Home Beauty Kegunaan Photodynamic Therapy (PDT), Mengatasi Jerawat Hingga Meremajakan Kulit

Kegunaan Photodynamic Therapy (PDT), Mengatasi Jerawat Hingga Meremajakan Kulit

Manfaat kegunaan fungsi Photodynamic Therapy (PDT) mengobati jerawat kulit wajah
Ilustrasi | Foto: Istimewa

Highlight.ID – Folikel rambut yang tersumbat oleh sebum atau zat dari kelenjar minyak dapat menimbulkan jerawat. Sumbatan pada folikel rambut terjadi karena produksi sebum yang berlebih. Munculnya jerawat juga bisa disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan pengaruh hormonal. Selain itu, kebiasaan sehari-hari yang sering kita lakukan tanpa disadari akan memicu timbulnya jerawat seperti stes dan pemakaian produk kosmetik yang tidak sesuai dengan jenis kulit.

Teknologi yang dapat menghilangkan jerawat maupun bekas jerawat salah satunya adalah Photodynamic Theraphy (PDT). Perawatan noninvasif ini memiliki beberapa macam jenis sinar yang bermanfaat untuk memperbaiki kondisi kulit dan meremajakan kulit. Sebelum mencoba perawatan PDT, pasien sebaiknya bertemu dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.




Apa itu Photodynamic Theraphy (PDT)?

dr. Kathrine Dame Yohana Pardede, Dokter Estetika dari Beautylogica Clinic, menerangkan, “Face PDT atau terapi biolite adalah suatu perawatan wajah yang dilakukan dengan memanfaatkan energi panas dari penyinaran alat khusus untuk meremajakan kulit dan mengurangi jerawat.”

“Yang membutuhkan Face PDT adalah pasien-pasien dengan muka berjerawat, kemudian pasien dengan muka bekas jerawat ataupun pasien dengan tanda-tanda penuaan baik yang memiliki fine lines ataupun masalah pigmentasi,” jelas dr. Kathrine kepada Highlight.ID.

Baca Juga: Bikin Awet Muda, Ragam Treatment Kecantikan untuk Meremajakan Kulit




“Manfaat ataupun fungsi PDT ada banyak sekali seperti membunuh bakteri penyebab jerawat sehingga menimimalkan peradangan pada jerawat yang timbul. Kemudian meremajakan kulit, membantu memperbaiki tekstur kulit, dan juga mengurangi iritasi pada kulit,” kata wanita kelahiran Medan ini.

“Jenis perawatan ini memang sangat efektif untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan wajah karena aman dan juga tanpa rasa sakit. Selain itu, setelah terapi PDT ini, kulit tidak akan mengalami downtime sama sekali seperti merah-merah ataupun pengelupasan, itu tidak ada,” tambahnya.

“Teknologi yang digunakan pada Face PDT atau terapi biolite merupakan interaksi cahaya di mana yang disampaikan melalui light emitting diode yang menyebabkan biostimulasi pada sel. Jadi, terapi ini mendorong pambaruan sel alami dan penyembuhan pada kulit,” ujar alumni Fakultas Kedokteran HKBP Nommensen ini.

Baca Juga: Kenali Penyebab Jerawat dan Cara Efektif untuk Mengatasinya

Manfaat kegunaan fungsi Photodynamic Therapy (PDT) mengobati jerawat kulit wajah
dr. Kathrine Dame Yohana Pardede, Dokter Estetika dari Beautylogica Clinic | Foto: Dok. Beautylogica Clinic

Proses Perawatan

Selanjutnya, dr. Kathrine memaparkan proses atau tahapan perawatan Face PDT. “Prosedur pada perawatan ini dimulai dengan membersihkan wajah terlebih dahulu. Kemudian, dokter akan memilihkan cahaya PDT yang sesuai dengan kebutuhan kulit pasien. Ketika sudah, pasien akan dipakaikan kacamata khusus untuk dipakai selama proses penyinaran berlangsung.”

dr. Kathrine yang mempunyai zodiak Taurus melanjutkan penjelasannya, “Lalu, wajah pasien akan diberikan pelembap dan sunscreen secara merata. Nah, prosedur perawatan ini memakan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit.

“Hasil yang dapat dilihat nyata dari Face PDT adalah khususnya pada pasien dengan masalah jerawat. Misalnya, peradangan ataupun kemerahan pada jerawatnya akan berkurang. Namun, untuk hasil yang maksimal, dokter pasti akan menyarankan ke pasien untuk melakukan sesi perawatan ulang. Biasanya, efek optimal terlihat di treatment kelima dengan jarak pengulangan satu minggu.,” kata dia.

Baca Juga: 8 Metode Perawatan di Klinik Kecantikan untuk Mengatasi Jerawat

“Treatment ini minim efek samping. Adapun efek samping seperti luka bakar derajat satu, wajah bisa aja terasa merah untuk beberapa saat. Cuman nanti akan berkurang, kurang lebih satu jam. Itu jarang banget, sih, terjadi,” dr. Kathrine menambahkan.

“Jadi, setelah prosedur selesai, pasien disarankan untuk tidak terkena paparan sinar matahari langsung terlebih dahulu. Nah, hal ini untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit. Oleh karena itu, penting sekali untuk konsultasi dengan dokter agar treatment yang dilakukan itu sesuai dengan permasalahan kulit,” ujarnya.

“Walaupun kita menjalankan treatment, kita tetap harus melakukan treatment di rumah. Jadi harus ada maintanance di rumah seperti tetap menjaga kebersihan wajah dengan cuci muka dua kali sehari, pagi [dan] malam. Kemudian, jangan memegang wajah dengan tangan yang kotor. Biasakan kalo mau pegang wajah itu harus cuci tangan terlebih dahulu,” dr. Kathrine berpesan.

“Hindari paparan sinar matahari langsung. Kemudian, kalo kita berada di luar ruangan, kita melakukan aktivitas di luar ruangan, kita wajib memakai sunscreen. Setelah itu, tetap perbanyak konsumsi air putih, sayur, buah yang antioksidan. Dan juga, hindari rokok, hindari stres dan tetap melakukan perawatan PDT untuk mendapatkan kulit yang sehat,” tutupnya.