Home Business FMIPA UI dan Merck Dirikan Laboratorium Ilmu Hayati

FMIPA UI dan Merck Dirikan Laboratorium Ilmu Hayati

FMIPA Universitas Indonesia (UI) dan Merck mendirikan laboratorium Ilmu Hayati
Penandatanganan Induk Perjanjian Kerja Sama Merck dan UI | Foto: Ist.

Highlight.ID – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dan Merck, hari ini  (31/3) mengumumkan inagurasi bentuk nyata kemitraan strategis untuk mendirikan Laboratorium Kolaborasi antara perusahaan dan UI. Laboratorium kolaborasi yang berlokasi di Gedung Departemen Biologi FMIPA UI ini didirikan untuk membantu memajukan penelitian dan perkembangan inovasi Ilmu Hayati (life science) di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Induk Perjanjian Kerja Sama antara Merck dengan Universitas Indonesia, serta inagurasi oleh Prof. Bambang Brodjonegoro, S.E., M.U.P, Ph.D, Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia.

“Universitas Indonesia adalah salah satu pusat penelitian paling terkemuka di Indonesia,” kata Christopher Thomas, Presiden Direktur PT Merck Chemicals dan Life Science. “Melalui Laboratorium Kolaborasi ini, Merck akan memfasilitasi kebutuhan peralatan laboratorium canggih, mendukung transfer keahlian dan pengetahuan, serta memperluas akses laboratorium kepada akademisi dan ilmuwan untuk penelitian life science dari dalam dan luar UI, termasuk lembaga penelitian lainnya. Kami berharap dukungan kami dapat memberdayakan para peneliti muda untuk menghasilkan penelitian dan terobosan life science berkualitas dunia.”

Baca Juga:
Jogja Flight Miliki Laboratorium Pesawat Boeing untuk Praktikum Siswa

FMIPA Universitas Indonesia (UI) dan Merck mendirikan laboratorium Ilmu Hayati
Kata Sambutan Menristek, Rektor UI dan Presiden Direktur MCLS | Foto: Ist.

“Laboratorium Kolaborasi ini adalah bagian dari strategi besar Indonesia untuk mendorong ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi yang berbasis inovasi. Berdasarkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017 – 2045, memiliki visi pada tahun 2045 Indonesia diharapkan bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah menjadi negara dengan ekonomi maju, dasarnya adalah daya saing dan kedaulatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Prof. Bambang.

“Upaya untuk melahirkan riset dan teknologi yang kuat, tidak bisa sendirian dan harus melibatkan berbagai pihak. Sejak tahun 2020, Kemristek mendorong Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020 – 2024 dengan berbagai fokus di antaranya melahirkan inovasi yang tepat guna, mudah dijangkau, inovasi melahirkan substitusi impor dan peningkatan lokal konten, inovasi yang melahirkan nilai tambah terutama dari sumber daya alam beserta komersialisasi, dan inovasi yang bisa mengejar frontier technology,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Bambang mengatakan bahwa upaya yang dilakukan FMIPA UI dan Merck sejalan dengan PRN, yakni menjembatani gap yang sangat besar antara penelitian dan dunia usaha. “Kolaborasi ini adalah solusi yang sangat bagus, karena kerja sama sudah berjalan baik sejak awal (hulu), kemudian dapat dilanjutkan inovasi, industrialisasi, hingga tahap komersialisasi. Kami selalu mendukung kerja sama yang memupuk dunia riset dan inovasi di Indonesia. Kami berharap apa yang dilakukan Merck dan UI dapat memacu lebih banyak kolaborasi, khususnya dalam dunia life science di negeri ini.”

Baca Juga:
Terbesar di Asia Pasifik, Huawei ASEAN Academy Resmi Dibuka di Indonesia

FMIPA Universitas Indonesia (UI) dan Merck mendirikan laboratorium Ilmu Hayati
Narasumber Sesi Talk Show | Foto: Ist.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., menyambut baik kerja sama dan inisiatif dari Merck untuk membangun Laboratorium Kolaborasi di FMIPA UI. “PT Merck Chemical and Life Sciences (MCLS) mendukung peralatan Laboratorium Kolaborasi di Departemen Biologi FMIPA UI untuk memperkuat penelitian bidang Life Sciences. Kerja sama UI dengan MCLS dalam bidang penelitian life sciences ini diinisiasi untuk memperkuat penelitian di bidang pemantauan lingkungan, analisis kimiawi, mikrobiologi dan biologi molekuler, serta inovasi di bidang pangan, pertanian, dan pengelolaan limbah,” ujar Prof. Ari.

“Salah satu tantangan pengembangan life science dan riset di Indonesia adalah kolaborasi yang minimal dengan para ahli industri. Dukungan dari Merck adalah jawaban tepat sekaligus menjadi katalis untuk menggerakkan inovasi dan penelitian di bidang life science. Dengan kolaborasi ini, kami berharap banyak ilmuwan muda Indonesia bisa memproduksi riset life science yang optimal sehingga dapat memberikan solusi untuk berbagai masalah yang ada, khususnya terkait pandemi dan perubahan iklim saat ini,” kata Prodita Sabrini, Executive Editor The Conversation Indonesia.

Merck akan menerapkan proses pendampingan berkelanjutan serta serangkaian lokakarya dan seminar untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian kepada ilmuwan dan akademisi UI sebagai bagian dari kolaborasi.