Home Business Festival Harbolnas Dongrak Penjualan UMKM Hingga 200%

Festival Harbolnas Dongrak Penjualan UMKM Hingga 200%

Kategori produk paling laris banyak dicari di Tokopedia toko online shop
Ilustrasi | Gambar: freepik.com/jcomp

Highlight.ID – Pada bulan Mei 2020, pemerintah meluncurkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI) untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk ke ranah digital. Sejak program tersebut diluncurkan, sudah ada lebih dari 1,1 juta UMKM yang bergabung dari target 10 juta hingga akhir tahun ini. Tujuan dari program ini yakni agar UMKM dapat mengembangkan bisnisnya secara online apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Untuk mempercepat akselerasi digital, BBI berkolaborasi bersama sejumlah marketplace ternama di Indonesia seperti Lazada, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan Tokopedia. Ada pula Gojek dan Grab yang siap menghubungkan UMKM dengan para pelanggannya. BBI juga mendapatkan dukungan dari beberapa Kementrian dan Bank Indonesia. Para anggota BBI akan mendapatkan berbagai macam kemudahan yang tak didapatkan di tempat lain di antaranya yakni kemudahan dalam mengakses informasi dan pelatihan.

Mereka dapat langsung go digital (onboarding) melalui platform yang tersedia di website resmi BBI. Pada webinar ,“Road to Harbolnas 2020: Cara Jitu Raih Transaksi Berlimpah” tanggal 27 November 2020, Arshi Adini, Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengatakan, “Semuanya tidak dikenakan biaya, ini memang program pemerintah lebih mengedukasi dan lebih mengakselerasi digital lebih cepat. Lalu, selanjutnya setelah mereka diedukasi, mereka akan mendapat insentif-insentif dari pemerintah maupun eCommerce.”

Baca Juga:
Lazada Belanja 11.11 Berikan Ribuan Voucher dan Diskon Harga Produk Branded

Festival Hari Belanja Online Nasional Harbolnas sarana mendongkrak penjualan UMKM
Ilustrasi | Gambar: freepik.com/jcomp

Sebagai bentuk apresiasi kepada UMKM, diselenggarakan lah BBI Awards yang terbagi menjadi 11 kategori mulai dari kuliner hingga animasi. Para pemenang BBI Awards akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai yang merupakan wujud bantuan konkrit BBI kepada UMKM.

Satu hal yang menjadi pertimbangan untuk mendukung kesuksesan UMKM di dunia digital yakni strategi pemasaran untuk bersaing dengan pebisnis lainnya yang sudah onboarding duluan. Selain itu, UMKM juga perlu mempertimbangkan aspek pemasaran lainnya seperti periklanan digital misalnya.

Selama 2020, idEA telah melakukan pemetaan UMKM dan mendapatkan 3 tier: Tier 1, daerah dengan jumlah onboarding lebih besar dari 10%; Tier 2, daerah dengan jumlah onboarding kurang dari 10%; dan Tier 3, daerah dengan jumlah onboarding kurang dari 1%. Menurut Arshi, pemetaan ini bertujuan agar UMKM mendapatkan insentif dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga:
Lazada dan idEA Berikan Tips Tingkatkan Penjualan Bagi Pelaku UMKM

Harbolnas

Festival Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang telah diselenggarakan selama 9 tahun bertujuan untuk meningkatkan daya beli konsumen. “Perlu ada dorongan pembelian konsumen. Salah satu insentif untuk menaikkan sales volume dalam durasi singkat adalah festival belanja dengan tawaran menarik. Jadi, dalam 2 hari, 1 minggu, 1 bulan, ada urgency konsumen beli,” Arshi menerangkan.

Agar festival belanja dapat sukses, maka diperlukan dukungan dari banyak pihak. Arshi menngatakan bahwa idEA mempunyai sekitar 230 anggota yang diarahkan untuk melakukan kampanye dan mengedukasi konsumen dengan benar pada masa festival belanja.

Untuk mendukung pelaksanaan Harbolnas, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), instansi pemerintah, dan pihak swasta seperti provider logistik turut bergabung memberikan berbagai macam kemudahan bagi UMKM. Harbolnas yang mengalami peningkatan peserta setiap tahunnya dapat membantu UMKM untuk menaikkan omset penjualannya. Berdasarkan riset yang dilakukan idEA, dalam dua tahun terakhir, festival Harbolnas mampu menaikkan transaksi hingga 200%.

Dalam penyelenggaraan festival Harbolnas ini, idEA mendorong anggotanya untuk melakukan kegiatan promosi dengan baik dan benar. Selain itu, idEA juga menerapkan beberapa peraturan yang harus ditaati sebagai bentuk pertanggungjawaban atas program yang dilakukan.

Menurut Arshi, Harbolnas tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena berada dalam situasi pandemi Covid-19. Perbedaannya, Harbolnas tahun ini berlangsung lebih lama mulai dari 1 – 31 Desember 2020. “Tahun ini, kita melihat bahwa perlu adanya extend program, perlu adanya aktivasi online full sampai  dengan  Desember. Memang puncaknya di 12.12, Harbolnas. Tapi, 16 – 31 Desember, kita bilangnya bulan diskon akhir tahun. Itu akan ada full aktivasi online supaya customer tetap engage,” kata Arshi.