Home Business 12 Merek Pakaian Branded Asal Jepang, Casual Hingga Streetwear

12 Merek Pakaian Branded Asal Jepang, Casual Hingga Streetwear

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@bape_japan

Highlight.ID – Bicara tentang fashion, maka Jepang patut menjadi sorotan karena di negara inilah lahir merek maupun desainer fesyen ternama. Harajuku yang terletak di Distrik Shibuya, Tokyo dikenal sebagai tempat nongkrong anak-anak muda Jepang. Di kawasan ini pula, banyak ditemukan toko-toko pakaian yang koleksinya menjadi incaran penggemar fashion.

Tak sedikit fashion brand Jepang yang membuka toko pertamanya di Harajuku. Beberapa merek fashion Jepang sudah sering kita dengar namanya seperti A Bathing Ape (BAPE), Comme des Garçons atau UNIQLO. Jika kepengen belanja pakaian branded asal Jepang, maka kamu wajib simak ulasan berikut ini!



Fashion Brand Jepang Paling Populer

1. UNIQLO

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@uniqlo

Yamaguchi, Jepang menjadi tempat lahirnya jenama fesyen yang popularitasnya telah mendunia, UNIQLO. Berdiri pada tahun 1949, UNIQLO menjadi merek global dengan lebih dari 1000 toko di seluruh dunia. Dengan konsep ” LifeWear”, UNIQLO menawarkan aneka ragam pakaian casual untuk pria dan wanita serta anak-anak.

Di Indonesia, outlet UNIQLO dapat ditemukan di mall-mall terkemuka yang ada di kota-kota besar. Koleksi UNIQLO yang sangat beragam dapat mulai dari pakaian atasan, pakaian bawahan hingga aksesoris seperti tas, sepatu hingga topi yang dapat dipadupadankan satu dengan lainnya.

Baca juga:




2. United Arrows

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@unitedarrows_official

Jalanan Shibuya, Tokyo menjadi tempat lahirnya brand pakaian United Arrows. Berdiri pada tahun 1989, United Arrows menunjuk Osamu Shigematsu sebagai Presiden pertamanya. Setahun kemudian, United Arrows membuka tokonya yang pertama di Shibuya, Tokyo dan diikuti toko-toko lain pada tahun-tahun berikutnya. United Arrows memiliki The Green Label relaxing brand yang menargetkan pembeli yang lebih muda dan kasual.

Pada Desember 1999, United Arrows meluncurkan Chrome Hearts, salah satu line produknya. Kini, United Arrows mengelola lebih dari 250 butik high-end yang tersebar di wilayah Tokyo. Koleksi United Arrows meliputi pakaian pria dan wanita dengan model yang terus berganti-tiap tiap musim.

3. A Bathing Ape (BAPE)

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@bape_japan

Mengkhususkan pada pakaian bergaya streetwear, A Bathing Ape atau dikenal dengan BAPE membuka toko pertama kalinya di Harajuku, Shibuya, Jepang pada tahun 1993. Tomoaki Nagao atau dikenal dengan Nigo, desainer, produser, dan DJ, adalah orang di balik kesuksesan BAPE. Nama BAPE itu sendiri terinpirasi dari sebuah film berjudul “Planet of The Apes”.

Kepopuleran BAPE mulai melonjak pada akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000-an. Menyadari popularitas BAPE yang semakin meningkat, Nigo melakukan berbagai macam langkah strategis. Salah satunya yakni dengan melakukan kolaborasi dengan perusahaan ternama Pepsi. Pada pertengahan 2000-an, Nigo bertemu dengan rapper Pharrel yang membuat BAPE dikenal oleh dunia Barat.

4. BEAMS

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@beams_official

Butik pertama BEAMS dibuka pada Februari 1976 yang menempati ruangan kecil seluas 21,5 meter persegi. BEAMS yang didirikan oleh Etsuzo Shitara populer di kalangan anak muda baik pria maupun wanita yang berusia 20-25 tahun. Dengan konsep “street & American Casual”, BEAMS tak hanya membuka toko di Jepang tapi juga di negara lain seperti New York, Milan, London, dan Paris. Dengan demikian, boleh dikatakan bahwa BEAMS merupakan merek Jepang yang telah mendunia.

5. Comme des Garçons

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@commedesgarcons

Seorang fashion designer kenamaan Rei Kawakubo mendirikan Comme des Garçons pada tahun 1969. Comme des Garçons yang dikenal dengan desainnya yang bernuansa avant-garde dan nonkomersial berarti “like the boys” dalam bahasa Prancis. Sebagai seorang desainer, Rei Kawakubo sering tampil di beberapa pekan mode bergengsi.


