Home Lifestyle Entertainment Apa Sih Salah Tik Tok? Aplikasi Video Musik yang Bikin Heboh

Apa Sih Salah Tik Tok? Aplikasi Video Musik yang Bikin Heboh

alasan mengenal apa itu tik tok diblokir pemerintah trending viral fenomenal terkenal populer favorit milnenial
news.cgtn.com

Highlight.id – Netizen kembali digegerkan dengan adanya berita pemblokiran media sosial oleh pemerintah. Kali ini yang menjadi sasaran pemblokiran adalah Tik Tok. Bagi kaum remaja, Tik Tok tentu sudah tidak asing lagi.

Namun, kini Tik Tok mendapatkan ganjalan setelah diblokir oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo. Gimana sih ceritanya Tik Tok yang sedang ngetop-ngetopnya malah justru kena blokir? Tapi sebelumnya, kita bahas dulu awal mula Tik Tok berkembang di masyarakat. Keep on reading, guys.




Mengenal Tik Tok

Apa sih itu Tik Tok? Tik Tok merupakan aplikasi media sosial pengunggah video musik yang diperkenalkan pertama kali di Tiongkok pada tahun 2016 dan di negara asalnya tersebut dikenal pula dengan nama Douyin. Aplikasi ini memungkinkan para penggunanya untuk membuat konten seperti musik video dengan durasi pendek, selama 15 detik.

Awalnya, Tik Tok menggunakan bahasa dari asalnya yaitu Mandarin. Namun seiring ekspansi global Tik Tok ke beberapa negara, termasuk Indonesia, Tik Tok mulai menggunakan bahasa Inggris agar lebih mudah dipahami oleh lebih banyak pengguna.

Perusahaan pengembang Tik Tok adalah Toutiao yang berada di bawah Bytendance Technology. Kemunculan Tik Tok mendapat sambutan hangat dari pengguna smartphone dengan download mencapai 45,8 juta, berdasarkan rilis dari Business Insider. Fakta itu membuat Tik Tok menjadi aplikasi mobile paling banyak di-download pada empat bulan pertama pada tahun 2018.

Baca juga:

Cara Pakai Tik Tok

Gimana sih cara pake Tik Tok? Untuk menggunakannya, kamu tinggal merekam video selama 15 detik dan memberikan backsound, filter, dan berbagai macam stiker lucu. Di dalam Tik Tok, terdapat filter yang terpasang secara otomatis dan membuat wajah terlihat lebih putih dari aslinya. Selain itu, terdapat special effect instan lainnya yang bisa diaktifkan atau dimatikan sesuai keinginan.

Setelah video selesai dibuat, kamu bisa membagikannya kepada orang lain melalui media sosial populer lainnya seperti Facebook atau Twitter. Video yang dibuat bisa berupa nyanyian, tarian atau free style sesuai keinginan kamu dan tentu saja dilengkapi dengan musik. Musik yang tersedia pun ada berbagai macam mulai dari Dance, wester, DJ, R&B, dan sejenisnya.

Lewat Tik Tok pula, kamu bisa mengeksplorasi kreativitas dengan cara membuat video menarik yang berpotensi mendapatkan respon dari netizen yang lain. Meski kebanyakan anak-anak atau remaja, namun tak sedikit pula orang dewasa yang menjadi pengguna Tik Tok.


Menimbulkan Kontoversi

Kepopuleran Tik Tok di Indonesia ternyata tidak semulus pada awalnya. Netizen mulai memprotes keberadaan Tik Tok karena dianggap banyak menayangkan hal-hal negatif. Banyak video-video tidak senonoh dan tidak mendidik. Hal itu tentu menimbulkan keresahan di kalangan netizen. Di samping  orang yang menentang keberadaan Tik Tok, ada pula yang mendukung agar Tik Tok tetap beroperasi di Indonesia. Pro dan kontra itu pun masih berlanjut hingga kini.

Kehadiran Tik Tok juga memunculkan fenomena baru, yaitu munculnya artis karbitan. Orang berpotensi dikenal oleh warganet jika videonya menjadi viral. Semakin sering sebuah video dibagikan ke orang lain, maka semakin besar pula kesempatan menjadi populer.

Salah satu fenomena Tik Tok yang kini ramai dibicarakan adalah kemunculan Bowo Alpenliebe. Bocah berusia 13 tahun itu belakangan meroket namanya dan menjadi artis dadakan berkat hobinya mengunggah video musik di Tik Tok. Dialah artis Tik Tok yang mampu membuat fansnya harus membayar Rp. 80 ribu demi bertemu (meet and greet) langsung dengannya. Videonya di Tik Tok pun menjadi viral dan namanya pun semakin dikenal.

Nggak cuma itu, Bowo Alpenliebe yang hampir semuanya anak-anak belum cukup umur rela datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya dan mengantri untuk mengikuti jumpa fans. Wah, niat banget ya? Dalam sebuah video, penggemar Bowo yang merupakan anak-anak sekolah dengan tanpa rasa bersalah mengatakan bahwa Bowo itu keren dan ganteng.

Sementara di sisi lain, banyak orang lain yang menilai bahwa Bowo tidaklah secakep ketika ia tampil di video dan lebih hitam dari aslinya. Apakah itu karena hasil efek yang ada di Tik Tok? Manakah yang benar? Tentu itu kembali pada penilaian masing-masing yang sifatnya sangat subjektif.


Diblokir Pemerintah

Secara resmi, terhitung sejak Selasa (2/7) pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memblokir aplikasi Tik Tok. Apa alasan pemblokiran Tik Tok?

Menurut Menkominfo Rudiantara, pemblokiran Tik Tok telah melewati beberapa pertimbangan matang dan koordinasi dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sementara Samuel Abrinjani, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo menyatakan bahwa Tik Tok telah melakukan banyak pelanggaran mulai dari video-video tidak senonoh yang dikhawatirkan bisa merusak moral generasi muda.

Pemblokiran Tik Tok oleh pemerintah memicu perbedaan pendapat para warganet. Sebagian netizen sangat senang dan menyambut gembira pemblokiran Tik Tok karena dianggap menampilkan konten-konten yang tidak layak dipertontonkan dan minim nilai edukasi.

Sebelum melakukan pemblokiran, Kemenkominfo telah menerima laporan dari masyarakat sebanyak 2.853. Ditambah lagi, pengaduan masyarakat melalui petisi yang dilayangkan di situs change.org dan ditujukan kepada Kemenkominfo untuk secepatnya memblokir Tik Tok.

Bagi pengguna setia Tik Tok, tentu sangat terkejut dengan pemblokiran itu dan melakukan protes keras. Apalagi bagi fans Bowo Alpenliebe yang tidak terima jika Tik Tok harus diblokir. Menurut penggemarnya, Bowo tidak salah apa-apa karena ia hanyalah mengekspresikan kreativitasnya.

Di pihak lain, yang tidak menyukai Bowo, pemblokiran Tik Tok adalah langkah yang sangat tepat dan sedikit mengurangi keresahan atas banyaknya video yang tidak mendidik.

Namun, pemblokiran Tik Tok ini bukanlah harga mati. Masih ada kesempatan bagi Tik Tok untuk bisa diakses kembali oleh masyarakat Indonesia. Dengan catatan, Tik Tok mampu menjamin kebersihan platform-nya dari konten-konten negatif. Seperti yang pernah dilakukan oleh Bigo pada beberapa waktu sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here