Home Arts Mengintip Proses Makeup untuk Film Layar Lebar

Mengintip Proses Makeup untuk Film Layar Lebar

Proses makeup artist (MUA) untuk produksi film layar lebar profesi pekerjaan cakupan jasa layanan
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/freestocks

Highlight.ID – Profesi makeup artist (MUA) banyak dibutuhkan oleh industri kreatif, terutama film layar lebar. Meski tidak terlihat di layar, tapi makeup artist memegang peranan yang sangat penting dalam produksi film. Untuk mendapatkan job film, makeup artist selain harus mempunyai keterampilan yang mumpuni juga perlu mempunyai jejaring yang kuat. Makeup artist yang pernah mengurusi beberapa film nasional adalah Talia Subandrio. Bagi lulusan LaSalle College Jakarta ini, keterlibatan dia dalam proses pembuatan film merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan berharga.

Talia, sekitar tahun 2016, pernah terlibat dalam pembuatan film berjudul “The Players” sebagai Chief Makeup and Hair Department. Itu adalah proyek pertamanya di produksi film di mana ia mengurusi makeup semua pemeran film mulai dari pemeran utama, pemeran pendukung hingga extras. “Itu seru banget akhirnya aku mendapatkan project film dan deg-degan juga karena tantangannya belum pernah pegang [proyek] film pada saat itu,” katanya.



“Dari situ aku belajar cara pembuatan film, makeup untuk film, pembentukan karakter. Itu belajar banyak banget dan di situ aku juga pertama kalinya merasakan syuting yang sangat panjang waktu kerjanya. Bisa onset jam 4 pagi, pulang jam 3 pagi. Pulang ke rumah, mandi doang terus pergi lagi. Udah harus syuting lagi,” ungkap Talia.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Talia merasa bahwa proses pembuatan film termasuk berat. Meski demikian, ia merasakan kepuasan yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Meski film tersebut tidak tayang, namun Talia telah mendapatkan pengalaman berharga. Berkat keterlibatannya dalam film itu pula, Talia mendapatkan tawaran untuk film-film yang lain. “Pada waktu itu, aku push my self harder untuk bisa bekerja dengan baik meskipun fisiknya lelah. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan film itu dengan baik.”

Baca juga:

Film kedua di mana Talia Subandrio ikut terlibat dalam pembuatannya yakni “Terlalu Tampan” yang diproduksi oleh Visinema Pictures. “Terlalu Tampan” diangkat dari serial komik ionline atau webtoon yang populer, dibintangi oleh Ari Irham sebagai Si Terlalu Tampan. Di film tersebut, Talia bertanggung jawab untuk meng-handle dua karakter yakni Kulin atau Terlalu Tampan yang maskulin dan Si Terlalu Cantik yang diperankan oleh Nikita Willy.

Talia harus dapat menciptakan tampilan makeup Terlalu Tampan yang absurd dan comical serta telihat cute. “Mungkin Ari Irham juga nggak nyangka untuk film dia harus duduk cukup lama di ruang makeup dan di-makeup cukup banyak, step-nya banyak banget. Tapi untung dia sabar banget,” kata Talia.

Sementara untuk Nikita Willy, proses makeup-nya tidak terlalu sulit karena sudah cantik dari awal. “Yang susah pada waktu adalah ngejagain mereka selalu tampan dan cantik all the time. Karena udah tahu kan, kalo syuting itu kan panas, ya. Bisa panas dari lampu [atau] temperatur ruangan, [baik] indoor atau outdoor itu selalu panas, nggak pernah dingin. Gimana jagain makeup-nya supaya nggak luntur,” jelasnya.

Proses makeup artist (MUA) untuk produksi film layar lebar profesi pekerjaan cakupan jasa layanan
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/Raphael Lovaski

Film selanjutnya adalah “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan” yang dibintangi oleh Jessica Mila sebagai Rara. Bagi Talia, film produksi Starvision yang disutradarai oleh Ernest Prakasa itu termasuk salah satu proyek yang paling berkesan. “Mas Ernest sama mbak Meira [Anastasia] mempercayakan aku untuk handle. Waktu aku baca skenarionya, wow! Ini benar-benar luar biasa, menantang, dan bikin semangat ngerjainnya. Di situ aku harus create makeup and hair untuk karakter Rara dengan fase-fase yang berbeda dari dia masih gemuk dan masih belum merawat diri sampai dia ke self acceptance.”

“Serunya di sini, harus merombak penampilannya 180 derajat dari Jessica Milla yang dikenal oleh masyarakat menjadi sosok Rara. Bukan hanya Rara, ada juga karakter lainnya seperti ibunya, adiknya, karyawan-karyawan di kantor, lalu ada geng anak kost. Nah itu, pas pre-production, kita ngumpulin data-data, research, dan ngebahas brief, meeting, berdebat berkali-kali, sampai dapat approval. Lalu test makeup dan ada proses potong rambut dulu, dan itu ada beberapa desain yang harus dicoba,” Talia menerangkan.

Salah satu karakter, yakni Rara harus di-tanning sekujur tubuhnya. “Selama syuting harus bisa menjaga skin tone-nya. Rara pakai wig waktu itu, kita harus ngejaga supaya wig-nya selama syuting itu benar-benar nggak kelihatan di kameran.”


“Ada kebutuhan special effect juga di dalamnya, bikin bekas luka caesar buat ibunya, vertical c section sama stretch mark, and then ada tompel buat [karakter] Si Prita. Terlebih lagi, cast-nya banyak banget. Pastinya syuting film kita punya timeline, ada jadwal, rundown, dan harus tepat waktu semuanya,” sambungnya.

“Momen yang paling heboh pada saat itu, harus menyiapkan semua cast pagi-pagi jam 6 pagi harus udah ready untuk mendapatkan golden hour. Jadi, kita makeup dari jam 2 pagi. Tim aku banyak banget, doing makeup and hair dan kahirnya kita on time syutingnya. I’m so very happy about it dan jujur itu sangat berkesan banget. Kalo ngomong capek, pasti ya cuman kebayar lah sama hasilnya,” ujar Talia.

“Kemarin nggak nyangka juga dapat Piala Maya dan aku sangat bersyukur banget karena senang aja gitu bisa mendapatkan apresiasi. Kurasa pengalaman aku itu belum seberapa ya, aku masih pengin belajar lagi, terus mendapatkan tantangan lagi, tawaran film yang membuat aku terus bereksperimen dan belajar,” pungkasnya.