Home Beauty Gak Selamanya Enak, Jadi Selebgram Ternyata Ada Juga Ruginya

Gak Selamanya Enak, Jadi Selebgram Ternyata Ada Juga Ruginya

bagaimana kerugian kelemahan kekurangan menjadi selebgram selebriti artis instagram kenapa apa alasan kekayaan penghasilan tidak selamanya enak
Ilustrasi selebgram | Foto: Unsplash/Jessica Felicio

Highlight.ID – Ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan, selebgram memiliki sisi gelap yang tak banyak orang mengetahuinya. Dinilai dari penampilan luar seperti pakaian maupun pulasan makeup wajah, selebgram sepertinya selalu terlihat perfect. Hal itu terlihat jelas secara kasat mata, ketika kamu kepoin akun-akun selebgram. Kesan apa yang kamu dapatkan? Keren, cakep, bagus, gokil, atau mantap betul alias mantul?

Setiap orang tentu memiliki kesan tersendiri terhadap selebgram yang diidolakannya maupun yang dibencinya. Secara psikologis, orang akan cenderung memiliki kesan positif terhadap selebgram yang menjadi idolanya. Sebaliknya, netizen mungkin akan sinis, julid atau nyinyir giliran ngeliat selebgram yang nggak disukainya.




Namun, pernahkan kamu berpikir apakah yang selebgram tampilkan di medsos itu benar-benar mencerminkan realita yang sesungguhnya? Lewat ulasan ini, kita gali lebih dalam apa yang menjadi kelemahan selebgram.

Kerugian Menjadi Selebgram yang Nggak Banyak Diketahui Orang

1. Haus popularitas

Tak bisa dipungkiri, alasan utama orang menjadi selebgram yaitu agar dirinya dikenal banyak orang. Segala cara dilakukan agar followers-nya bertambah dari hari ke hari. Mereka sangat sadar bahwa followers yang banyak dapat menjadi senjata ampuh yang nantinya dapat mendatangkan popularitas. Tak berhenti sampai di situ, popularitas mampu membuka jalan bagi datangnya pundi-pundi uang.

Baca juga:

Penghasilan selebgram yang umumnya kita tahu berasal dari endorse produk. Hanya dengan mem-posting konten-konten promosi, selebgram bisa memiliki pendapatan. Logikanya begini, semakin terkenal maka semakin banyak pula online shop yang tertarik untuk endorse produk. Dengan banyaknya endorse produk, maka semakin tebal pula kantong mereka.

2. Tertekan

Setiap aktivitas di Instagram baik itu memperbarui postingan atau buat Instastory bertujuan agar banyak yang nge-like dan mengomentari. Sebaliknya, jika like yang didapat tidak sesuai harapan, maka si selebgram akan merasa galau. Belum lagi, jika harus mikirin postingan apa lagi, ya, yang harus di-upload.


Background yang bagus, outfit yang kekinian, pose yang menarik merupakan hal-hal utama yang membuat selebgram harus mikir keras terus-terusan. Alhasil, selebgram akan mudah stress alias tertekan karena ternyata banyak sekali yang harus dipikirkan. Apalagi, jika lama tidak mem-posting sesuatu yang baru. Gak dapat job endorse. Wah gawat, bisa-bisa gak eksis lagi, deh.

3. Egosentris

Keasyikan menjadi selebgram menikmati eksistensinya di dunia maya ternyata harus mengorbankan hal lain yang sebenarnya sangat berharga. Misalnya hubungan dengan teman, sahabat atau keluarga. Jiwa narsistik yang tinggi secara tidak sadar membuat selebgram hanya berorientasi pada dirinya sendiri.

Ia merasa harus selalu tampil lebih keren dibandingkan yang lainnya. Mereka pikir itu sah-sah aja, karena itu hidup mereka, duit juga duit mereka. Tanpa disadari, ada orang di belahan bumi lain yang mungkin saja sedang mengalami kesulitan. Namun apakah selebgram itu peduli?

