Home Beauty Jenis-jenis Treatment yang Ditangani Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia

Jenis-jenis Treatment yang Ditangani Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia

Pengertian definisi dokter gigi spesialis prostodonesia ragam jenis perawatan treatment cakupan pekerjaan
Ilustrasi gigi

Highlight.ID – Pernahkah kamu mendengar istilah prostodonsia? Dokter gigi spesialis prostondonsia berbeda dengan dokter gigi umum, meskipun keduanya sama-sama memberikan diagnosis dan perawatan masalah gigi, gusi, dan mulut. Untuk memperoleh ilmu dan keahlian tentang prostodonsia, dokter gigi harus menyelesaikan pendidikan spesialis prostodonsia di universitas.

Lalu, kapan harus ke dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis prostondonsia? Jika kamu memerlukan perawatan gigi secara rutin dan teratur, maka pergi ke dokter gigi umum merupakan pilihan yang tepat. Sedangkan jika gigi mengalami permasalahan yang lebih kompleks dan membutuhkan penanganan khusus seperti penggantian gigi contohnya, maka dokter gigi spesialis prostodonsia adalah pilihannya.




Apa itu Prostodonsia?

drg. Rosa Sharon Suhono Sp.Pros., Dokter Gigi Spesialis Prostondonsia Joy Dental Yogyakarta, menerangkan bahwa prostondonsia merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari diagnosis rencana perawatan, proses rehabilitasi, dan pemeliharaan fungsi dalam rongga mulut dengan mempertimbangkan kenyamanan, penampilan, dan estetika serta kondisi kesehatan pasien.

Pasien yang memerlukan perawatan oleh dokter gigi spesialis prostodonsia adalah mereka yang mengalami kehilangan salah satu atau lebih gigi permanen. Selain itu, pasien yang mengalami defect pada jaringan maksilofasial disarankan pula untuk memeriksakan giginya ke dokter dokter gigi spesialis prostodonsia.

Baca Juga: Gigi Lebih Putih dan Cemerlang dengan Metode Bleaching





Selanjutnya, drg. Rosa menjelaskan perbedaan antara dokter gigi umum dengan dokter gigi spesialis prostodonsia. “Kalo dokter gigi umum, dia berkompetensi terhadap hal-hal kesehatan gigi secara umum. Kalo dokter gigi spesialis prostodonsia selain kompetensi dokter gigi umum, dia juga (memiliki) kompetensi-kompetensi yang lebih spesialistik. Jadi kasus-kasus terutama di bidang prostodonsia. Misalnya kasus-kasus gigi tiruan yang lebih kompleks,” kata drg. Rosa kepada Highlight.ID.

Cakupan Kerja

“Kewenangan dokter gigi prostodonsia itu misalnya kasus gigi tiruan lengkap. Terus kasus-kasus mahkota gigi tiruan. Bisa mahkota tiruan penuh ataupun mahkota tiruan sebagian, misalnya seperti maryland bridge, inlay-onlay retained bridge. Kemudian kasus gigi tiruan imidiat, overdenture, kasus-kasus protesa maksilofasial itu juga. Jadi seperti protesa mata, protesa hidung, itu kita juga mengerjakan,” tambahnya.

Kasus-kasus yang juga ditangani oleh dokter gigi spesialis prostodonsia di antaranya yakni gangguan sendi rahang dan implan gigi. Selain itu, spesialis prostondonsia memberikan perawatan estetika seperti pemasangan gigi tiruan lepasan baik itu gigi tiruan lengkap maupun gigi tiruan sebagian. Dokter juga menangani gigi tiruan cekat yang kompleks seperti veneer. Dokter prostondonsia juga memberikan solusi atas permasalahan gigi yang terjadi pada orang lanjut usia dan anak-anak.

Baca Juga: Indonesia Dental Exhibition & Conference Jadi Wadah Transfer Pengetahuan

Pengertian definisi dokter gigi spesialis prostodonesia ragam jenis perawatan treatment cakupan pekerjaan
drg. Rosa Sharon Suhono Sp.Pros, Dokter Gigi Spesialis Prostondonsia Joy Dental Yogyakarta | Foto: Dok. Joy Dental

drg. Rosa yang merupakan lulusan Spesialis Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) Yogyakarta sering menangani kasus-kasus berupa pemasangan gigi tiruan lepasan dan gigi tiruan cekat serta veneer. “Kalo kasusnya itu kompleks seperti menentukan desain senyumnya seperti apa, itu memerlukan rencana perawatan yang lebih kompleks. Jadi lebih baik dikerjakan oleh spesialis prostodonsia,” ujarnya.

Memilih Perawatan

Untuk menentukan jenis treatment gigi yang paling tepat, langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan pasien oleh dokter gigi. Termasuk penggunaan rontgen gigi apabila memang diperlukan. “Pertama, pemeriksaan klinis seperti apa. Kemudian pemeriksaan secara subjektif, pasien keinginannya seperti apa, ekspektasinya bagaimana. Memperbaiki fungsi (gigi) atau estetikanya yang paling utama atau dua-duanya. Faktor-faktor itu akan menentukan treatment kliennya. Tergantung dengan budget-nya juga,” jelas perempuan kelahiran Madiun, 11 Januari 1990 ini.

Baca Juga: Mau Pasang Gigi Palsu? Kenali Jenis-jenisnya Terlebih Dahulu

Langkah selanjutnya setelah pemeriksaan kondisi gigi yaitu dengan memberikan penjelasan beberapa alternatif pilihan perawatan gigi. drg. Rosa menambahkan. “Misalnya dia kehilangan satu gigi depan, itu treatment kliennya bisa antara implant, bridge atau gigi tiruan lepasan. Nah, misalnya pasien mau yang cepat aja, treatment-nya lebih ke gigi tiruan lepasan dari bahan valplast yang lentur tanpa kawat.”

“Terus kalo mau yang lebih (bernilai) estetika, gigi-gigi sebelahnya sudah berlubang parah, sebaiknya sekalian dilakukan perawatan gigi tiruan jembatan karena akan memperbaiki gigi sebelahnya juga. Kalo pasiennya mau yang (gigi tiruan) cekat tapi nggak mau dikurangi gigi sebelahnya, kita bisa kasih alternatif perawatan implant.”

“Tentunya waktu yang dibutuhkan setiap treatment berbeda. Kita akan menjelaskan dulu ke pasien, kemudian pasien akan memutuskan dan baru kita lakukan tindakan sesuai dengan persetujuan pasien,” jelasnya.