Home Beauty Perbedaan Derma Growth Factor (DGF) dengan Treatment Lain yang Sejenis

Perbedaan Derma Growth Factor (DGF) dengan Treatment Lain yang Sejenis

jenis macam layanan services perawatan treatment fungsi kegunaan manfaat derma growth factor kelebihan kekurangan klinik kecantikan dokter yogyakarta indonesia dibandingkan perbedaan
ISEEFEST 2019

Highlight.ID – Proses peremajaan kulit dilakukan dengan cara merangsang produksi kolagen baru. Metode yang dipakai untuk menstimulasi pertumbuhan sel-sel kulit baru salah satunya yaitu Derma Growth Factor (DGF). Berbagai manfaat yang diperoleh lewat tindakan DGF beberapa di antaranya yaitu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi garis-garis halus di permukaan kulit, mempercepat proses penyembuhan luka, dan menyamarkan bekas luka.

Tindakan DGF dilakukan dengan teknik microneedling dan bantuan alat Dermapen. Dermapen tersebut memiliki efek getar yang dapat mengurangi rasa nyeri pasien. Sedangkan needle (jarum) yang digunakan pada tindakan DGF sangat kecil sehingga tidak merusak lapisan kulit. Selain itu, DGF memanfaatkan Serum Growth Factor dengan kandungan polipeptida di dalamnya. Serum tersebut berperan dalam proses peremajaan kulit sehingga kulit menjadi lebih kenyal dan sehat.



Selain DGF, ada beberapa treatment kecantikan lainnya yang sejenis yakni Derma Roller, Derma Punch, Platelet-Rich Plasma (PRP), BB Glow, dan Laser Fractional. Setiap perawatan tersebut memiliki prosedur dan tahapan yang berbeda, demikian juga dengan alat yang digunakan. Kali ini, dr. Gabriella Clarisa W., Dokter Estetika Revelin Aesthetic menjelaskan perbedaan antara Derma Growth Factor dengan treatment lain yang sejenis.

Perbandingan Derma Growth Factor dengan Derma Roller

Seperti halnya DGF, Derma Roller juga menggunakan teknik microneedling untuk menstimulasi produksi kolagen. Bedanya, Derma Roller dilakukan dengan cara menggelindingkan roll sehingga menimbulkan rasa nyeri yang lebih hebat di kulit. Akibatnya, kulit pasien menjadi kemerahan dan proses recovery pun lebih lama.

Baca juga:

dr. Gabriella mengatakan, “Kalo Derma Growth Factor itu alatnya, menggunakan Dermapen. Dermapen itu kan nanti ada head-nya berupa microneedle. Nah kalo Derma Roller, itu modelnya kayak digelindingkan roller-nya.”

“Otomatis kelemahannya adalah, kalo kita menggunakan roller, luka yang ditimbulkan juga lebih besar. Sehingga merahnya after treatment itu lebih lama,” tambah dia. Selain itu dari segi biaya, Derma Roller bisa lebih tinggi apabila 1 pasien menggunakan 1 alat Derma Roller. Menurut dr. Gabriella, kedalaman microneedle Derma Roller tidak terukur tergantung pada tenaga operator atau dokter yang melakukan tindakan.

Sedangkan DGF cukup hanya mengganti tip head yang ada pada Dermapen. “Kalo kita menggunakan Dermapen yang kita ganti cuman tip head-nya aja. Jadi, yang nempel ke pasien itu tiap kali dateng (ke klinik) kita ganti. Selalu steril dan selalu baru,” ujar dr. Gabriella.

jenis macam layanan services perawatan treatment fungsi kegunaan manfaat derma growth factor kelebihan kekurangan klinik kecantikan dokter yogyakarta indonesia dibandingkan perbedaan
dr. Gabriella Clarisa W., Dokter Estetika Revelin Aesthetic | Foto; Dok. Highlight.ID

Selain itu, Dermapen yang digunakan pada tindakan DGF memiliki sensor getar yang dapat mengurangi rasa nyeri. Kedalaman microneedle pada DGF sudah terukur dan sama di semua permukaan kulit. Head microneedle juga selalu baru di setiap treatment sehingga dijamin higienis.

