Home Business Bekerja Sebagai Pramugari, Apa Tahapan Seleksi yang Harus Dilalui?

Bekerja Sebagai Pramugari, Apa Tahapan Seleksi yang Harus Dilalui?

Peluang kerja profesi menjadi pramugari cabin crew flight attendant tugas peran tanggung jawab maskapai penerbangan
Istigotsah Marsavilova (Pramugari Sriwijaya Air) | Foto: Dok. Pribadi

Highlight.ID – Penumpang yang hendak menaiki pesawat pasti akan disambut awak kabin yang bertugas melakukan pelayanan selama dalam perjalanan. Kita sering menyebutnya dengan pramugari (perempuan) dan pramugara (laki-laki) atau disebut juga dengan flight attendant. Sebelum penumpang masuk ke pesawat, pramugari telah melakukan tugas-tugasnya seperti briefing dan melakukan pengecekan peralatan keselamatan.

Bagi sebagian orang, pramugari adalah profesi yang diidam-idamkan. Bahkan untuk bisa menjadi pramugari, mereka rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk mengikuti berbagai macam pelatihan di lembaga pendidikan. Harapannya, tentu saja agar setelah lulus pendidikan dapat diterima bekerja sebagai pramugari.




Tahapan Seleksi

Bahkan untuk menggapai tujuan tersebut, calon pramugari harus mengikuti tes berkali-kali seperti yang dialami oleh Istigotsah Marsavilova. Wanita yang mempunyai nama panggilan Caca atau Marsa ini gagal tes sebanyak 5 kali sebelum akhirnya diterima bekerja sebagai pramugari Sriwijaya Air.

“Setelah lulus SMA, aku ikut pendidikan di Bandung, sekolah pramugari gitu, selama 6 bulan. Setelah itu, aku ngelamar (pekerjaan) jadi pramugari, baru keterima setelah gagal 5 kali,” jelas Caca kepada Highlight.ID.

Baca juga:

Caca mengikuti serangkaian tes seleksi calon pramugari yang terdiri dari 7 tahapan. Beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu pengukuran tinggi badan dan berat badan, penampilan, tes bahasa Inggris, interview, psikotes, tes kesehatan, dan tes pantauan akhir. “Lalu, aku keterima di Sriwijaya Air. Setelah itu, aku mengikuti serangkaian tes lagi. Ada ground training selama 3 bulan yaitu gimana sih caranya belajar safety,” sambungnya.

Pemilik tinggi badan 164 cm dan berat badan 53 kg ini juga menjalani flight training di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. “Setelah itu, aku ikutan tes lagi, baru aku lulus dan keluar Flight Attendant Certificate,” kata pehobi dance, menyanyi, dan traveling ini.

Menurut Caca, keterampilan berbahasa asing terutama bahasa Inggris adalah suatu keharusan. Jika memiliki kemampuan bahasa Mandarin maka itu menjadi nilai plus tersendiri. Sebagai pramugari, Caca juga harus selalu tersenyum kepada siapapun dan dalam kondisi apapun.

Peluang kerja profesi menjadi pramugari cabin crew flight attendant tugas peran tanggung jawab maskapai penerbangan
Istigotsah Marsavilova (Pramugari Sriwijaya Air) | Foto: Dok. Pribadi

Pengalaman Menjadi Pramugari

“Alasan aku bekerja sebagai pramugari karena emang hobi aku traveling, jalan-jalan, suka sama (tempat) wisata. Aku lebih milih (jadi) pramugari karena itu passion aku. Selain benefit-nya yang lumayan, hanya dengan (syarat) lulusan SMA. Kalo aku kerja sesuai dengan hobi aku, aku nggak akan pernah bosen buat ngelakuinnya,” ucap cewek berzodiak Aries ini.

