Home Arts 9 Prospek Kerja Buat Lulusan Tata Rias dan Kecantikan

9 Prospek Kerja Buat Lulusan Tata Rias dan Kecantikan

Jenis macam pekerjaan profesi lulusan tata rias alumni jurusan beauty
Ilustrasi | Foto: burst.shopify.com

Highlight.ID – Jenis-jenis pekerjaan yang bisa ditekuni setelah lulus dari Jurusan Tata Rias dan Kecantikan perlu diketahui oleh para mahasiswa maupun mereka yang ingin kuliah di jurusan tersebut. Tujuannya agar setelah lulus, mereka nggak kebingungan lagi mau kerja apa nantinya. Kabar baiknya, industri kecantikan memberikan peluang kerja yang sangat lebar.

Ada berbagai macam profesi menarik yang cocok buat lulusan Jurusan Tata Rias dan Kecantikan mulai dari hairstylist, beautician hingga makeup artist (MUA). Bagi kamu yang mempunyai jiwa wirausaha yang kuat, ada banyak bisnis yang bisa ditekuni seperti salon kecantikan atau berjualan produk-produk kosmetik.

Ragam Profesi untuk Lulusan Tata Rias dan Kecantikan




1. Beautypreneur

Kebanyakan, lulusan perguruan tinggi akan sibuk mencari pekerjaan ke sana kemari. Mengapa hal itu tidak dirubah dengan menjadi pengusaha di bidang kecantikan? Memang, banyak kendala yang dihadapi ketika ingin memulai usaha tak terkecuali keterbatasan modal. Namun apabila kamu sudah mempunyai pengalaman dan keterampilan yang mumpuni, menjadi beautypreneur adalah pilihan yang bagus.

Bisnis di bidang kecantikan sangatlah banyak. Apabila kamu mempunyai kemampuan merias wajah, kamu bisa menawarkan jasa makeup kepada orang-orang. Memulai usaha jasa rias wajah adalah permulaan yang bagus apabila kamu tertarik berbisnis. Jika mempunyai modal lebih, kamu bisa membuka usaha salon kecantikan atau berjualan produk-produk kosmetik. Apalagi sekarang ada media sosial yang memudahkanmu dalam mempromosikan bisnis kecantikan.

Baca Juga:
4 Kampus Negeri yang Buka Program Studi Tata Rias dan Kecantikan

2. Beauty Advisor (BA)




Beauty advisor (BA) tak beda jauh dengan jauh dengan sales promotion girls (SPG) pada umumnya yang sering dijumpai di toko-toko ritel atau supermarket. Bedanya, beauty advisor yang sering disebut juga dengan beauty consultant memfokuskan diri pada produk-produk kosmetik. Beauty advisor atau SPG kosmetik mempunyai sejumlah tugas dan tanggung jawab yang ditentukan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Yang pasti, peran utama beauty advisor adalah memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan.

Sebagai garda terdepan perusahaan, beauty advisor harus menguasai product knowledge dengan baik. Itu adalah persyaratan utama agar beauty advisor bisa melakukan penjualan. BA juga dibebani dengan sejumlah target penjualan sehingga kemampuan persuasi dan public speaking menjadi poin kunci. Selain penguasaan product knowledge, beauty advisor juga harus bisa mendemonstrasikan penggunaan alat-alat kosmetik. Keterampilan ini penting agar beauty advisor bisa meyakinkan calon pembeli.

Untuk bisa bekerja menjadi beauty advisor, lulusan Jurusan Tata Rias bisa melamar pekerjaan di perusahaan kosmetik yang ada di Indonesia. Apabila diterima, kamu akan ditempatkan di toko-toko di wilayah atau kota tertentu. Beauty advisor akan berkoordinasi dengan distributor center (DC) di mana ia bekerja. Apabila mempunyai prestasi yang bagus, bukan tidak mungkin beauty advisor mendapatkan promosi jabatan.

3. Hair Stylist

Biasanya bekerja di salon kecantikan, hair stylist atau dikenal pula dengan hairdresser bertanggung jawab memberikan treatment rambut kepada klien. Jenis-jenis perawatan rambut yang dilakukan hair sylist mulai dari potong rambut, styling, coloring, hair scalp, keratin treatment, detox treatment, dan lain sebagainya. Seorang hair stylist tentu harus bisa memakai alat-alat salon yang memudahkan pekerjaannya.

Baca Juga:
9 Jenis Pekerjaan untuk Cewek yang Menyenangi Bidang Kecantikan

Untuk bisa memuaskan pelanggan, hair stylist harus mengerti berbagai macam gaya rambut. Hair stylist memberikan konsultasi kepada klien dan memberikan jenis perawatan yang paling tepat sesuai kondisi rambut klien. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi juga menjadi faktor penting yang memberikan nilai tambah bagi hair stylist. Satu hal lagi, hair stylist harus mengerti berbagai macam produk perawatan rambut mulai dari sampo hingga kondisioner beserta kelebihan dan kekurangannya.

