Home Business Avrist Warrior Woman Berikan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Perempuan

Avrist Warrior Woman Berikan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Perempuan

Avrist Warrior Woman memberikan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan
Program Avrist Warrior Woman | Foto: Ist.

Highlight.ID – Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, UMKM telah berhasil membuka lapangan kerja untuk 96,87 persen angkatan kerja atau menyerap sekitar 116,73 juta orang. Kontribusi UMKM ini juga tidak lepas dari peran perempuan wirausaha yang jumlahnya mencapai 14,3 juta orang pada 2018, di mana angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebanyak 12,7 juta orang. Di sisi lain, partisipasi perempuan dalam UMKM ini berkontribusi hingga 9,1 persen terhadap PDB, serta sekitar 5 persen terhadap ekspor. Data-data tersebut berasal dari infografis katadata.co.id.

Hal ini menunjukkan peran perempuan dalam dunia bisnis tidak lagi sekadar isu mengenai kesetaraan gender belaka melainkan sebagai penggerak dalam memajukan perekonomian Indonesia. Perempuan memiliki potensi stategis dalam pengembangan ekonomi di Indonesia, khususnya melalui penumbuhkembangan wirausaha di berbagai sektor usaha, salah satunya UMKM.

Baca juga:

Meskipun angka tersebut cukup tinggi, faktanya masih banyak hambatan bagi perempuan untuk dapat memulai usaha, baik itu disebabkan oleh faktor keluarga, maupun karena keterbatasan akses permodalan. Perempuan, terutama di daerah, tak sepenuhnya menyadari dalam dirinya memilki potensi lebih maju. Padahal, perempuan teruji mampu menjalankan berbagai tanggung jawab, bukan sekadar untuk dirinya, namun juga untuk keluarga.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong peran perempuan dalam memajukan perkonomian Indonesia adalah dengan berwirausaha, seperti membentuk UMKM. UMKM merupakan dasar pembangunan ekonomi di Indonesia, di mana pengusaha mikro, kecil, dan menengah menjadi mesin inovasi dan perkembangan nasional melalui penciptaan lapangan pekerjaan, penyediaan barang, layanan jasa nasional, serta memberikan kontribusi terhadap PDB dan memberantas kemiskinan.

Atas dasar tersebut, Avrist Assurance sebagai perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia, berinisiatif untuk membuka peluang lebih besar lagi bagi perempuan untuk dapat berkarya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan berwirausaha. Hal ini diwujudkan dengan mengadakan program pelatihan dan pembinaan kewirausahaan yang bertajuk Avrist Warrior Woman, yaitu program lokakarya edukasi kewirausahaan serta pemberian akses permodalan bagi perempuan.

Avrist Warrior Woman memberikan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan
Program Avrist Warrior Woman | Foto: Ist.

Berdayakan Perempuan

Bermitra dengan International Women’s Federation of Commerce and Industry (IWFCI) Indonesia, dan Yayasan Visi Maha Karya, Avrist Warior Woman memberikan pelatihan kewirausahaan selama 3 bulan bagi para peserta yang terdiri dari perempuan tunadaksa, ibu dari penyandang tunadaksa, serta remaja putri yatim piatu, untuk mendorong perempuan Indonesia agar dapat mandiri dan meningkatkan taraf kesejahteraan. Peresmian inisiatif aksi sosial ini dilakukan pada tanggal 5 September 2019 lalu.

IWFCI merupakan sebuah organisasi nirlaba global yang memiliki visi pengembangan kemampuan usaha dan daya saing perempuan Indonesia sehingga memiliki kesempatan merata dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Sedangkan Yayasan Visi Maha Karya adalah yayasan nirlaba dengan fokus utama pada pemberdayaan masyarakat tunadaksa prasejahtera, serta pengembangan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa.

Dalam kunjungannya ke Yayasan Visi Maha Karya, Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications, PT Avrist Assurance, kembali menegaskan maksud dan tujuan inisiatif sosial ini, “Sebagai perusahaan asuransi dengan bekal pengalaman lebih dari 40 tahun, kami menyadari bahwa proteksi tidak hanya berupa asuransi saja, tetapi dapat hadir dalam bentuk pemberian akses terhadap pendidikan, modal, dan kesempatan berwirausaha. Kami memiliki visi di mana Avrist Warrior Woman dapat turut menjembatani munculnya pemimpin perempuan yang dapat berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga serta pembangunan perekonomian Indonesia.”

Avrist Warrior Woman memberikan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan
Program Avrist Warrior Woman | Foto: Ist.

