Home Lifestyle Culture Jazz Traffic Festival 2018 Suguhkan Kolaborasi Antargenre Musik dan Lintas Generasi

Jazz Traffic Festival 2018 Suguhkan Kolaborasi Antargenre Musik dan Lintas Generasi

liputan event konser musik terbaru jazz traffic festival 2018 di surabaya indonesia foto gambar penyanyi musisi nasional luar negeri internasional update jadwal berita informasi terkini acara kegiatan lineup
Errol Jonathans (paling kanan) bersama penampil Jazz Traffic Festival 2018 pada sesi konferensi pers | Foto: Dok. Highlight.id

Highlight.id – Memasuki tahun ke delapan, Jazz Traffic Festival (JTF) yang diselenggarakan oleh Suara Surabaya Media menghadirkan warna baru. Kali ini, JTF yang telah berlangsung sejak tahun 2011 dan diselenggarakan tiap tahun menyajikan perpaduan antargenre musik dan musisi jazz antargenerasi. Namun, kolaborasi pada JTF tersebut masih tetap mempertahankan karakter musik jazz pada umumnya.

JTF yang dipentaskan di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya pada tanggal 25-26 Agustus 2018 mengundang lebih dari 400 musisi dari dalam dan luar negeri. Ratusan musisi tersebut mempertontonkan lebih dari 50 pertunjukan musik  di lima panggung JTF.




Usung Tema “The Future is Now”

Errol Jonathans, Chairman IndiHome Jazz Traffic Festival 2018, mengatakan, “Dalam sejarah Jazz Traffic Festival sejak tahun 2011, baru tahun ini (2018) musisinya banyak, yang bisa ditampilkan. Bukan hanya saja dalam negeri tetapi ada juga yang dari luar Indonesia.”

“Tema besar yang diusung adalah ‘The Future is Now’, bahwa masa depan itu dimulai pada saat ini.” Menurut Errol Jonathans yang juga sekaligus Direktur Utama Suara Surabaya (SS) Media, menjelaskan bahwa regenerasi musik jazz sedang terjadi dan masa depan musik jazz sudah terlihat dari sekarang.

Baca juga:

“‘The Future is Now’ ini memberikan sebuah gambaran bagaimana proses dalam perjualan musik jazz di Indonesia itu benar-benar sudah mengalami proses regenerasi,” ujar Errol.

“Kita melihat bagaimana jazzer-jazzer milenial Indonesia ini luar biasa terutama lewat perjalanan ‘MLD Jazz Wanted 2018’, ujar Errol.

Musisi yang menjadi pemenang “MLD Jazz Wanted 2018” bergabung dalam band dan mengiringi 2 penyanyi Indonesian Idol, Abdul dan Marion Jola.

Tampilkan Ratusan Musisi Antargenre

Lebih lanjut, ia menjelaskan apa yang dimaksud dengan tema besar tersebut, “Musik jazz itu adalah musik yang sangat fleksibel untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan jenis musik apapun.”

Tahun ini, Gilang Ramadhan yang merupakan drummer dan musisi jazz berkolaborasi dengan Eet Sjahranie, gitaris God Bless yang beraliran rock. Menanggapi kolaborasi tersebut, Errol mengatakan bahwa rock dan jazz itu betul-betul bisa menjadi satu bagian.

Kolaborasi lainnya yang ditampilkan pada JTF 2018 yaitu Indra Lesmana Surya Sewarna feat Dewa Bujana, Idang Rasjidi, dan Dwiki Dharmawan. Lalu ada Sandy Winarta Space Traveler, Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, Syaharani and Queenfireworks, juga grup Kayon-Indra Pra Gilang.


Sedangkan deretan musisi Tanah Air yang mengisi line up JTF 2018 dan dekat di kalangan anak muda di antaranya adalah Gamaliel Audrey Cantika (GAC), Raisa Andriana, HiVi!, Kunto Aji, Yura Tunita, Isyana Sarasvati, dan Tulus. Selain itu, tampil pula para musisi senior yang beraliran jazz seperti Indra Lesmana, Idang Rasjidi, Dewa Bujana, dan Syaharani. Sedangkan musisi jazz muda yang tampil adalah Sri Hanuraga, Indra Gupta, dan Sandy Winarta.

Para musisi jazz senior dan muda berkolaborasi dalam pertunjukan yang bertajuk “Tribute to Bubi Chen”. Pertunjukan tersebut merupakan bagian spesial dari JTF 2018 mengingat jasa Bubi Chen dalam mengasuh program Jazz Traffic di Radio Suara Surabaya selama kurang lebih 25 tahun.

Perjuangan Bubi Chen dalam meregenerasi musik jazz dimulai sejak tahun 1985. Lewat program Jazz Traffic, ia mengedukasi anak muda dengan cara memperkenalkan jazz rock dan fussion kepada mereka.

Pada perhelatan JTF 2018, tampil pula Via Vallen Project, yaitu pementasan Via Vallen di atas panggung yang berkolaborasi dengan para jazzer.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada lagi rundown dalam bentuk cetakan di atas kertas. Inovasi yang dilakukan penyelenggara JTF 2018 yaitu menyediakan rundown dalam bentuk aplikasi digital yang bisa diunduh lewat handphone masing-masing. Jadi, penonton lebih mudah untuk melihat rundown, siapa artis yang akan tampil dan jam berapa mereka berada di atas panggung.

Errol berharap bahwa Jazz Traffic Festival bisa menawarkan hal-hal unik dan baru yang bisa menjadi daya tarik. Menurutnya lagi, itu bukan hanya strategi untuk menarik perhatian penonton tapi lebih kepada bagaimana kita bisa membangun apresiasi terhadap musik jazz itu sendiri.



Artikel Menarik:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here