4. Makeup Artist (MUA)

Seorang makeup artist (MUA) bisa bekerja di salon, penyedia jasa kecantikan atau mandiri. Banyak di antara mereka yang sudah mempunyai keterampilan yang memadai dalam hal merias wajah membuka usaha sendiri dengan membuka jasa makeup artist. Apabila tertarik menjadi makeup artist, kamu tentu harus menguasai pemakaian ragam peralatan makeup. Lebih dari itu, MUA harus mampu menghasilkan riasan wajah yang bagus dan sesuai dengan selera klien.

Selama kuliah, mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan sudah diperkenalkan dengan berbagai macam alat makeup. Namun itu belum cukup, karena seorang MUA perlu banyak latihan mengaplikasikan makeup ke wajah orang. Semakin sering ia merias wajah orang semakin tinggi pula jam terbangnya. Makeup artist juga harus mengikuti perkembangan tren kecantikan terkini dan memahami selera konsumen agar kariernya terus maju.

5. Beautician

Beautician atau disebut pula dengan esthetician banyak dibutuhkan oleh salon, spa atau klinik kecantikan. Tanggung jawabnya yakni memberikan layanan kecantikan untuk memperbaiki penampilan klien sehingga membuat mereka merasa lebih baik dengan dirinya. Jenis-jenis perawatan yang dilakukan oleh beautician termasuk facial, hair removal, manicure, pedicure, dan mengaplikasikan aneka macam produk kecantikan.



Di klinik kecantikan, beautician harus bisa mengoperasikan berbagai macam teknologi tingkat medis seperti alat intense pulsed light (IPL) atau hair removal. Sementara di salon, beautician harus mempunyai kemampuan untuk menggunakan alat-alat salon mulai gunting rambut hingga catok. Beautician juga perlu mempunyai product knowledge yang baik dan memberikan rekomendasi kepada klien.

6. Pengajar

Jika kamu suka berbagi ilmu maka profesi sebagai pengajar sangat cocok buatmu. Pengajar itu sendiri bermacam-macam, ada yang mengajar di lembaga pendidikan sebagai instruktur bahkan mengajar di perguruan tinggi sebagai dosen. Untuk menjadi dosen di universitas tentu membutuhkan usaha yang lebih keras. Jika kamu merasa percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, membuka kursus makeup sendiri bukanlah suatu hal yang nggak mungkin.

Banyak makeup artist (MUA) yang selain menawarkan jasa rias wajah juga membuka kursus kecantikan. Setiap orang mempunyai keterampilan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk mengenali apa saja yang menjadi kelebihanmu. Dengan memfokuskan diri pada keterampilan khusus yang dimiliki maka kamu bisa menarik para murid.

7. Beauty Writer / Editor

Sebagai beauty writer, kemampuan menulis adalah hal yang paling utama. Biasanya, beauty writer bekerja di media massa mulai dari surat kabar, majalah, stasiun televisi hingga media online. Profesi ini lebih fokus kepada bagaimana kamu membuat tulisan atau artikel yang menarik untuk dibaca dan tentunya bermanfaat. Untuk bisa menulis dengan baik, kamu perlu membiasakan diri untuk selalu membaca setiap hari.

Baca Juga:
11 Pekerjaan di Salon Kecantikan, Mulai dari Hairstylist Hingga Makeup Artist

Apalagi, yang namanya tren kecantikan itu selalu berubah seiring perkembangan zaman. Menjadi beauty writer atau beauty editor, kamu nggak akan kehabisan topik untuk dibahas. Karena di dalam industri kecantikan banyak sekali hal yang bisa dikupas dan disampaikan kepada pembaca.

8. Beauty Public Relations

Profesi sebagai staf public relations (PR) bukan hanya dimonopoli oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Alumni Jurusan Tata Rias juga bisa menjadi staf PR yang andal asal mereka mau terus belajar mengembangkan dirinya. Staf beauty public relations yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik bertugas untuk membina hubungan yang baik antara pihak internal maupun eksternal.

Staf beauty PR juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti media massa. Mereka juga bisa tergabung dalam divisi marketing communication (marcomm), merancang dan menyelenggarakan berbagai macam event untuk meningkatkan brand image dan brand awareness. Sebagai staf PR, keterampilan berkomunikasi menjadi syarat mutlak. Lebih baik lagi, staf beauty PR mempunyai kemampuan menulis seperti press release atau konten pemasaran.

9. Beauty Market Research Analyst

Pekerjaan sebagai beauty market research analyst mengharuskan kamu berhadapan dengan data-data statistik. Jika kamu tergolong orang yang suka mengoleksi data dan kemudian menganalisisnya maka pekerjaan ini pas buatmu. Market research analyst bertugas mengumpulkan data konsumen, pasar, dan kompetitor. Data-data tersebut dimanfaatkan untuk menyusun strategi pemasaran dan mempersiapkan produk baru yang diprediksi bakal laku di pasaran.

Salah satu cara untuk mengoleksi data yakni dengan mengadakan survei untuk menemukan mengidentifikasi konsumen. Survei ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Selain itu, market research analyst melakukan analisis SWOT, memahami tujuan perusahaan, mengintepretasi data, membuat rekomendasi, menganalisis tren pasar, menyediakan analisis kompetitif, metode pemasaran dan harga produk.