Home Lifestyle Drinks Menyehatkan Tubuh, Inilah 7 Macam Susu yang Sering Dikonsumsi

Menyehatkan Tubuh, Inilah 7 Macam Susu yang Sering Dikonsumsi

Jenis macam susu paling populer sering dikonsumsi khasiat kandungan manfaat gizi kesehatan
Ilustrasi susu | Foto: Unsplash.com/engin akyurt

Highlight.ID – Minuman menyehatkan yang digemari dan dikonsumsi banyak orang yakni susu. Susu mengandung banyak gizi yang berguna bagi kesehatan tubuh seperti lemak, protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin D, magnesium, fosfor, dan lainnya. Selain itu, susu yang diperoleh dari hewan seperti sapi atau kambing dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, menyehatkan jantung, mengurangi risiko stroke, mencegah gigi berlubang, dan menurunkan berat badan.

Susu sangat disukai karena dapat dinikmati dalam berbagai varian rasa seperti yang kamu temui di supermarket. Bahkan susu bisa diolah lagi menjadi aneka minuman ataupun makanan yang menggugah selera. Jenis-jenis susu pun ada bermacan-macam seperti yang dibedakan berdasarkan kandungan lemak maupun proses pengolahannya.




Jenis-jenis Susu dan Manfaatnya

1. Susu murni

Kaya akan nutrisi yang penting bagi tubuh, susu murni tidak mengalami banyak proses pengolahan. Dengan kandungan protein di dalamnya, susu murni bisa mengontrol berat badan agar tetap ideal dan terhindar dari obesitas. Lemak jenuh dalam susu murni yang merupakan sumber energi bisa meningkatkan pertumbuhan masa otot. Susu murni yang mengandung magnesium bisa mendukung kinerja sistem saraf dan jantung serta mengatasi kelelahan.

Risiko penyakit degeneratif seperti diabetes dan serangan jantung bisa diturunkan dengan mengonsumsi susu murni secara teratur. susu murni sebaiknya tidak dikkonsumsi secara berlebihan karena dapat mengganggu fungsi ginjal. Selain itu, konsumsi susu murni yang melebihi batas normal bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Baca Juga:
Nah Loh! Kental Manis Ternyata Bukan Susu dan Kadar Gulanya Sangat Tinggi




2. Susu UHT

Diproses dengan cara dipanaskan dengan suhu tinggi sebesar 138 derajat Celius selama sekitar 2 sampai 4 detik, susu UHT (ultra-heat treatment) masih tetap memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan susu biasa. Jumlah asam lemak dalam susu UHT pun juga tidak jauh berbeda. Karena telah mengalami proses pemanasan yang sering disebut dengan pasterurisasi, susu UHT yang disimpan dalam karton atau kaleng steril dapat disimpan lebih lama mulai dari 2-3 minggu sampai 9 bulan.

Tujuan dari proses pemanasan dengan suhu tinggi yakni untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dan menjaga nutrisinya. Susu UHT bisa diberikan pada anak-anak yang telah berusia 1 tahun ke atas karena dianggap telah mempunyai sistem pencernaan yang sempurna. Meski demikian, perkembangan pencernaan tiap anak pasti berbeda. Oleh sebab itu, lebih baik konsultasikan dulu kepada dokter sebelum memberikan susu UHT kepada anak.

3. Susu full cream

Memiliki rasa yang gurih, susu full cream mengandung sekitar 3,25 persen lemak jenuh yang dapat mencukupi kebutuhan lemak harian. Seperti halnya susu skim, susu full cream merupakan jenis susu yang dibedakan menurut kadar lemaknya. Meski memiliki banyak lemak, susu full cream yang tidak memberikan kontribusi terhadap penyakit jantung.

Selain itu, kandungan kalori susu full cream lebih tinggi daripada susu skim. Lalu, lebih baik mana antara susu full cream dan susu skim? Itu tergantung pada selera dan kesukaan kalian karena keduanya sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Baca Juga:
Makanan dan Minuman Ringan Untuk Mengganjal Perut Andalan Traveler

Jenis macam susu paling populer sering dikonsumsi khasiat kandungan manfaat gizi kesehatan
Ilustrasi susu | Foto: Unsplash.com/Mehrshad Rajabi

4. Susu kambing

Dihasilkan dari kambing betina setelah melahirkan, susu kambing mempunyai beberapa khasiat yang dapat mengobati penyakit tertentu. Susu kambing memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti magnesium, kalium, lemak, karbohidrat, zat besi, dan masih banyak lagi. Dengan mengonsumsi susu kambing, kemampuan tubuh untuk menyerap makanan dapat meningkat.

Kandungan prebiotik bernama oligosakarida yang terdapat dalam susu kambing dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Sementara kandungan asam linoleat dalam susu kambing dapat meningkatkan sistem imunitas dan mencegah berbagai macam penyakit. Susu kambing juga mampu mengatasi penyakit seperti diabetes, psosiasi, dan gangguan pernafasan.

5. Susu skim

Disebut pula dengan susu bebas lemak atau rendah lemak dan kalori, susu skim dibuat dengan cara menghilangkan sebagian besar air dan lemak di dalam susu. Dengan kandungan lemak sekitar 1 persen, susu skim diklaim cocok untuk penderita kelebihan berat badan atau mereka yang hendak menjaga berat badan tetap ideal. Kandungan nutrisi susu skim masih tetap sama dengan susu utuh biasa walau kandungan lemaknya berkurang.

Manfaat susu skim di antaranya yakni mencegah penyakit radang sendi, mencegah penyakit asam lambung, dan mengurangi asam urat. Satu hal yang perlu diketahui, tidak disarankan memberikan susu skim kepada anak-anak di bawah usia lima tahun. Pasalnya, susu skim tidak mempunyai kandungan kalori dan lemak yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Baca Juga:
Minum Yogurt Agar Tubuh Lebih Segar, Sehat, dan Bersemangat

6. Susu evaporasi

Susu sapi yang 60% kadar airnya dihilangkan dari susu segar disebut dengan susu evaporasi. Kandungan air dalam susu evaporasi lebih sedikit karena susu dipanaskan sehingga menguap lalu menjadi lebih kental. Meski dipanaskan namun kandungan kalsium, vitamin, laktosa, dan mineral masih dipertahankan. Selain disimpan di dalam lemari pendingin, susu evaporasi dapat disimpan dengan cara menambahkan air ke dalam susu agar lebih tahan lama.

Susu evaporasi dapat memenuhi sekira 7 persen dari asupan lemak jenuh agar kadar kolesterol tetap normal dan tekanan darah terjaga. Seperti halnya susu segar pada umumnya, susu evaporasi juga memiliki banyak kandungan protein yang dapat menambah energi dan menjaga sel, otot, dan jaringan di dalam tubuh.

7. Susu pasterurisasi

Sama-sama dipanaskan dengan suhu tinggi, susu pasteurisasi berbeda dengan susu UHT. Susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu yang lebih rendah dari susu UHT, yakni maksimal 80 derajat Celcius selama minimal 15 detik. Prose pemanasan ini untuk mengurangi jumlah mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit.

Susu pasteurisasi harus segera diminum tidak lebih dari 6 jam karena kandungan susunya bisa rusak. Jika disimpan di dalam kulkas, susu pasteurisasi yang kemasannya belum dibuka dapat bertahan hingga 40 hari. Sementara kandungan gizi dalam susu pasteurisasi relatif sama dengan susu UHT.