Home Business Kuliah Jurusan Psikologi, Apa Sajakah yang Bisa Kamu Pelajari?

Kuliah Jurusan Psikologi, Apa Sajakah yang Bisa Kamu Pelajari?

Psikologi merupakan program studi jurusan di universitas yang mempunyai prospek kerja bagus
Ilustrasi perkuliahan | Foto: Unsplash/Sincerely Media

Highlight.ID – Memiliki prospek kerja yang sangat luas, Ilmu Psikologi merupakan jurusan atau program studi yang banyak diminati. Lulusan jurusan Psikologi dapat bekerja di mana saja, menekuni profesi sebagai Staff HRD (human resources development) hingga pengajar atau dosen.

Lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang ingin belajar psikologi dapat kuliah di Jurusan Ilmu Psikologi yang ditawarkan oleh perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Jurusan Ilmu Psikologi terbagi lagi menjadi beberapa bidang konsentrasi di mana mahasiswa dapat memilih sesuai dengan minatnya.




Bidang Konsentrasi

Muhammad Hidayat selaku Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, menjelaskan, “Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pikiran, perilaku manusia, dan proses mental yang ada di manusia itu sendiri. Kata kuncinya itu, mind, behaviour, and mental process. Ilmu Psikologi itu masih dibutuhkan selama manusia masih ada. Kalo di Psikologi itu ada beberapa bidang konsentrasi, ada Psikologi Eksperimen, Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), terus ada Psikologi Pendidikan, kemudian ada Psikologi Sosial.”

Selain itu, ada Psikologi Klinis yang mengupas tentang kesehatan mental secara lebih mendalam. Mereka yang mempelajari Psikologi Klinis dapat bekerja di tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit jiwa (RSJ), dan lainnya. Bidang pekerjaan psikolog klinis dekat dengan psikiater namun keduanya mempunyai perbedaan mendasar.

Baca juga:

Menurut Muhammad Hidayat atau sering disapa dengan nama Dayat menjelaskan bahwa seringkali masyarakat tidak bisa membedakan antara psikolog dengan psikiater. “Psikiater itu jalurnya dari dokter, kemudian konsentrasi ataupun spesialisasinya Kejiwaan. Mereka bisa memberikan terapi selain konseling juga dengan obat. Bedanya kalo psikolog klinis itu nggak bisa ngasih obat. Terapinya adalah terapi perilaku dan kognitif,” jelas Hidayat kepada Highlight.ID.

Bidang konsentrasi yang dipilih di Jurusan Ilmu Psikologi berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa ketika hendak meraih kelulusan dan karier yang akan ditekuni saat sudah lulus kuliah. Hidayat menjelaskan, “Setelah mata kuliah wajib, (di) semester 4 – 5 itu sudah ada mata kuliah pilihan namanya. Di situ sudah ada penawaran konsentrasi. Kalo sudah semester 6 – 7, (mahasiswa) sudah mulai ngambil tema-tema skripsi sesuai dengan bidangnya.”

Berdasarkan pengamatan Hidayat, banyak mahasiswa strata 1 (S1) yang suka memilih bidang konsentrasi Psikologi Industri dan Organisasi karena orientasi mereka kuliah sebagai bekal untuk mencari pekerjaan. Namun demikian, banyak pula mahasiswa yang memilih bidang konsentrasi yang lain seperti Psikologi Klinis misalnya, terutama bagi mereka yang melanjutkan pendidikan ke jenjang strata 2 (S2).

Psikologi merupakan program studi jurusan di universitas yang mempunyai prospek kerja bagus
Muhammad Hidayat (Dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan) | Foto: Dok. Pribadi

“Di UAD sendiri ada 2 jalur. Satu adalah magister profesi, S2 profesi yang akan menjadi psikolog. Satunya adalah magister science, ilmuwan psikologi. Kalo yang magister profesi ada 2 program atau peminatan, Psikologi Industri dan Organisasi, (dan) Psikologi Klinis. Selama ini, di kampus (UAD) peminatnya banyak yang (memilih) Psikologi Klinis. Tapi kalo di S1 banyak yang di Psikologi Industri dan Organisasi,” ujar pria kelahiran Pangkal Pinang, 15 Februari 1989 ini. Menurutnya hal itu terjadi karena pada umumnya mahasiswa ingin mencari pengalaman bekerja terlebih dahulu.

Materi Kuliah

Masa tempuh studi mahasiswa S1 Ilmu Psikologi yakni berkisar antara 3,5 hingga 4 tahun dengan 144 satuan kredit semester (SKS). Setelah lulus, mereka belum mendapatkan gelar Psikolog melainkan gelar Sarjana Psikologi (S.Psi). Untuk memperoleh gelar Psikolog, Sarjana Psikologi harus melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya, yakni S2 profesi.

