Home Arts Eco Fashion Week Indonesia 2019 Tampilkan Kain Tenun Daerah Tertinggal

Eco Fashion Week Indonesia 2019 Tampilkan Kain Tenun Daerah Tertinggal

Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) 2019 menampilkan sejumlah pameran dan fashion show
Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) 2019 | Foto: Instagram/@ditjenpdt

Highlight.ID – Selama tiga hari, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melaksanakan acara Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) 2019. Kegiatan yang telah menginjak tahun kedua ini berlangsung tanggal 5 – 7 Desember 2019 di Lantai UG Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Abdul Halim Iskandar selaku Menteri Desa PDTT mengatakan “Kami akan dukung terus semua kegiatan yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Semua hal yang berkaitan dengan seni Indonesia mari bersama-sama kita angkat agar bisa diketahui oleh pihak yang lebih luas. Diharapkan, ke depannya kegiatan ini juga tidak hanya dilaksanakan di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lainnya,”

Baca juga:

Menurut Abdul Halim, desa dan daerah tertinggal memiliki sumber daya yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Kegiatan ini memberikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia sangat berkomitmen terhadap isu perubahan iklim, salah satunya dengan mengusung konsep pewarnaan alami. Produk-produk dari daerah tertinggal perlu ditingkatkan terus untuk bisa mendukung pertumbuhan daerahnya,” kata dia. Selanjutnya, proses pewaranaan alami pada produk tenun-tenun tersebut dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul “Pewarnaan Alam: Jendela Menuju Mode Berkelanjutan”.

Sementara itu, Samsul Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, mengatakan, “Eco Fashion Week sudah masuk tahun kedua. Kalau tahun lalu hanya ada dua kabupaten, yaitu Ternate dan Pulau Dao. Tahun ini akan ada empat lagi, Nias Selatan, Lombok Tengah, Donggala dan Timor Tengah Selatan.”

Ia berharap, lewat acara Eco Fashion Week Indonesia, hasil karya perajin Indonesia dapat dikenal lebih luas hingga ke seluruh dunia. “Harapan saya, bagaimana segala sesuatu yang selama ini ada di bumi Indonesia dapat diangkat dan milik lokal menjadi milik dunia sehingga di manapun kita bisa memperkenalkan Indonesia memang sangat kaya, beragam, tetapi Indonesia tetap satu,” tambahnya.

Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) 2019 menampilkan sejumlah pameran dan fashion show
Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) 2019 | Foto: Instagram/@ditjenpdt

Live in Designer

Samsul juga menjelaskan bahwa Eco Fashion Week Indonesia mengusung konsep live in designer. Konsep ini mendatangkan langsung designer yaitu Merdi Sihombing untuk bisa tinggal bersama para penenun di daerah tertinggal selama 1 minggu. Selama kurun waktu itulah para penenun langsung belajar bagaimana cara pewarnaan alam dan pembuatan motif tenun terbaru dari designer. Untuk tahun 2019, produk tenun dan kerajinan yang ditampilkan berasal dari 5 daerah tertinggal yaitu Lombok Tengah, Donggala, Nias Selatan, dan Timor Tengah Selatan.

Kegiatan EFWI 2019 menampilkan 50 koleksi tenun tradisional asli Indonesia yang berasal dari 4 kabupaten lokasi pelaksanaan live in designer 2019, yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Donggala, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Adapun rangkaian acara Eco Fashion Week Indonesia 2019 meliputi pameran, fashion show, dan bazaar.

Eco Fashion Week menjadi salah satu rangkaian kegiatan dari program live in designer yang digagas sejak Tahun 2018 oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDTT. Tujuannya adalah agar tenun Indonesia dapat berkembang lebih optimal, terutama pada aspek promosi dan pemasaran.

Live in designer sendiri merupakan sebuah program pelatihan bagi para penenun lokal, di mana seorang designer tinggal bersama mereka dan mengajari proses menenun yang benar serta mengajak mereka untuk back to nature dalam menggunakan bahan dan pewarna alami (natural dye). Hasil dari pelatihan ini selanjutnya di tampilkan dan di promosikan dalam event Eco Fashion Week.