Home Beauty Berguna untuk Menyembuhkan Vertigo, Ini Tahapan Akupunktur Medik

Berguna untuk Menyembuhkan Vertigo, Ini Tahapan Akupunktur Medik

Akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter spesialis di rumah sakit mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan
Ilustrasi | Foto: Istimewa

Highlight.ID – Metode pengobatan dengan akupunktur yang berasal dari negara China telah lama diadopsi di dunia kedokteran. Istilah yang dipakai di dunia kedokteran yakni akupunktur medik. Berbeda dengan akupunktur tradisional, akunpunktur medik menerapkan prosedur di kedokteran seperti diagnosis dan patofisiologi untuk mengetahui permasalahan atau jenis penyakit yang dialami pasien.

Perawatan akupunktur di dunia kedokteran dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur medik atau dokter umum yang telah menyelesaikan kursus akupunktur medik. Dokter spesialis akupunktur medik harus menyelesaikan pendidikan spesialis akupunktur medik di universitas selama kurang lebih 5 tahun. Sementara, dokter umum yang tidak mengambil pendidikan spesialis akupunktur medik mengikuti kursus yang umumnya berlangsung singkat dalam beberapa bulan saja.




Akupunktur medik mampu mengatasi 79 jenis penyakit atau masalah seperti yang tercantum dalam Peraturan Konsil Nomor. 56 Tahun 2018 oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Beberapa manfaat yang diperoleh dari tindakan akupunktur medik di antaranya mampu menyembuhkan nyeri punggung; migrain; tremor; insomnia; epilepsi; vertigo; hipertensi; obesitas; nausea; vitiligo; kelelahan; sinusitis; infertilitas; disfungsi ereksi; gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, konstipasi, diare pasca kemoterapi, dan masih banyak lainnya.

Tahapan Akupunktur Medik

Menurut dr. Harizah Umri, Sp.Ak., Dokter Spesialis Akupunktur Medik Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) Yogyakarta, akupunktur medik merupakan tindakan perangsangan titik-titik akupunktur yang berada di kulit atau permukaan tubuh dengan menggunakan jarum. Selain memakai jarum, ada jenis-jenis akupuntur yang tidak menggunakan jarum seperti elektropunktur dan laserpunktur.

Baca Juga: Oxygeneo, Perawatan Wajah Tanpa Rasa Sakit dengan Beragam Manfaat




Pasien yang ingin menjalani perawatan akupunktur medik dapat langsung mendatangi rumah sakit dan berkonsultasi dengan dengan dokter spesialis akupunktur medik. Selain datang sendiri atas inisiatif sendiri, pasien juga dapat menemui dokter spesialis akupunktur medik atas dasar rujukan dari dokter lain.

Selanjutnya, dokter akan melakukan anamnesis atau mewawancarai pasien dan memeriksa fisiknya untuk mengetahui permasalahan dan menentukan terapi yang tepat. Setelah itu, pasien akan ditusuk dengan jarum akupunktur di beberapa bagian tubuh. Titik tubuh yang ditusuk bisa berbeda-beda tergantung jenis penyakit pasien. Jarum tersebut didiamkan selama sekira 30 menit di tubuh agar dapat bekerja lebih optimal. Selama jarum akupunktur tertancap di tubuh, pasien tidak diperbolehkan untuk banyak bergerak.

“Setelah 30 menit, jarum dicabut, biasanya dengan perawat. Kemudian, pasien bersiap-siap, boleh beraktivitas seperti biasa [setelah terapi],” jelas dr. Harizah kepada Highlight.ID. Menurutnya, jumlah jarum yang dibutuhkan untuk pengobatan sangat tergantung dari masalah atau penyakit yang diderita pasien. Ia mencontohkan, pasien yang mengalami vertigo membutuhkan sekitar 20 jarum akupuntur untuk ditancapkan ke titik-titik di tubuhnya seperti di bagian kepala, telinga, tangan, kaki, dan perut.

“Walaupun keluhannya hanya di kepala seperti vertigo, sebenarnya titik-titik [akupunktur] yang kita gunakan bahkan sampai kaki karena memang ada hubungannya,” ujarnya. Jarum ditancapkan akan menimbulkan reaksi lokal di tubuh pasien berupa kulit yang memerah. Rangsangan yang terjadi di salah satu bagian tubuh seperti kaki misalnya akan diteruskan ke saraf tepi yang berada di tulang punggung. Selanjutnya, informasi itu diteruskan lagi ke bagian atasnya lagi, yakni saraf pusat. Proses rangsangan tersebut berlangsung dalam tempo yang sangat cepat.

