Home Business Langkah-langkah untuk Mengevaluasi dan Memperbaiki Identitas Merek

Langkah-langkah untuk Mengevaluasi dan Memperbaiki Identitas Merek

Langkah-langkah untuk Mengevaluasi dan Memperbaiki Identitas Merek
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/Fox

Highlight.ID – Tak jarang, pebisnis melakukan kesalahan kecil dalam membangun identitas merek (brand identity) yang kuat. Sebagian dari kesalahan-kesalahan tersebut berdampak besar dalam pertumbuhan usaha.

Jika kamu telah memiliki brand identity namun masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan, kemungkinan besar kamu melakukan kesalahan dalam membangun brand identity. Lalu, apa solusi untuk mengatasi masalah tersebut? Berikut langkah-langkah dalam mengevaluasi dan memperbaiki brand identity.

1. Perhatikan track record kemudian susun strategi dan konsep pemecahannya

Coba telusuri lebih dalam history brand identity kamu. Ambil waktu 1 tahun terakhir. Perhatikan apakah kamu melakukan beberapa kesalahan seperti tidak memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan atau tidak menjaga kualitas produk. Lakukan tahap awal ini dengan cermat dan teliti. Jangan sampai kamu melewatkan sedikit pun kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.




Setelah kamu mengetahui pokok permasalahannya, susunlah strategi dan konsep untuk memecahkan masalah tersebut. Yang perlu kamu perhatikan dalam menyususn strategi dan konsep brand identity adalah harus mencakup tujuan brand yang dapat menciptakan emosi positif di masyarakat.

2. Perhatikan apa yang dilakukan kompetitor

Sebelum kamu memperbaiki brand identity, ada baiknya kamu belajar dari pengalaman para kompetitor. Jika usaha kamu masih seusia jagung serta lini usaha yang kamu geluti sudah banyak beredar di pasaran, tentu akan mudah mencari para kompetitor yang telah sukses terlebih dahulu. Buatlah daftar para kompetitor tersebut lalu cari tahu apa yang mereka lakukan untuk menciptakan brand identity yang kuat. Kamu bisa memperhatikan warna yang dipakai, simbol atau ukurannya serta pelayanan-pelayanan terbaik yang mereka berikan kepada pelanggan.

Baca juga:

Dengan mengetahui strategi dasar para kompetitor, kamu bisa menciptakan jati diri bisnis kamu. Yang tak kalah penting pula, kamu harus menciptakan brand identity yang berbeda serta unik dari para kompetitor. Contohnya, coba kamu perhatikan tweet Pizza Hut, mereka tampil beda dari pesaingnya, yaitu Domino’s. Hal ini dilakukan pula untuk penciptaan jati diri serta kesadaran atas persaingan yang kuat dari kompetitor.

3. Gabungkan komponen brand identity

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya pada artikel “Pengertian Identitas Merek Serta Komponen dan Manfaatnya“, brand identity terdiri dari 4 komponen yaitu Positioning, Verbal (Slogan), Visual (Logo), dan Experiential (Kisah Brand). Keempat komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkah. Kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh pebisnis pemula dalam membangun brand identity adalah mereka gagal mengolaborasikan keempat komponen tersebut sehingga selalu menghadapi kegagalan.

Sebagai contoh, coba kamu perhatikan Coca-Cola, Apple, Google atau Microsoft. Mereka terkenal dan dipercaya banyak orang semata-mata bukan karena logo yang mereka miliki. Melainkan mereka menggabungkan keempat komponen brand identity tersebut menjadi satu kesatuan yang kokoh. Dengan menggabungkan keempat komponen tersebut, mereka terus menerus menanamkan value lebih pada layanan dan produk yang mereka miliki.

4. Tonjolkan kelebihan

Pembeda antara satu produk dengan produk lainnya menjadi faktor utama yang sangat penting bagi konsumen. Merujuk pada consumer behavior, setiap konsumen memiliki ciri khasnya masing-masing dalam menentukan pilihan untuk membeli atau tidak. Akan tetapi, perilaku konsumen tersebut masih dapat diprediksi. Salah satunya adalah mereka (konsumen) menyukai produk terbaik dengan harga murah. Jadi jika kamu memiliki produk dengan kelebihan yang unik, tonjolkanlah bagian tersebut agar mereka mengetahuinya.

Suatu keutungan yang akan kamu dapatkan jika kamu menonjolkan kelebihan produk yang menjadi pembeda dari produk serumpun lainnya hal ini disebut dengan unique selling point (USP). Pada tahap ini, yang perlu kamu lakukan adalah mencatat poin-poin unik dari produk kamu lalu sampaikan kepada konsumen dengan cara yang halus seperti melalui logo atau slogan.

5. Perjelas expected value

Mulai saatnya kamu memperjelas nilai harapan untuk masa depan dari pengembangan brand identity tersebut. Dengan demikian, tahap evaluasi dan perbaikan yang kamu lakukan tidak sia-sia serta kamu mendapatkan gambaran dari apa yang kamu lakukan serta perkembangannya dari kondisi sebelumnya.

6. Gunakan media sosial untuk pengembangan brand identity

Penggunaan media sosial tak pernah luput dari proses pengembangan bisnis. Telah banyak perusahaan yang memanfaatkan sosial media untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki. Kamu bisa menggunakan media sosial sebagai tempat bertanya bagi konsumen yang menemukan kesulitan atau konsumen yang ingin memberikan kritik dan saran. Selain itu, media sosial juga bisa sebagai sarana pelayanan jarak jauh kepada konsumen.

Demikianlah pembahasan mengenai langkah-langkah untuk mengevaluasi dan memperbaiki identitas merek. Yang paling dalam mengevaluasi dan memperbaiki brand identity adalah lakukan segala yang terbaik yang dapat membuat konsumen menyukai produk yang kamu miliki. Jangan sampai mereka kecewa atas pelayanan yang kamu berikan ataupun kualitas produk kamu yang tidak konsisten. Dalam artian lain, lakukan evaluasi dan perbaikan brand identity secara terus-menerus dan berkesinambungan. Semoga artikel ini bermanfaat. (wa/ut)