Home Beauty Memaknai Hari Ibu: Perempuan Punya Kesempatan untuk Jadi Pemimpin

Memaknai Hari Ibu: Perempuan Punya Kesempatan untuk Jadi Pemimpin

Avrist Assurance mengadakan talkshow tentang peran kepemimpinan perempuan di era sekarang
Avrist Warrior Woman Media Talk Show (10/12/2019) | Foto: Highlight.ID

Highlight.ID – Sebuah studi dari McKinsey tentang Kesetaraan Wanita di Negara Indonesia menemukan bahwa GDP Indonesia akan mencapai USD 135 miliar pada tahun 2025 dengan meningkatkan partisipasi wanita di pekerjaan dan posisi manajemen, mengembangkan inklusi finansial dan digital, dan mengubah persepsi masyarakat tentang peran wanita yang terbatas. Kontribusi pokok wanita menjadi faktor krusial guna menggerakkan roda perekonomian nasional dan meningkatkan taraf hidup rata-rata masyarakat Indonesia.

Dalam perbincangan untuk merayakan Hari Ibu, Avrist Assurance mengundang Anna Leonita, Presiden Direktur, PT Avrist Assurance dan Heera Syahir Karim Vasandani, Presiden, IWFCI Indonesia, untuk membahas topik mengenai tantangan yang dihadapi seorang Ibu yang ingin kembali meniti karier, baik sebagai professional maupun pengusaha, setelah berkeluarga. Dalam diskusi, kedua pembicara menitikberatkan kesempatan yang dimiliki oleh perempuan zaman sekarang untuk dapat berprestasi sebagai professional moms hingga menjadi pemimpin dalam sebuah perusahaan/organisasi.

Baca juga:

Menjadi Pemimpin

Dalam kesempatan tersebut, Anna Leonita membagikan pengalamannya selama memimpin PT Avrist Assurance. Sebagai seorang Presiden Direktur PT Avrist Assurance, Anna Leonita bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua karyawan yang bekerja di perusahaan. “Saya pikir, ini merupakan amanah dan kita perlu menjalaninya sepenuh hati dan secara konsisten agar kita bisa sama-sama mencapai tujuan perusahaan,” ujar Anna.

Mengamini pernyataan Anna, Heera menggarisbawahi mutu yang dimiliki Ibu berkarier yang sebenarnya merupakan tambahan penting bagi kelangsungan perusahaan. “Saya percaya bahwa kesuksesan seorang pemimpin perempuan itu bisa terjadi karena adanya support system yang mendukung dia, baik di rumah maupun di kantor.”

“Komunikasi juga merupakan hal yang sangat krusial untuk menjalankan misi seorang perempuan dalam berkarier dan merawat keluarga. Saya pun menjalakan work life integration, yaitu mengsinergikan kehidupan kerja dengan keluarga, komunitas, kesehatan dan kesejahteraan diri,” tambah Heera.

Avrist Assurance mengadakan talkshow tentang peran kepemimpinan perempuan di era sekarang
Avrist Warrior Woman Media Talk Show (10/12/2019) | Foto: Highlight.ID

Membagi Peran

“Pada dasarnya, seorang Ibu adalah arsitek dan tulang punggung dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Di zaman sekarang, peran tersebut sudah bertambah dengan semakin banyaknya perempuan yang berkarier sekaligus menjalani peran sebagai seorang Ibu. Dengan bertambahnya peranan tersebut, secara langsung porsi tanggung jawab yang diperoleh perempuan pun bertambah. Kuncinya di komunikasi, komitmen, dan manajemen waktu.” kata Anna.

Anna mengatakan bahwa komunikasi merupakan hal yang paling fundamental, karena perempuan harus mampu membina komunikasi yang baik di rumah dan di kantor. Kemampuan untuk mengatur waktu merupakan elemen penting dan tantangan terbesar bagi seorang working mom.

Seorang Ibu harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin waktu dan membaginya sesuai dengan perannya, baik di rumah maupun di kantor. Lalu, komitmen merupakan hal yang sangat penting, karena komitmen ini yang menjaga agar semua peran yang dijalankan dapat dilaksanakan mencapai kesuksesan.

Menghadapi Tantangan

Di dalam diskusi ini, pembahasan mengenai tantangan yang sering dihadapi oleh perempuan saat kembali berkarier setelah berkeluarga, menjadi pembahasan yang menarik. Anna menuturkan, “Tantangan ada bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi. Kita harus mencari jalan keluar untuk menghadapi tantangan tersebut dengan berbagai cara.”

“Salah satunya adalah dengan meningkatkan kemampuan kita yang dapat membuka wawasan kita, seperti membuka networking, membaca, menonton film, hadir di seminar atau workshop; itu akan sangat membantu. Memilki wawasan luas dan berpikiran terbuka, maka rasa percaya diri kita akan tambah dan ini justru faktor penting bagi seorang pemimpin,” imbuhnya.

“Sebagai seorang wanita, saya selalu mempunyai pikiran bahwa wanita mempunyai kelebihan, yakni naluri. Naluri seorang wanita bagi saya itu merupakan nilai tambah dalam hal berkarier. Sebagai wanita, kita memiliki empati terhadap orang lain, melebihi dari kaum pria. Empati ini saya pakai untuk melihat, mengamati, dan mengevaluasi. Apa yang bisa saya tingkatkan dan apa yang perlu dikurangi? Sebagai wanita, kita harus memilki disiplin ke keluarga kita, awalnya. Dan kita harus konsisten, menjalankan perannya. Jika di rumah tentunya sebagai Ibu dari anak-anak dan istri dari suami. Tapi kalo di kantor, kita adalah pemimpin dari suatu perusahaan,” jelas Anna.