Melalui pelatihan kewirausahaan ini, peserta dibekali dengan berbagai ilmu untuk menunjang kemampuan berbisnis, mulai dari strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi, hingga kemampuan fotografi produk yang tentunya dapat mendukung keberlanjutan usaha peserta.

Marisa Ardani, Sekretaris Jendral, IWFCI Indonesia, menjelaskan lebih lanjut, “Program CSR Avrist Warrior Woman ini sejalan dengan visi kami dalam memberdayakan perempuan Indonesia melalui kewirausahaan. Oleh sebab itu, kami mengambil peran sebagai fasilitator dalam merancang program berupa pelatihan kewirausahaan, skema pemberian modal hibah, hingga pendampingan usaha kepada peserta”.

Selain memberikan ilmu mengenai kewirausahaan, setiap peserta juga dibekali dengan berbagai penyuluhan yang bermanfaat untuk meningkatkan kapabilitas peserta, seperti penyuluhan kesehatan, sanitasi, parenting, dan materi seputar anti kekerasan terhadap perempuan. Tema penyuluhan tersebut telah disesuaikan dengan isu seputar perempuan, di mana tujuan akhir dari pembekalan ini adalah untuk memberikan proteksi diri serta membimbing perempuan untuk menjadi pribadi yang tangguh.

Arief Adinoto, Pembina, Yayasan Visi Maha Karya, menambahkan, “Dua puluh peserta yang telah kami bina menunjukkan inisiatif tinggi untuk menjadi mandiri dan berdaya saing. Pada hakikatnya, kita di sini memberikan kesempatan adil dan merata bagi masyarakat tunadaksa prasejahtera untuk dibekali dengan pengetahuan dan skillset agar dapat berkarya lebih baik.”

Semangat Berwirausaha

Sesuai rencana kerja yang telah dipaparkan, pada bulan Oktober, para peserta telah mempresentasikan rencana usaha kepada mentor dan pembina. Modal usaha senilai total Rp80.000.000 pun telah disalurkan kepada 20 penerima manfaat untuk memulai usaha mikro. Saat ini, Avrist Assurance, IWFCI, dan Yayasan Visi Maha Karya terus memberikan pendampingan kepada peserta dalam menjalankan usahanya untuk memastikan usaha yang dijalankan dapat terus berkelanjutan.

Baca juga:

Salah satu peserta penerima manfaat, Melani Dwi Agustini, penyandang tunadaksa yang memiliki usaha di bidang kuliner yaitu aneka salad, menyadari pentingnya lokakarya seperti ini, “Ilmu yang didapat ketika saya belajar di sini merupakan pendidikan yang sangat penting bagi saya dalam menjalankan usaha. Pengetahuan tentang berwirausaha seperti strategi pemasaran dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci pokok dalam menjalankan usaha saya sehari-hari. Tidak hanya itu saja, saya juga diajarkan untuk kreatif dalam berjualan, karena kita harus menemukan solusi bagi setiap tantangan usaha yang dihadapi.”

Peserta lain, Dede Agustin, salah satu remaja putri yatim piatu binaan Yayasan Visi Mahakarya, memilih untuk menjalankan usaha hijab dengan merk Hijab Teman Surga. “Pelajaran yang paling saya suka adalah pelajaran mengenai sosial media, karena ternyata sosial media dapat menjadi ajang promosi yang menghasilkan uang. Saya belajar teknik fotografi dan merangkai kata-kata promosi sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli produk hijab saya. Dengan ilmu yang saya dapatkan ini, saya berharap dapat memperluas jangkauan usaha menjadi lebih dari satu gerai,” ujar Dede.

Hal ini diamini oleh Mira Anggraini, ibu dari anak tunadaksa. Dalam program ini, Mira memilih untuk menekuni usaha di bidang kuliner yaitu sop iga khas Padang. Mira menyampaikan, “Ilmu lain seperti kesehatan pribadi, pelajaran kekerasan terhadap perempuan, ilmu orang tua, serta sanitasi, mematahkan banyak mitos sehingga kami termotivasi untuk segera mengubah pola hidup, pola pikir, dan cara pandang sehingga kami menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi situasi pribadi.”

“Berkat kesuksesan Avrist Warrior Woman ini, kami semakin terpacu untuk mengimplementasikan Avrist Warrior Woman di daerah-daerah lain di Indonesia, agar lebih banyak perempuan Indonesia mendapatkan akses pendidikan dan pelatihan kewirausahaan sehingga berkesempatan memperbaiki taraf kesejahteraannya. Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun potensi Indonesia, baik dari segi perekonomian, maupun dari segi sosial,” tutup Ernest.