Home Tips Career Kerja Sama dengan Undip, Kementerian PUPR Buka Politeknik PU

Kerja Sama dengan Undip, Kementerian PUPR Buka Politeknik PU

kampus kuliah jurusan program studi universitas politeknik pekerjaan umum perumahan rakyat pu kementrian pupr mahasiswa biaya semester prospek peluang kerja
Penyerahkan izin Prinsip Pendirian Politeknik PU | Foto: IG/@kemenpupr

Highlight.ID – Kebutuhan tenaga terampil di bidang konstruksi yang jumlahnya sangat terbatas mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendirikan Politeknik Pekerjaan Umum (PU). Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah memberikan izin prinsip pendirian Polteknik PU yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah tersebut. Tujuan pendirian Politeknik PU yakni untuk memenuhi kebutuhan konstruksi terampil dalam pembangungan infrastruktur bidang PUPR.

Mohammad Nasir selaku Menristekdikti menyambut baik dan mendukung insiatif dari Kementrian PUPR untuk mendirikan Politeknik PU. “Pengajuan pendirian Politeknik PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya bidang konstruksi. Lulusannya diharapkan tidak cukup memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Nasir pada acara Penyerahkan izin Prinsip Pendirian Politeknik PU kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (27/12) dikutip dari laman ristekdikti.go.id.

Menurut M. Nasir, pendirian Politeknik PU dapat mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya di bidang konstruksi. Ia pun berharap agar lulusan Polteknik PU tak hanya sekadar memiliki ijazah tapi juga harus mendapatkan sertifikat kompetensi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pada tahap awal, Politeknik PU yang berdiri berkat kerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) akan memiliki 3 Program Studi. Ketiga Program Studi di Politeknik PU yaitu Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan.

Rencananya, Politeknik PU membuka pendaftaran mahasiswa mulai tahun 2019 sebanyak 50 orang setiap jurusan sehingga totalnya berjumlah 150 orang. Adapun calon mahasiswa Politeknik PU berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR, tenaga kerja konstruksi dan dari jalur umum.

Saat ini, Indonesia mengalami kekurangan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia yang berjumlah sekitar 8,1 juta orang, 74% di antaranya merupakan ‘unskilled labour’ dengan pendidikan di bawah jenjang SMA. Hanya 485.534 orang (5,97%) dari jumlah total tenaga kerja konstruksi tersebut yang telah memiliki sertifikasi kompetensi.

Laporan tersebut disampaikan oleh Lolly Martina Martief, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR. Kondisi tersebut membuat perlunnya peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi yang terampil.

Politeknik PU memanfaatkan Balai Ujicoba Sistem Diklat Perumahan dan Permukiman di Tembalang, Semarang sebagai lokasi kampus. Untuk penyusunan kurikulum, Kementrian PUPR bekerja sama dengan IHE Delft Belanda.

Lolly menambahkan, “Politeknik PU memiliki keunggulan dibandingkan dengan Politeknik lainnya di antaranya adalah lulusan akan mendapatkan sertifikasi profesi level terampil, kompetensi lulusan sesuai kebutuhkan di lapangan, terdapat Kurikulum Mata kuliah khusus seperti Green Contruction, Preservasi Jalan dan Jembatan, Pengenalan Teknologi Maju, Mitigasi Keadaan Darurat (bencana), Drainasi dan Pengendalian Banjir, Peraturan Perundangan), dan keterlibatan industri konstruksi.”

Sementara itu, M. Agung Wibowo selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menyatakan bahwa Undip siap bekerjasama dalam pengembangan Politeknik PU sebagai institusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0.