Baca Juga: Manfaat Akupunktur Medik, Menyembuhkan Nyeri Hingga Mengatasi Insomnia

Rangsangan melalui saraf akan memicu keluarnya zat-zat di dalam tubuh seperti endorfin untuk pereda nyeri, neuroendokrin, serotonin, dan katekolamin. Kata dr. Harizah, pasien yang mengalami nyeri di kepala misalnya akan merasa lebih baik setelah melakukan satu kali terapi akupunktur medik. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, terapi akupunktur medik bisa diulang setiap 3 atau 4 hari.

Menurut dr. Harizah, frekuensi perawatan akupunktur medik untuk pasien yang mengalami nyeri di kepala yakni sebanyak 3 kali dalam seminggu. Sementara untuk penyakit hormonal seperti diabetes melitus, memerlukan perawatan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Perawatan akupunktur medik dilakukan 1 kali seminggu untuk pasien yang sudah berusia lanjut dan anak-anak.



dr Harizah menerangkan bahwa respon tubuh pasien terhadap perawatan akupunktur medik dipengaruhi oleh usia, keteraturan berobat pasien, dan penyakit-penyakit penyerta yang diderita pasien.  Pasien yang melakukan akunpunktur medik akan merasakan sensasi penjaruman. “Bisa seperti linu, menjalar atau panas tapi ringan paling 1 – 2 detik saja rasanya. [Pasien] Ada yang sensitif, banyak yang merasa sensasi penjarumannya itu kuat,” katanya.

Seperti yang dipaparkan dr. Harizah, akupunktur medik bukan termasuk jenis pengobatan alternatif melainkan sudah menjadi pengobatan utama. Pasien yang kondisinya tidak membaik setelah mengonsumsi obat-obatan dapat mencoba perawatan akupunktur medik. Menurutnya, akupunktur medik juga cocok untuk pasien berusia lanjut yang memiliki beberapa keluhan sekaligus. Dengan menjalani terapi akupunktur medik, konsumsi obat-obatan dapat dikurangi. Meski demikian, untuk penyakit tertentu seperti diabetes melitus, pasien tetap disarankan untuk minum obat.

Baca Juga: Cara Mengurangi Lemak dan Mengencangkan Tubuh Menurut Dokter Kecantikan

Akupunktur medik tidak disarankan untuk pasien yang mengongsumsi obat pengencer darah karena rawan terjadi pendarahan. “Tetapi kalo kita lakukan dengan hati-hati, nggak masalah. Terus penyakit-penyakit yang ada kaitannya dengan pembekuan darah,” dr. Hariza menambahkan.

Sementara ibu yang sedang mengalami kehamilan, dapat menjalani akupunktur medik namun dengan perhatian yang sangat ketat. Akupunktur dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dialami ibu hamil seperti mual, nyeri punggung, dan nyeri tungkai.

Seperti halnya tindakan medik lainnya, akupunktur juga memiliki risiko atau efek samping namun tergolong sedikit. “Yang pertama, nyeri ketika ditusuk, sensasi penjaruman. Yang kedua, lebam. Kalo nanti jarumnya setelah ditusuk, 30 menit ditinggal, lalu dicabut, bisa jadi ada [bagian tubuh] yang berdarah. Yang berdarah itu, kemungkinan besar akan biru kulitnya. Tapi bisa juga nggak biru, angka kejadiannya kecil. Tapi tetap ada risikonya,” sambungnya.

dr. Harizah mengatakan bahwa selama ini pemahaman masyarakat terhadap akunpunktur medik memang belum luas. Kebanyakan, mereka hanya tahu sebatas akupunktur tradisional. Padahal, ada terapi akunpunktur yang dilakukan oleh dokter profesional di rumah sakit atau klinik kesehatan. Meski begitu, setiap pasien berhak untuk memilih jenis akupunktur untuk mengatasi keluhannya. Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk dapat memahami setiap kelebihan maupun kekurangan dari jenis terapi akupunktur yang dipilih.