Perbandingan Derma Growth Factor dengan Derma Punch

Treatment yang hampir sama dengan Derma Growth Factor yakni Derma Punch. Kedua perawatan kecantikan ini sama-sama menggunakan Dermapen dengan teknik microneedling. Bedanya, pada DGF diberikan Serum Growth Factor yang mengandung protein untuk membantu proses pertumbuhan sel secara fisiologis.

“Serum Growth Factor ini bisa merangsang pertumbuhan sel kulit lebih baik lagi, menghaluskan permukaan kulit, mengurangi kerutan,” ujar dr. Gabriella. Menurutnya, di beberapa tempat lain, ada tindakan yang menggunakan moisturizer atau serum tapi bukan Serum Growth Factor.

Perbandingan Derma Growth Factor dengan Platelet-Rich Plasma (PRP)

dr Gabriella memaparkan bahwa Platelet-Rich Plasma (PRP) juga diklaim bisa memperbaiki kerutan halus di permukaan kulit, memperbaiki scar (bekas luka), dan pori-pori besar. Sama seperti DGF, PRP juga menggunakan teknik microneedling, baik itu memakai alat Dermapen atau Derma Roller. Yang membedakan, PRP memanfaatkan plasma darah dari pasien.


Menurut dr. Gabriella, sebelum tindakan PRP, darah pasien diambil terlebih dahulu dengan menggunakan selang infus seperti transfusi darah. Lalu, alat centrifuge digunakan untuk memisahkan sel darah merah padat di bawah dengan plasma darah di atas. Plasma darah itulah yang kemudian diambil dan dioleskan ke permukaan wajah setelah tindakan microneedling. Ada pula tindakan PRP dengan cara menyuntikkan plasma darah secara langsung sehingga rasa nyerinya lebih terasa.

“Kalo PRP itu kan tergantung plasma darah pasien itu sendiri. Padahal setiap (darah) pasien rata-rata sudah terkontaminasi atau kena radikal bebas,” jelas dr. Gabriella. Darah yang telah terkontaminasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sakit, minum anti biotik, infus, transfusi darah, rokok, dan asap kendaraan bermotor. Efek yang dihasilkan dari tindakan PRP pun bisa berbeda-beda tergantung kondisi darah pasien.

“Karena menggunakan plasma darah pasien itu bener-bener tergantung pasiennya dan tidak bisa menjadi tolok ukur yang pasti,” ungkap dr. Gabriella. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tindakan DGF memiliki tolok ukur yang pasti karena sudah ada dosis/takaran tertentu yang ditetapkan oleh produsen.

Baca juga:

Perbandingan Derma Growth Factor dengan BB Glow

Perawatan kecantikan yang hampir mirip dengan DGF yakni BB Glow yang juga menggunakan teknik microneedling. Bedanya, BB Glow memakai serum foundation yang dapat membuat wajah mulus seperti artis yang memakai bedak seharian. Namun, kulit yang mulus hasil treatment BB Glow itu tidak bersifat permanen.

dr. Gabriella memaparkan bahwa setelah perawatan BB Glow, wajah pasien tidak boleh dicuci selama 24 jam dan hasilnya dapat bertahan sekitar 2 bulan. Berbeda dengan DGF yang hanya memerlukan waktu 8 jam (tidak boleh dicuci) dengan hasil yang permanen. “Kalo ini (BB Glow) 24 jam nggak boleh dicuci dan setelah dicuci rata-rata luntur. Seminggu sekali harus diulang.” tambahnya.

Perbandingan Derma Growth Factor dengan Laser Fractional

Menurut dr. Gabriella, perawatan dengan Laser Fractional memiliki hasil yang bagus namun dari segi harga terbilang tinggi. Selain itu, setelah tindakan Laser Fractional yang tanpa menggunakan jarum, kulit pasien bisa kemerahan hingga kurang lebih 7 hari.

“Dari segi biaya, Laser Fractional itu bisa 4 sampai 5 kali lipat lebih mahal daripada Derma Growth Factor dalam satu kali treatment-nya, dengan hasil yang kurang lebih hampir sama,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here