Home Beauty Pengalaman Menjadi Beauty Advisor (BA), Apa Saja Kerjaannya?

Pengalaman Menjadi Beauty Advisor (BA), Apa Saja Kerjaannya?

Ruang lingkup tugas tanggung jawab peran beauty advisor (BA) sales promotion girls (SPG) kosmetik makeup
Tasya Putri Oktavia (Beauty Advisor) | Foto: Dok. Pribadi

Highlight.ID – Kesukaan seseorang terhadap suatu hal ternyata bisa mengantarkan pada jenis pekerjaan tertentu. Seperti halnya yang dialami oleh Tasya Putri Oktavia, cewek kelahiran Jember, 5 Oktober 2000 ini mengaku suka dengan dunia makeup. Berkat ketertarikannya pada bidang kecantikan, Tasya kini menjalani profesi sebagai beauty advisor (BA) sebuah brand kosmetik lokal, Y.O.U Makeups.

“Karena aku tertarik di dunia makeup, aku percaya kalo punya jiwa marketing yang baik walaupun aku bukan orang marketing. Pendidikan aku juga nggak ada latar belakang marketing, tapi aku yakin bisa,” kata Tasya kepada Highlight.ID. Setelah lulus SMA, Tasya sempat bekerja di sebuah pabrik sebelum akhirnya menjadi beauty advisor.




Selain sibuk menekuni profesinya sebagai beauty advisor, Tasya yang mempunyai tinggi badan 156 cm dan berat badan 48 kg juga menerima tawaran pekerjaan merias wajah. Dengan keterampilannya merias wajah, wanita berzodiak Libra ini mempunyai pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan sebagai freelance makeup artist.

Keterampilan

Menurut Tasya, seorang beauty advisor minimal harus mempunyai keterampilan merias wajah diri sendiri (self makeup).  Kemampuan dalam merias wajah menjadi bekal bagi beauty advisor untuk meyakinkan calon pelanggan. “Nggak mungkin kan kita jual (produk) makeup tapi kita nggak bisa makeup,” ujar cewek yang hobi suka menulis puisi ini.

Baca Juga: Cara Kerja SPG (Sales Promotion Girls) Kosmetik dalam Melayani Pelanggan





Keterampilan lainnya yang tak kalah penting yakni kemampuan berbicara kepada orang lain atau public speaking. “Beauty advisor itu sama halnya kayak SPG untuk mempromosikan suatu brand atau produk. Kalo kita nggak bisa ngomong atau public speaking kita kurang bagus, bakalan susah dapat customer,” jelasnya.

Pekerjaan BA di counter mengharuskan bertemu dengan banyak orang dengan karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kemampuan public speaking menjadi kunci kesuksesan BA agar ia dapat mempersuasi dan mempengaruhi keputusan pembeli.

Ketika awal bekerja menjadi BA, Tasya mengaku masih kaku menghadapi pelanggan karena belum terbiasa. “Tapi lama-lama bisa terbiasa, nih. Aku sendiri kalo misalnya ada pelanggan, aku pasti bakal nilai dulu. Si pelanggan ini tipe orang yang suka banyak ngobrol atau emang to the point, mengikuti pelanggannya aja.”

Baca Juga: Bekerja Sebagai Beauty Promotor, Apa Tugas dan Tanggung Jawabnya?

Ruang Lingkup Pekerjaan

Tak ubahnya sales promotion girls (SPG), beauty advisor juga sering kita temui di toko-toko maupun pusat-pusat perbelanjaan. Perbedaannya, beauty advisor hanya fokus pada penjualan produk-produk kosmetik. Sedangkan ruang lingkup pekerjaan beauty advisor salah satu yang paling utama yakni memahami berbagai macam informasi tentang produk (product knowledge) dengan baik.

Dengan product knowledge yang bagus, BA diharapkan dapat meraih customer, melakukan penjualan, dan mencapai target penjualan. Jika toko tempat Tasya bekerja ramai, maka ia dapat berharap mencapai target penjualan. Sebaliknya, hambatan terbesar baginya yaitu ketika tokonya sepi sehingga omset penjualan dapat berkurang.

Hingga saat ini, Tasya mengaku enjoy dengan profesinya sebagai beauty advisor. Pengalaman berkesan Tasya selama menjadi BA yakni mendapatkan penghargaan karena berhasil mencapai target penjualan di distribution center (DC) di mana ia bekerja. Tasya merasa senang karena memperoleh target penjualan nomor satu di DC-nya di mana ada ratusan BA lainnya yang berupaya meraih hal yang sama.

“Itu menjadi kebanggaan, prestasi tersendiri buat aku untuk ke depannya,” Tasya menceritakan. Tasya sadar bahwa mempertahankan prestasi tersebut adalah satu hal yang susah. Namun justru itu menjadi motivasi baginya untuk bisa selalu mencapai target penjualan yang ditentukan perusahaan.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Tasya berusaha untuk mencurahkan segenap hatinya. “Bekerjalah dengan hati, bekerjalan dengan ikhlas maka kamu akan mendapatkan lebih dari apa yang kamu inginkan,” ucapnya. Ia pun berharap dapat bekerja dengan lebih baik dan perusahaan tempat ia bekerja semakin dikenal luas.