Home Business Kombinasi Long-Acting Antibodi (AZD7442) Dapat Persetujuan Khusus di Thailand

Kombinasi Long-Acting Antibodi (AZD7442) Dapat Persetujuan Khusus di Thailand

Tinjauan ahli yang baru menunjukkan vaksin AstraZeneca dan vaksin COVID-19 ‘mRNA’
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

Highlight.ID – AZD7442 (tixagevimab dan cilgavimab), kombinasi antibodi kerja panjang, telah mendapatkan persetujuan khusus di Thailand untuk pengobatan orang dewasa dan remaja (berusia 12 tahun ke atas dengan berat setidaknya 40 kg). Persetujuan ini merupakan tambahan dari persetujuan khusus yang diberikan kepada LAAB oleh Food and Drug Administration Thailand pada Juni 2022 lalu, untuk pencegahan COVID-19 pada populasi luas dewasa dan remaja, terlepas dari status vaksinasi. AstraZeneca menyelesaikan kesepakatan pada bulan Juli dengan pemerintah Thailand bersepakat untuk memasok negara dengan 257.500 dosis LAAB.

James Teague, Country President untuk AstraZeneca (Thailand) Ltd mengatakan, “Hari ini menandai pencapaian yang sangat penting karena LAAB sekarang telah menjadi satu-satunya kombinasi antibodi yang disahkan untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19 di Thailand. Terlepas dari pencabutan pembatasan baru-baru ini, banyak individu tetap berisiko mengalami akibat dari infeksi COVID-19 yang parah, dan LAAB adalah pilihan yang sangat dibutuhkan bagi populasi tertentu yang tidak hanya akan membantu melindungi dari gejala COVID-19 yang parah, tetapi juga mencegah berkembangnya menjadi penyakit parah dan kematian pada mereka yang terinfeksi.”

Dosis yang dianjurkan untuk pengobatan COVID-19 adalah 600 mg LAAB, diberikan sebagai dua dosis 3,0 mL terpisah, berurutan dengan suntikan 300 mg tixagevimab dan 300 mg cilgavimab. LAAB harus diberikan sesegera mungkin setelah tes virus positif untuk SARSCoV-2 dan dalam waktu 7 hari setelah timbulnya gejala.

Baca Juga:
Vaksin COVID-19 AstraZeneca Beri Perlindungan Setara dengan mRNA

Menurut data dari uji klinis pengobatan rawat jalan TACKLE Fase III, dosis LAAB 600mg IM secara signifikan mengurangi risiko relatif terhadap berkembangnya menjadi COVID-19 yang parah atau kematian (dari penyebab apa pun) sebesar 50,5% (95% confidence interval [CI] 14,6-71,3; p=0,0096) hingga hari ke-29 dibandingkan dengan plasebo yang diberikan pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 ringan hingga sedang, yang bergejala selama tujuh hari atau kurang, yang merupakan titik akhir utama dari uji klinis ini.

Dalam analisis yang telah ditentukan sebelumnya pada peserta yang menerima pengobatan dalam waktu tiga hari sejak timbulnya gejala, LAAB mengurangi risiko berkembangnya COVID-19 yang parah atau kematian (dari penyebab apa pun) sebesar 88% dibandingkan dengan plasebo (95% CI 9, 98), dan pengurangan risiko adalah 67% (95% CI 31, 84) ketika peserta menerima LAAB dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala.

Menurut data dari Universitas Oxford, kombinasi antibodi mempertahankan aktivitas netralisasi terhadap subvarian Omicron, BA.4 dan BA.5 (keduanya dominan di Thailand), dan varian dominan lainnya yang menjadi perhatian.

LAAB sebelumnya telah mendapatkan izin edar di Jepang dan Uni Eropa untuk pencegahan dan pengobatan penyakit bergejala yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 dan memiliki izin edar khusus di Inggris untuk pencegahan COVID-19. LAAB juga telah mendapatkan izin persetujuan darurat di AS dan telah didistribusikan di beberapa negara lain di seluruh dunia.