Beberapa mata kuliah dasar yang dipelajari mahasiswa S1 Psikologi di antaranya yakni Pengantar Psikologi, Psikologi Klinis, Psikologi Industri, Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan. Nanti lebih spesifik, ada mata kuliah yang berkaitaan dengan skill seperti teknik wawancara. Kemudian ada mata kuliah Psikodiagnostika yang mempelajari tentang diagnosa orang dan tes-tes psikologi, Dasar-dasar Konseling, Intervensi yang meliputi konseling, terapi, pelatihan, dan sebagainya.

Mahasiswa Psikologi juga mendapatkan mata kuliah Statistika dan Psikometri, yakni teknik pengukuran di bidang psikologi. “Misalnya kita ngomongin tentang motivasi. Motivasi kan satu aspek yang nggak bisa dilihat. Tapi dengan kajian Psikologi itu bisa untuk diukur. Salah satu caranya dengan Psikometri. Kita mengembangkan konstruksi alat ukur, (yakni) skala tentang motivasi semacam kuesioner. Dalam Ilmu Psikologi, skala psikologi namanya. Karena itu nanti diangkakan kemudian dilihat kategorisasinya seperti apa,” terang lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.


Berdasarkan angka-angka yang didapat, maka psikolog bisa memberikan penilaian tentang tingkatan motivasi karyawan di sebuah perusahaan. Di sekolah, teknik tersebut dapat digunakan untuk menilai tingkat motivasi siswa. Penilaian tersebut dikuatkan lagi dengan teknik lainnya berupa observasi maupun wawancara.

Menurut Hidayat, Ilmu Psikologi bisa dipilih oleh lulusan SMA baik jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) ataupun ilmu pengetahuan sosial (IPS). Di Indonesia, program studi (prodi) Ilmu Psikologi ada yang berada di bawah Fakultas Kedokteran seperti di Universitas Udayana, Bali. Sementara, ada Ilmu Psikologi yang mempunyai fakultas sendiri seperti di UGM atau Universitas Diponegoro (Undip).

“Beberapa mahasiswa mengambil Psikologi karena nggak suka hitung-hitungan. Padahal di Psikologi ketemu Statistika, dan itu harus lulus. (Lalu) Ketemu Psikometri,” ujar dia. Namun demikian, Statistika di Ilmu Psikologi sifatnya lebih aplikatif dan berguna untuk melatih kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis bagi mahasiswa.

Diminati Perempuan

Fenomena umum yang terjadi di seluruh kampus di Indonesia, sebagian besar mahasiwa Psikologi adalah kaum perempuan. Hidayat menjelaskan kenapa Ilmu Psikologi banyak diminati wanita. “Satu faktor, populasi perempuan lebih banyak. Yang kedua, ilmu psikologi beberapa orang menganggapnya sebagai ilmu yang feminis. Contohnya kayak perkembangan anak. Kalo zaman konvensional melihatnya perkembangan anak (urusan) ibu-ibu (atau) perempuan.”

“Berikutnya, ilmu psikologi masih sangat fleksibel bagi perempuan, artinya kalo mereka nggak berkarier sebagai pekerja, ilmu itu bisa digunakan,” jelas dia. Bagi perempuan yang tidak bekerja di kantor, ilmu psikologi yang didapatkan selama kuliah juga dapat diterapkan di keluarga untuk mendidik anak maupun membina hubungan rumah tangga agar tetap langgeng dan harmonis.

Baca juga:

Selain itu, Ilmu Psikologi merupakan jurusan yang tergolong aman bagi perempuan. Dalam artian, misalnya ada praktikum atau kegiatan lainnya, perempuan tidak perlu mengeluarkan tenaga fisik yang terlalu banyak. Hidayat memaparkan, “Fisik laki-laki sama perempuan beda, ya. Perempuan kan ada siklus menstruasi misalnya. Kemudian perempuan nanti juga ada (masa) hamil dan melahirkan. Itu mempengaruhi juga.”

Alasan Kuliah Psikologi

Menurut Hidayat, setiap manusia secara umum membutuhkan ilmu psikologi. “Karena manusia itu berinteraksi dengan manusia lain. Bedanya, kalo (di Jurusan) Ilmu Psikologi, diajarin secara metodologis, lebih sistematis, ilmiah, ada dasarnya, dan seterusnya,” kata dia.

Ilmu Psikologi, menurut Hidayat, menjadi salah satu bidang yang paling diminati karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Peran lulusan Ilmu Psikologi di antaranya yakni memberikan konseling, pendampingan, dan penguatan psikologis di tengah permasalahan sosial di masyarakat yang semakin kompleks. Selain itu, ilmu psikologi juga berperan dalam meningkatkan aspek emosional seperti empati dan menghadirkan arti (meaning) yang mulai terkikis akibat perkembangan teknologi.

Setiap perusahaan membutuhkan perangkat psikologi untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. Perusahaan yang sudah mapan pada umumnya sangat membutuhkan lulusan Ilmu Psikologi. Dengan demikian, lulusan Psikologi mempunyai peluang kerja yang lebar dan tak terbatas. Para lulusan Psikologi dapat menempati posisi di berbagai macam sektor mulai dari pendidikan, perusahaan swasta hingga pemerintahan.