Home Tips Career Kenal Lebih Dekat dengan Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia Lari Junior

Kenal Lebih Dekat dengan Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia Lari Junior

sejarah profil siapa biodata lalu muhammad zohri atlet lari olah raga nasional internasional juara dunia terbaik berprestasi bagus karier
tribunnews.com
ISEEFEST 2019

Highlight.id – Apa yang bikin Zohri kerap diperbincangkan yaitu karena prestasi yang baru saja dibuatnya. Prestasi yang tak biasa tentunya, karena dalam sejarah, Indonesia tak jago-jago amat mencetak atlet lari terbaik yang bisa bikin prestasi dunia. Pertanyaannya, siapa Zohri itu?

Nama lengkapnya Lalu Muhammad Zohri, dan umurnya baru genap 18 tahun pada 1 Juli yang lalu. Lahir tahun 2000, keluarga Zohri bisa dibilang kurang mampu. Dari cerita yang beredar, untuk latihan saja, atlit lari Indonesia ini tak memakai alas kaki karena terbatasnya daya beli.

Mengulik lebih dalam, atlet lari Indonesia ini ternyata tak jago-jago amat untuk urusan akademis. Zohri bahkan masuk murid pemalas dan pernah tinggal kelas satu kali. Tak heran, di umurnya yang sudah 18 tahun, Zohri masih tercatat sebagai siswa kelas 2 SMA Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PLPP).

Yang sedikit menggelikan, guru sekolah Zohri bahkan tak segan menjemputnya agar mau masuk sekolah lagi. Beda dengan kemampuan aspek olahraga, Zohri kerap unggul di sini. Layaknya anak Timur kebanyakan, olah raga favoritnya adalah sepak bola.

Baca juga:

Hidup dengan Keterbatasan

Lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Zohri kecil sudah ditinggal ibunya, