Home Business 7 Keterampilan SPG & SPB: Pintar Pikat Hati Pelanggan

7 Keterampilan SPG & SPB: Pintar Pikat Hati Pelanggan

Tips cara menjadi bekerja beauty advisor ba sales promotion girls spg kosmetik karier
Ilustrasi | Foto: npd.com

Highlight.ID – Keterampilan berkomunikasi merupakan kunci kesuksesan dalam dunia kerja, tak terkecual bagi mereka yang bekerja sebagai sales peomotion girl/boy (SPG/B). Apalagi mereka harus bertemu dengan calon pembeli setiap hari sehingga skills kominikasi menjadi wajib untuk dikuasai.

Dengan keterampilan komunikasi pula, SPG/B dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Lebih dari itu, mereka juga bisa berpeluang mendapatkan penjualan yang bisa meningkatkan performa kerja.

Skills Komunikasi SPG/B

Sebagai seorang Sales Promotion Girl (SPG), kemampuan komunikasi sangat penting. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki termasuk:

1. Kemampuan berbicara yang efektif

Berbicara yang efektif adalah kunci untuk menjadi seorang SPG/B yang sukses. Pastikan kamu memahami dengan baik produk yang dipromosikan. Ini akan membantumu menjawab pertanyaan pelanggan dengan percaya diri dan meyakinkan

Hindari menggunakan teknis yang terlalu rumit atau istilah yang mungkin tidak dimengerti oleh pelanggan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Intonasi yang tepat dapat menambah daya tarik percakapan. Pastikan volume suaramu cukup untuk didengar tanpa terdengar terlalu keras.

Sebelum berbicara dengan pelanggan, tentukan tujuan dalam percakapan tersebut, misalnya untuk menjelaskan produk tertentu atau mengajak mereka untuk mencoba produk. Ekspresi wajah, gerakan tangan, dan sikap tubuh dapat memperkuat pesan. Pastikan bahasa tubuhmu konsisten dengan apa yang kamu katakan.

Fokuslah pada bagaimana produk atau layanan yang kamu promosikan dapat memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pelanggan. Jaga sikap yang ramah dan santun dalam setiap interaksi dengan pelanggan. Ini membantu menciptakan hubungan yang baik dan meningkatkan kepercayaan.

2. Keterampilan mendengarkan

Berikan perhatian penuh pada pelanggan saat mereka berbicara. Hindari gangguan seperti melihat ponsel atau melirik ke arah lain. Gunakan bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa kamu tertarik dengan apa yang dikatakan pelanggan, seperti mengangguk, tersenyum, dan menjaga kontak mata.

Biarkan pelanggan menyelesaikan kalimat mereka sebelum kamu berbicara. Menyela dapat membuat mereka merasa tidak dihargai. Tanyakan pertanyaan terbuka yang mendorong pelanggan untuk memberikan informasi lebih lanjut. Misalnya, “Apa yang Anda cari dalam produk ini?” atau “Bagaimana pengalaman Anda sebelumnya dengan produk sejenis?”

Ruang lingkup tugas tanggung jawab peran beauty advisor (BA) sales promotion girls (SPG) kosmetik makeup
Ilustrasi | Foto: simplybusiness.co.uk

Ulangi atau parafrase apa yang telah dikatakan pelanggan untuk memastikan kamu memahaminya dengan benar. Misalnya, “Jadi, Anda menginginkan produk yang lebih tahan lama, benar?”

Pahami perasaan dan perspektif pelanggan. Berikan respons yang menunjukkan bahwa kamu peduli dengan apa yang mereka katakan. Misalnya, “Saya mengerti itu bisa menjadi masalah bagi Anda.”

Jika diperlukan, catat poin-poin penting dari percakapan untuk membantumu mengingat detail penting dan memberikan solusi yang tepat. Setelah mendengarkan dengan baik, berikan respons yang relevan dan membantu. Ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan memahami kebutuhan mereka.

3. Kemampuan memahami produk

Ketahui detail teknis produk seperti ukuran, material, teknologi yang digunakan, dan spesifikasi lainnya. Selain itu, kenali kelebihan produk dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran. Apa yang membuat produk unggul dan mengapa pelanggan harus memilihnya?

Pahami dengan jelas manfaat apa yang akan didapat pelanggan dengan menggunakan produk. Bagaimana produk ini dapat memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah mereka? Pastikan kamu mengerti bagaimana cara menggunakan produk dengan benar. Bisa jadi, pelanggan akan bertanya tentang cara penggunaan atau perawatan produk.

Ketahui siapa target pasar utama produk. Apakah produk ini lebih cocok untuk golongan usia tertentu, gender tertentu, atau kebutuhan khusus lainnya?

Baca ulasan dan testimonial dari pelanggan yang sudah menggunakan produk tersebut. Ini dapat memberikan wawasan tambahan tentang bagaimana produk dianggap oleh pengguna langsung.

4. Negosiasi

Sebelum memulai negosiasi, pastikan kamu mengetahui semua detail tentang produk, harga, promosi yang sedang berlangsung, dan kebijakan perusahaan. Semakin siap kamu, semakin percaya diri kamu dalam negosiasi.

Selain harga, tunjukkan nilai tambah dari produk atau layanan. Misalnya, garansi, layanan purna jual, atau manfaat tambahan yang bisa didapatkan pelanggan. Negosiasi bisa memakan waktu dan kadang-kadang bisa menjadi emosional. Tetaplah tenang, sabar, dan profesional dalam setiap situasi.

Siapkan beberapa opsi atau paket yang bisa kamu tawarkan kepada pelanggan. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa kamu bersedia bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik. Carilah kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Hindari pendekatan yang terlalu memaksa atau hanya menguntungkan salah satu pihak.

Setelah mencapai kesepakatan, pastikan semua detail sudah disepakati dengan jelas. Ulangi poin-poin utama untuk mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak memahami dan setuju.

5. Penguasaan bahasa

Penguasaan bahasa yang baik sangat penting bagi seorang Sales Promotion Girl (SPG) untuk berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan. Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan penguasaan bahasa:

Jika kamu bekerja di daerah dengan bahasa lokal tertentu, pelajari bahasa tersebut untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan.

Tingkatkan kosakatamu, terutama yang berkaitan dengan produk dan industri tempatmu bekerja. Ini akan membantu kamu menjelaskan produk dengan lebih rinci dan menarik.

Dengarkan pembicara yang mahir dalam bahasa yang kamu pelajari, seperti melalui video, podcast, atau percakapan sehari-hari. Tiru intonasi, pengucapan, dan cara mereka menyusun kalimat. Selanjutnya, pilih kata-kata yang sopan dan profesional dalam setiap interaksi dengan pelanggan.

Ketahui istilah-istilah khusus yang sering digunakan dalam industri. Ini akan membantumu terdengar lebih kompeten dan meyakinkan. Membaca artikel, buku, atau materi pemasaran terkait produk akan meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa. Menulis catatan atau ringkasan juga bisa membantu.

Minta rekan kerja atau atasan untuk memberikan umpan balik tentang caramu berkomunikasi. Ini akan membantumu mengetahui area yang perlu diperbaiki.

Kika memungkinkan, ikuti kursus atau pelatihan bahasa untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Anda secara formal. Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi pembelajaran bahasa atau alat terjemahan untuk membantu meningkatkan penguasaan bahasa.

6. Pengelolaan waktu

Mengelola waktu secara efektif selama interaksi dengan pelanggan adalah kunci untuk memberikan pelayanan optimal dan mencapai target penjualan. Sebelum berbicara dengan pelanggan, tentukan apa yang ingin kamu capai dalam interaksi tersebut, seperti memberikan informasi produk, menjawab pertanyaan, atau menutup penjualan.

Mulailah dengan pertanyaan yang dapat membantumu memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan cepat. Contoh: “Apa yang Anda cari dalam produk ini?” atau “Bagaimana saya bisa membantu Anda hari ini?”

Sampaikan informasi tentang produk dengan jelas dan ringkas. Hindari penjelasan yang terlalu panjang atau bertele-tele, dan fokus pada poin-poin utama yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Setelah kamu memberikan informasi yang diperlukan dan mengatasi keberatan, arahkan percakapan ke penutupan penjualan. Contoh: “Apakah Anda tertarik untuk mencoba produk ini?” atau “Bagaimana jika kita mulai dengan paket ini?”

Jika memungkinkan, gunakan alat bantu visual seperti brosur, gambar, atau video untuk memperjelas penjelasanmu. Ini dapat membantu mempercepat pemahaman pelanggan.

7. Mengelola penolakan

Ingat bahwa penolakan bukanlah penolakan terhadap Anda sebagai individu, tetapi lebih kepada produk atau situasi tertentu. Pertahankan sikap positif dan profesionalisme dalam setiap interaksi.

Ajukan pertanyaan untuk memahami alasan di balik penolakan. Misalnya, “Bolehkah saya tahu apa yang membuat Anda ragu?” atau “Apakah ada aspek tertentu yang membuat Anda kurang tertarik?”

Jika penolakan disebabkan oleh kurangnya informasi, berikan penjelasan lebih lanjut atau klarifikasi.Tawarkan Alternatif: Jika produk yang ditawarkan tidak cocok, pertimbangkan untuk menawarkan alternatif yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Jangan bersikap defensif atau berdebat dengan pelanggan. Hormati pandangan mereka.Terima dengan Lapang Dada: Jika pelanggan tetap pada keputusannya, terima dengan lapang dada dan ucapkan terima kasih atas waktunya.