Caca yang lahir di Cirebon, 18 April 1998 mengungkapkan bahwa orang tuanya sangat mendukung profesi dia sebagai pramugari. “Mama saya itu, cita-citanya punya anak (bekerja jadi) pramugari. Katanya senang aja gitu, lihat pramugari itu anggun, cantik-cantik.”

Lebih lanjut, Caca menceritakan, “Enaknya jadi pramugari itu kita bisa keliling Indonesia, bisa keliling dunia. Atau, kalo misalkan ke kota-kota, kita bisa tahu ciri khasnya, budayanya apa. Makanannya banyak, coba wisata kuliner. Kita mengenal lebih jauh tentang Indonesia bahkan dunia. Dan, jalan-jalan gratis, dibayar lagi.”

Bagi Caca, pengalaman yang paling berkesan yakni bisa bertemu dengan banyak orang yang mempunyai berbagai macam karakter. Menurutnya, melayani penumpang tidaklah mudah namun menjadi tantangan tersendiri. Selama bekerja, Caca telah banyak mendatangi tempat-tempat di Indonesia sehingga semakin memperkaya wawasannya tentang kebudayaan suatu daerah. Tak hanya itu, beberapa negara tetangga pernah juga disambangi seperti Vietnam dan Malaysia.


Dalam pandangan Caca, Indonesia mempunyai kekayaan alam luar biasa yang potensial untuk dijadikan destinasi wisata. “Di Indonesia ini banyak banget tempat wisata yang belum banyak orang tahu dan belum banyak dijamah oleh orang. Indonesia itu indah banget apalagi, dia (Indonesia) terkenal dengan negara kepulauan, jadi aku nggak mau ke mana-mana (ke luar negeri),” sambungnya.

Caca mendapatkan beberapa fasiltas yang memudahkannya untuk bekerja. Di antaranya yakni fasilitas jemputan baik berangkat maupun pulang kerja. “Lalu, kalo ke kota-kota itu sudah pasti ada akomodasi yang udah ditanggung sama perusahaan dan masih banyak lagi.”

Sebagai pramugari, Caca harus senantiasa bepergian dengan pesawat dan jarang bertemu dengan keluarga maupun orang-orang terdekat. Apalagi ketika ada momen-momen penting, Caca tidak bisa ikut berkumpul bersama keluarga, karena harus menunaikan tugasnya. Namun demikian, Caca sadar bahwa itu adalah risiko pekerjaan yang harus ditanggungnya.

Baca juga:

Pramugari oleh sebagian orang dianggap mempunyai gaya hidup yang glamor dan cenderung bermewah-mewahan. Caca pun tidak menampik hal tersebut. Namun, ia melihat tidak semua pramugari seperti itu.

“Mungkin glamor itu karena gajinya yang terkenal lumayan besar jadi kita bisa membeli apa yang kita mau. Mungkin orang-orang nganggapnya kayak gitu, padahal nggak semua pramugari itu glamor. Ada juga yang dia itu sebagai tulang punggung keluarga,” ujar perempuan yang menyukai tokoh kartun Doraemon ini.

Buat kamu yang pengin jadi pramugari, Caca memberikan beberapa tips bermanfaat. “Berdoa yang penting dan berusaha. Jangan pernah putus asa dan jangan pernah menyerah walaupun sudah satu, dua, tiga kali bahkan seperti aku lima kali gagal itu harus coba lagi. Harus ramah sama orang, harus selalu tersenyum. Pokoknya yang baik-baik aja dan mempunyai inisiatif untuk saling membantu. Karena kita kan kerjanya teamwork, jadi harus saling menolong.”

“Kalo mau ngelamar ke maskapai, kita harus tahu latar belakangnya, cari tahu. Jadi pas di-interview, kita udah tahu berarti kita benar-benar serius untuk kerja di maskapai tersebut. Pokoknya jangan pernah menyerah, ada pepatah yang mengatakan: ‘Bercita-citalah setinggi langit. Jika kamu terjatuh maka kamu akan terjatuh di antara bintang-bintang’.”