya dalam hal ini Dewan Kerajinan Nasional akan memberikan pendampingan agar para perajin dapat meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat bersaing di tingkat internasional. Mufidah Kalla juga mengharapkan peran serta berbagai pihak agar dapat memberikan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi para perajin.

WARISAN 2019 menjamin bahwa produk-produk yang ditampilkan adalah benar-benar asli. Untuk menjamin keaslian produk yang dipamerkan, para peserta pameran telah melalui serangkaian kurasi. Adapun para kurator WARISAN 2019 yakni Komarudin Kudiya (Kurator Batik), Romi Oktabirawa (Kurator Batik), Dudung Alie Syahbana (Kurator Batik), Zainal Arifin (Kurator Tenun), dan Ratna Zhuhry (Kurator Mutiara).

Sebagai bukti bahwa produk yang dibelinya benar-benar asli, pembeli di WARISAN 2019 akan mendapatkan sertifikat. Para pengunjung dapat memilih dan membeli batik, tenun, dan mutiara yang dijual oleh peserta pameran dari berbagai daerah di Indonesia yang berjumlah sekitar 130 stand.

Pameran warisan 2019
Pameran WARISAN 2019 di JCC | Foto: HIghlight.ID

Untuk menambah daya tarik, Pameran WARISAN yang mengusung tema motif batik Gurdho dimeriahkan pula dengan pertunjukan musik tradisional, kuis tebak batik, tenun, dan mutiara dengan total hadiah jutaan rupiah, serta WARISAN Award. Selain itu, ada pula workshop dan kompetisi draperi yang melibatkan siswa/i SMK Negeri jurusan Tata Busana di DKI Jakarta.

Menargetkan transaksi sebesar Rp20 miliar dan 10 ribu pengunjung, WARISAN 2019 dibuka untuk umum mulai dari pukul 10 pagi sampai 9 malam. Tiket masuk pengunjung yakni sebesar Rp100 ribu. Bagi pengunjung yang memakai pakaian atau aksesori berupa batik, tenun atau mutiara maka tidak dikenakan biaya alias gratis.