Home Arts Food Photography, Memotret Makanan Bisa Dapatkan Penghasilan

Food Photography, Memotret Makanan Bisa Dapatkan Penghasilan

Pengertian definisi arti food photography tips trik cara memotret makanan minuman profesi karier pekerjaan fotografer
Food photography karya Togi Panjaitan | Foto: Instagram/@togipanjaitan

Highlight.ID – Salah satu bisnis yang tidak pernah ada matinya yakni kuliner yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Pasalnya, makanan dan minuman merupakan kebutuhan primer manusia sehari-hari. Bisnis kuliner ternyata memunculkan peluang baru yang bisa mendatangkan penghasilan, yakni fotografi makanan (food photography). Peluang ini bisa menjadi pilihan bisnis atau pekerjaan menarik terutama bagi orang yang hobi memotret seperti Togi Panjaitan.

Kegemaran Togi pada fotografi dan makanan membuatnya tertarik untuk menekuni profesi sebagai Commercial Food Photographer. Bagi pria kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1985 ini, melakukan pekerjaan yang berdasarkan pada hobi adalah satu hal yang sangat menyenangkan. “Saya melihat, diri saya lebih kreatif ketika memotret sebuah makanan. Akhirnya itu yang saya pilih, pekerjaan saya [sebagai] Food Photographer,” ungkap Togi kepada Highlight.ID.




Meskipun ia merupakan Sarjana Ekonomi, tapi Togi mengaku lebih menyukai hal-hal yang berbau seni dan kreativitas sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). “[Waktu] Kuliah saya banyak banget ikut kayak kelas-kelas pendek desain, fotografi dan akhirnya saya suka. Ketika saya lulus kuliah, saya menjadi fotografer,” tambahnya.

Dalam pandangan Togi, bisnis food photography akan masih terus dibutuhkan mengingat makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Di sisi lain, banyak pelaku usaha kuliner yang membutuhkan foto-foto yang bagus dan menjual untuk menunjang bisnisnya. “Prospek [food photography] ini akan cukup baik karena semua orang butuh makanan. Dan semua orang yang jual makanan juga butuh foto makanan,” ujar dia.

Baca juga:

Togi menerangkan bahwa food photography termasuk cabang dari still life, genre fotografi yang menjadikan benda mati sebagai subjek utamanya. Tantangan yang dihadapi fotografer yakni bagaimana benda tidak bergerak berupa makanan/minuman bisa terlihat lebih ‘hidup’. Dari segi teknis, menurut Togi, food photography membutuhkan persiapan yang lebih detail termasuk soal pencahayaan (lighting).

Cara Memotret Makanan yang Bagus

Untuk pemula yang baru belajar food photography, peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana yakni meliputi kamera, makanan sebagai subjek, cahaya matahari, dan alas untuk foto. “Itu supaya lebih simple fotonya. Cuman kalo berbicara, masuk ke dunia pekerjaan komersial, biasanya peralatan saya, ada lampu, kamera, lensa, alas foto, props, [dan] makanan,” jelas Togi.

Selain perlengkapan memotret, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh fotografer agar hasil fotonya maksimal. “Yang pertama adalah komposisi makanan dan juga props-nya. Misalnya makanannya mau apa, cara ngatur makanannya gimana, property-nya apa di belakang. Pokoknya, intinya, makanan harus 70 persen, property sisanya. Property itu cuma ‘pemanis’ foto, main object-nya adalah makanan,” kata dia.

Pengertian definisi arti food photography tips trik cara memotret makanan minuman profesi karier pekerjaan fotografer
Food photography karya Togi Panjaitan | Foto: Instagram/@togipanjaitan

Kedua, hal yang yang juga harus diperhatikan yakni sudut pandang (angle) foto. “Angle is important di food photography. Cari referensi, lihat, coba-coba karena angle itu yang menentukan foto makanan itu bagus atau enggak,” Togi menerangkan.

“Yang ketiga adalah lighting. Cuman tiga menurut saya, hal yang harus diperhatikan dari food photography. Angle, makanan dan props-nya, dan juga lighting-nya,” sambungnya.

Sedangkan durasi proses pemotretan food photography sangat bervariasi. Apabila memotret untuk kepentingan diri sendiri, maka cukup membutuhkan waktu beberapa menit saja. Togi memaparkan, “Sebenarnya tergantung sih, kalo memotret buat sendiri aja mungkin 10 menit juga selesai. Kalo buat restoran, mostly satu makanan sekitar 20 menit. Kalo kita berbicara foto yang lebih kompleks lagi seperti foto buat brand yang lebih commercial use itu satu makanan bisa 1 sampai 2 jam, bisa 3 jam. Tergantung penggunaannya foto untuk apa.”


 

Menjadi Fotografer Makanan yang Andal

Togi sangat percaya bahwa semakin banyak orang mengklik tombol shutter kamera, maka semakin tajam pula ia melihat sisi estetik makanan. Artinya, latihan yang terus-menerus menjadi satu faktor yang dapat meningkatkan kemahiran seseorang dalam memotret makanan. “Kalo [fotografi] makanan itu lebih kepada gimana cara kalian men-translate makanan ke dalam media kamera.”

Proses mendapatkan inspirasi bisa dilakukan dengan cara mencari referensi sebanyak-banyaknya. Menurut Togi, mencari referensi di internet merupakan suatu hal yang lumrah. Asalkan, sang fotografer mampu mengembangkan inspirasi menjadi sebuah karya yang baru.

Mereka yang belum memiliki perlengkapan berupa kamera profesional dapat menggunakan kamera smartphone untuk memotret makanan. Namun, Togi menekankan bahwa jika memakai kamera smartphone, sebaiknya mengambil angle dari atas.

Pengertian definisi arti food photography tips trik cara memotret makanan minuman profesi karier pekerjaan fotografer
Food photography karya Togi Panjaitan | Foto: Instagram/@togipanjaitan

“Karena jenis kamera di handphone itu wide biasanya. Jadi kalo kita foto dari depan, itu agak terlihat distorted. Objeknya terlihat bentuknya nggak proporsional. Bisa menjadi proporsional, cuman harus mencoba berkali-kali. Tips gampang pake handphone, langsung aja foto dari atas. Top angle atau sekarang orang bilang flat lay. Itu cara paling gampang, pasti hasilnya juga bagus karena semuanya fokus, komposisinya sesuai ukuran,” jelasnya.

Togi berharap dapat melihat fotografer-fotografer makanan baru yang bermunculan. Dengan demikian, ia bisa saling bertukar informasi dan berbagi ilmu dan pengalaman satu sama lain. “Saya senang kalo saya bisa isi kelas, workshop, interview supaya semua orang yang mungkin tertarik dengan fotografi makanan akhirnya bisa berkenalan, sharing ilmu sama saya.”

Bicara soal karier, Togi mengaku ingin mendapatkan banyak pekerjaan agar penghasilannya bisa meningkat. Namun ia juga mempunyai harapan lainnya, yakni mengadakan pameran tunggal fotografi makanan. “Saya selalu mikir, saya pengin banget pameran foto makanan. Cuman sekali lagi, itu perlu dipikirin dengan cukup keras. Karena kalo pameran foto makanan, saya nggak mau, entar orang datang cuman lihat makanannya aja. Harus ada pesan dari fotonya juga, ada tujuan yang harus disampaikan dengan fotonya.”