Misalnya pada Paris Fashion Week tahun 1981 di mana ia bersama desainer Jepang lainnya mampu mencuri perhatian pemerhati mode. Mereka mendobrak aturan-aturan desain konvensional dengan menghadirkan koleksi yang belum pernah dilihat sebelumnya.

6. Cecil McBee

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@cecilmcbee_official

Berdiri pada tahun 1984, Cecil McBee yang berada di bawah naungan Delica Co. menyasar wanita muda sebagai target pasar utamanya. Selain menargetkan perempuan muda, Cecil McBee juga meluncurkan koleksi yang diperuntukkan bagi wanita yang lebih dewasa.

Cecil McBee sendiri namanya sama dengan seorang penyanyi jazz asal Amerika Serikat. Meski demikian, keduanya sama sekali tidak memiliki hubungan apapun. Bahkan karena kesamaan nama, Cecil McBee, sang musisi jazz pernah melayangkan gugatan kepada merek fashion asal Jepang tersebut.

7. WEGO

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@wego_official

WEGO merupakan merek fesyen ternama yang berasal dari Shibuya, Tokyo. Koleksi WEGO berupa pakaian kasual yang keren dan trendy yang dikenal oleh kalangan muda Jepang. Dengan konsep “mix used style, WEGO menawarkan koleksi seperti t-shirt, pakaian atasan, pakaian bawahan, hingga outerwear.

8. Tsumori Chisato

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@tsumori_chisato

Lahir di kota Saitama, Jepang, Tsumori Chisato sangat mengagumi kebudayaan Prancis dan fashion. Pada tahun 1990, Tsumori Chisato mulai mengembangkan brand-nya sendiri. Ia menampilkan koleksi pertamanya di Japan Fashion Week pada tahun yang sama.

Style yang menjadi ciri khas Tsumori Chisato yakni tekstil yang inovatif, penggunaan embroidery, appliques, dan print. Kecintaan Tsumori Chisato pada Prancis membuatnya membuka toko di negara tersebut, tepatnya di distrik Marais. Selain itu, koleksi Tsumori Chisato juga dipasarkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Italia, Rusia, dan Skandinavia.

9. Snidel

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@snidel_official

Mengusung konsep “street formal”, Snidel cukup populer di kalangan wanita Jepang usia sekolah hingga 20-an. Didesain oleh Asami Kusugami, Snidel membuka toko pertamanya di Cat Street di Harajuku pada April 2005. Selanjutnya, Snidel memperluas cakupannya dengan membuka butik di Shibuya, Nagoya, Shinjuku, Yokohama, dan kota-kota lain di Jepang.

10. Undercover

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: undercoverism.com

Sebelum berkecimpung di dunia fashion, Jun Takahashi dikenal sebagai seorang musisi. Ia tergabung dalam sebuah grup band beraliran punk dan pada saat yang bersamaan belajar di sekolah mode. Pengaruh musik dalam karya-karya Jun Takashi terlihat kental di mana ia sering menampilkan ikon-ikon yang berkaitan dengan musik.

Jun Takashi yang lahir di sebuah desa bernama Kiryu menjual kaos dan barang-barang vintage. Kepopuleran Undercover semakin naik ketika beberapa toko ternama di Harajuku menjual koleksinya. Dalam perkembangannya, Jun Takashi menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh dalam ranah mode Jepang.

Baca juga:

11. WTAPS

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@wtaps_tokyo

Sebelum WTAPS (dibaca: Double taps) lahir, Tetsu Nishiyama atau dikenal dengan “TET” telah merintis bisnisnya dengan label FPAR (Forty Percent Against Rights). Baru pada tahun 1996, WTAPS muncul dengan fokus pada pakaian bernuansa militer. Double Taps itu sendiri merupakan istilah yang sering dipakai di dunia militer yang mengacu pada teknik menembak.

WTAPS melandaskan koleksinya pada 2 prinsip dasar, yaitu “miya-daiku”, sebuah filosofi tukang kayu Jepang, dan Taoisme. Sebagai merek fashion Jepang yang berpengaruh, WTAPS pernah berkolaborasi dengan brand-brand ternama seperti Vans, Supreme, dan Porter.

12. Neighborhood

Fashion brand Jepang
Merek fashion Jepang | Foto: Instagram/@neighborhood_official

Neighborhood yang didirikan Shinsuke Takizawa pada tahun 1994 merupakan merek streetwear Jepang. Neighborhood memproduksi pakaian yang dikombinasikan dengan nuansa militer, outdoor, dan subkultur motor Amerika. Meski demikian, Neighborhood tak hanya diperuntukkan untuk gaya hidup vintage dan motor namun untuk siapa saja yang mengutamakan fungsi suatu produk. Koleksi yang menjadi ciri khas Neighborhood seperti denim yang didesain seperti rusak dan pudar, pakaian kerja, dan jaket kulit motor.