Home Arts Valentina Chang Berbagi Pengalamannya Sebagai Makeup Artist

Valentina Chang Berbagi Pengalamannya Sebagai Makeup Artist

makeup artist mua yogyakarta jenis jasa layanan servis tempat lembaga pendidikan kursus biaya valentina chang profesional berpengalaman
Valentina Chang | Foto: Dok. Pribadi
Muslim LifeFest 2019

Highlight.ID – Ketertarikan Valentina Chang pada dunia kecantikan membuat dia mendalami lebih serius tentang makeup. Pada awalnya belajar secara otodidak, Valentina lantas menempuh pendidikan makeup di Perth dan hairstyling di Sidney, Australia. Di benua kangguru tersebut, ia mendampingi suaminya yang bekerja.

“Saya pikir lebih baik kita belajar sesuatu, kan di tempat yang baru. Kebetulan saya memang tertarik di bidang itu dan mau menseriusinya. Ke luar negeri itu kan kesempatan, ya (untuk menimba ilmu). Meski ia pernah tinggal beberapa lama di luar negeri, namun ia memutuskan untuk menjalankan roda bisnis di kota kelahirannya, Yogyakarta.




Valentina menerangkan bahwa ibunya telah sejak lama menekuni bisnis modiste di kota Gudeg. Menurutnya, makeup sangat lekat kaitannya dengan makeup. Dengan belajar makeup, ia berharap dapat mengelola bisnis orang tuanya secara bersamaan. “Berarti ini harus diseriusin enggak cuman asal aja,” katanya kepada Highlight.ID.

Memperdalam Ilmu Makeup

“Di Perth, kita belajar dari basic, pengen tahu dari dasar sampe advanced terus dengan master course yang lain-lain juga seperti air brush, body painting. Macem-macem, pokoknya udah lengkap. Terus untuk hairstyling untuk acara-acara formal kaya event sampe hairstyle untuk majalah,” ujar dia. Di tempat kursus makeup itu, Valentina belajar selama kurang lebih 4 sampai 6 bulan dan mendapatkan banyak ilmu yang belum pernah didapat sebelumnya.

Baca juga:

Valentina yang merupakan alumni Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) menambahkan, “Nggak hanya tentang makeup-nya aja tetapi perilakunya seperti apa, memperkenalkan makeup kita seperti apa ke klien.” Ia menjelaskan bahwa makeup bukan hanya persoalan teknik semata, namun juga memperhatikan kepuasan dan kenyamanan klien. Artinya, aspek sikap dan perilaku yang baik dalam berkomunikasi dengan klien sangatlah penting.

Ia mencontohkan bagaimana makeup artist harus memegang wajah klien dengan sopan ketika sedang melakukan pekerjaannya. “Cara memberikan pelayanannya, cara memberikan konsultasi ke klien, maunya makeup yang seperti apa,” katanya. Setelah selesai belajar kursus, ia lantas menjadi makeup artist dan menerima berbagai macam job.

Editorial Makeup

Salah satu yang menjadi keahlian Valentina yakni editorial makeup. Pada umumnya, editorial makeup outputnya dalam bentuk iklan komersial, fashion show atau konten tematik sebuah majalah. “Makeup editorial pada dasarnya makeup yang digunakan oleh model di majalah atau catwalk. Terbagi menjadi dua, beauty and fashion. Kalo fashion dia menonjolkan bajunya, kalo beauty menunjukkan wajah,” jelasnya.

Editorial makeup berbeda dengan makeup untuk keperluan lainnya seperti pengantin atau pesta misalnya. Valentina memaparkan bahwa editorial makeup mempunyai tema atau konsep tertentu yang diterapkan ke media foto atau video. “Lebih kompleks, karena beauty editorial, fashion editorial (terdiri dari) satu tim yang besar. Kita harus sesuai konsep yang dimaui (klien). Makeup-nya beda teknik, kalo style-nya tergantung konsep,” ujar wanita kelahiran 14 Februari 1984 ini.


“Di situ banyak sekali (anggota) tim, makanya sebagai makeup artist, kita nggak boleh egois. Dan kita harus bisa berkomunikasi dengan semua anggota tim dan mendapat arahan dari Creative Director,” ujarnya. Meski mendapat arahan dari Creative Director, namun tak jarang, makeup artist juga diberi kesempatan untuk memberikan saran atau masukan.

“Kalo makeup artist sebagai tim atau sebagai lead makeup artist kita bisa kasih ide, tapi bukan konseptor. Kecuali saya dikasih tugas,” ujarnya.  Tak hanya makeup artist, dalam sebuah proyek editorial makeup melibatkan para profesional seperti fotografer, fashion designer, fashion stylist, hair stylist, set designer, dan lainnya. Oleh karenanya, Valentina menekankan pentingnya menghormati setiap profesi yang telibat dalam proyek.

Sebuah foto atau video editorial menyampaikan pesan tertentu yang konsepnya dirancang oleh Creative Director. Dengan begitu, beberapa aspek seperti makeup, fashion, pose, hairstyling, setting harus mampu menyampaikan pesan tertentu. Selain tampilan makeup sendiri, banyak detail yang harus dipersiapkan seperti latar belakang, pakaian, pencahayaan, hingga aksesoris atau properti pendukung. Persiapannya pun dilakukan beberapa bulan sebelum hari H karena harus merancang konsep yang matang.

Baca juga:

Membuka Lembaga Pendidikan Kecantikan

Setelah tinggal di Australia, Valentina bersama suaminya yang merupakan orang Korea Selatan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Selain membuka jasa layanan tata rias wajah dan rambut, Valentina juga mulai merintis lembaga pendidikan kecantikan di kota Yogyakarta. Namun demikian, Valentina mengaku masih sering bolak balik Yogyakarta – Korea.

“Yang di Jogja (saya) ingin merintis sekolah makeup yang menyediakan berbagai macam jenis makeup, (termasuk) makeup editorial,” tuturnya. Sejak dulu, Valentina bercita-cita untuk mendirikan lembaga pendidikan tata rias yang lebih terarah. Tempat kursus yang tersebut membuka program profesional dan self makeup. Kelas profesional diperuntukkan bagi mereka yang ingin berprofesi sebagai makeup artist (MuA). Sedangkan kelas self-makeup untuk siswa yang ingin belajar tata rias wajah untuk dirinya sendiri.

Dengan peserta maksimal 8 orang, Valentina ikut mengajar langsung murid-murid secara intensif. Selain mengajari teknik-teknik makeup, Valentina juga memberikan tips-tips memilih produk makeup yang tepat dengan cara membandingkan antara brand makeup satu dengan lainnya. “Kalo di self makeup saya mengedukasi murid-murid supaya bagaimana caranya dia (murid) itu tanpa saya kalo belanja makeup, dia itu tahu, mana yang bagus mana yang enggak. Jadi bukan hanya tekniknya (makeup) aja,” papar dia.

Seperti halnya workshop, kelas self makeup yang ditawarkan Valentina berlangsung dengan durasi 1 hari. Ada yang 2 hingga 3 jam, ada yang sehari penuh (full day) dari pagi sampai sore. Keuntungan mengikuti kelas self makeup, selain siswa dapat memiliki keterampilan tata rias, dia juga tidak perlu repot-repot menggunakan jasa makeup artist atau ke salon sehingga lebih menghemat pengeluaran.

Valentina berharap agar sekolah makeup yang didirikannya dapat eksis di kota Yogyakarta dan masyarakat tertarik untuk belajar makeup lebih dalam.



Artikel Menarik:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here