4. Cenderung konsumtif

Selebgram yang sudah lama ‘main IG’ tahu betul bahwa setiap posting-an harusnya ada sesuatu yang baru. Misalnya, apalagi kalo bukan baju alias outfit? Trend fashion yang selalu berganti-ganti membuat selebgram merasa ‘lapar’ untuk membeli pakaian yang modelnya baru. Padahal, baju di lemari yang masih layak pakai sudah berjubel jumlahnya. Bahkan, lemarinya mungkin sudah tidak muat lagi menampung koleksi baju karena saking banyaknya.

bagaimana kerugian kelemahan kekurangan menjadi selebgram selebriti artis instagram kenapa apa alasan kekayaan penghasilan tidak selamanya enak
Ilustrasi selebgram | Foto: Unsplash.com

Belum lagi jika selebgram harus foto-foto di spot ngehits yang Instagrammable. Untuk pergi ke spot-spot foto, selebgram harus keluar duit lagi untuk ongkos perjalanan. Ditambah, duit untuk memesan makanan dan minuman jika foto-fotonya mengambil tempat di sebuah restoran atau kafe. Khusus cewek, ada biaya tambahan lagi untuk perlengkapan makeup agar selalu bisa tampil glowing dan flawless.

5. Suka pamer

Saking hidupnya diliputi oleh Instagram, apapun yang dimiliki selebgram dipamerkannya kepada orang-orang. Bepergian ke tempat-tempat ngehits, punya baju baru, mobil baru, rumah baru, gebetan baru, hingga makan. Ehmm.. semuanya, deh dipamerin. Meskipun, mereka punya argumentasi sendiri, bahwa itu semua hanya sekadar ngasih informasi.

Alhasil, feeds punya selebgram menjadi seperti toko online karena saking banyaknya barang-barang yang dipamerin. Selebgram yang hanya eksis di dunia maya sering disebut dengan Y.O.L.O (you only exist online). Tapi bagi mereka, itu bukan lah sesuatu yang perlu dipikirin. Yang penting, pundi-pundi uang mengalir terus berkat job endorse.

6. Gak jujur pada diri sendiri



Postingan selebgram tidak selalu mencerminkan perasaan dan pikirannya sendiri. Contohnya, saat ia mem-posting foto endorse produk. Caption-nya sudah ditulis sendiri oleh pemilik brand atau online shop sehingga selebgram tinggal mem-posting tanpa harus membacanya terlebih dulu.

Selebgram seringkali tidak tahu menahu tentang produk yang di-endorse olehnya. Misalnya saja, belum lama ini pernah ada kasus artis yang meng-endorse produk kosmetik ilegal. Sedangkan ia sendiri merasa tidak pernah memakai produk-produk kosmetik ilegal tersebut. Jika sudah begini, maka yang dirugikan siapa lagi kalo bukan followers-nya.

7. Artifisial (Plastik)

Aplikasi editing foto yang bertebaran di Playstore maupun App Store dapat dengan mudah diunduh oleh siapapun. Beragam fitur untuk mengedit foto tersedia lengkap mulai dari pengaturan brightness/contrast hingga efek-efek seperti HDR (high-dynamic-range). Fitur-fitur itu pun dapat dengan mudah digunakan apalagi oleh milenial yang dikenal jago mengutak atik gadget.

Nah, semua fitur pada aplikasi editing foto tersebut dapat membuat foto terlihat lebih bagus dari aslinya. Gak hanya itu, aplikasi tersebut juga menyembunyikan berbagai kelemahan yang ada pada diri seseorang. Misalnya, wajah yang aslinya berjerawat dapat dengan mudah dihilangkan sehingga terlihat lebih mulus tanpa cela.

Alhasil, orang akan susah membedakan antara kenyataan dan buatan. Selebgram mungkin terlihat amat menikmati semua kehidupan artifisial yang tidak mencerminkan realita sesungguhnya. Sisi gelapnya, selebgram belum tentu merasakan kebahagiaan sejati yang selama ini dicarinya.

Bagi sebagian orang, menjadi selebgram sepertinya enak…terkenal, bisa ke sana kemari, dan punya duit banyak. Padahal, selebgram tetap lah manusia biasa, yang memiliki berbagai kekurangan.



Artikel Menarik:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here