Highlight.ID – Digelar untuk yang ketujuh kalinya, Festival Batik Banyuwangi 2019 mampu mendongkrak kualitas batik lokal. Tak hanya itu, festival tahunan yang berlangsung di Gelanggang Seni Budaya, Taman Blambangan, Banyuwangi tanggal 23 November 2019 menaikkan pendapatan perajin dan UMKM batik. Tahun ini, Festival Batik Banyuwangi mengangkat motif batik “Blarak Sempal”.
Abdullah Azwar Anas selaku Bupati Banyuwangi mengatakan, “Festival ini bukan cuma soal menampilkan batik di panggung, tapi instrumen menggerakkan partisipasi masyarakat dan menumbuhkan kewirausahaan batik hingga pelosok desa.” Anas menambahkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi telah mendorong peningkatan ekonomi perajin batik.
Baca juga:
- Jogja Fashion Parade 2019 Suguhkan Modest Wear Karya Desainer Lokal
- Modest Wear Bernuansa Etnik dan Kontemporer di Jogja Fashion Week 2018
- Jogja International Batik Biennale 2018 Sebagai Representasi Kota Batik Dunia
“Ada dua sektor yang paling cepat menggerakkan ekonomi pariwisata, yaitu food dan fashion. Maka industri fashion lokal kita perkuat. Alhamdulillah, lonjakan jumlah perajin batik sangat pesat. Dulu mereka hanya bisa menjual belasan lembar kain per bulan, tapi kini bisa jual ratusan lembar kain batik per bulan,” ujar Anas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah melakukan berbagai upaya untuk menaikkan kapasitas produksi perajin batik. Hingga saat ini, berbagai tema pelatihan batik telah digelar sebanyak 54 kali dengan menyasar 6.480 warga dan perajin batik. Materi yang diberikan mulai teknik membatik, pewarnaan alami, desain busana, kemasan dan branding, pengelolaan limbah, hingga pemasaran digital.
“Jadi, pemerintah daerah tidak hanya memfasilitasi promosi lewat festival ini, tapi juga secara terintegrasi meningkatkan kapasitas perajin batik,” papar Anas.
Parade busana ini menghadirkan 120 busana batik dari 12 desainer lokal 15 perajin batik Banyuwangi, serta 8 desainer nasional dan internasional. Para desainer berhasil menyuguhkan karya-karya menarik, mulai casual, street wear, hingga spesial occasion seperti baju seremonial dan baju pesta.
Pada perhelatan tahun ini, Pemkab Banyuwangi menggandeng desainer nasional kenamaan Samuel Wattimena. Samuel membawakan 10 karya desain hasil rancangannya dengan bahan kain batik Blarak Sempal. Dikenal sebagai desainer yang konsisten mengangkat kain Nusantara, Samuel pun tidak meninggalkan kekhasannya. Ia memadukan Batik Blarak Sempal dengan kain Nusantara seperti lurik dan tenun.
“Saya kagum kepada Banyuwangi yang memberi ajang luas bagi desainer lokal. Pengemasannya juga tematik sesuai motif-motif lokal, ini berarti Banyuwangi punya kesadaran untuk memaksimalkan potensi batiknya,” kata Samuel.
Samuel melihat, desainer lokal Banyuwangi bisa mengomunikasikan karyanya dengan baik. “Saya yakin, jika berbagai langkah kreatif Banyuwangi ini terus didorong ke depan, maka industri batik Banyuwangi bakal semakin eksis dan kompetitif di industri fashion nasional,” ujarnya.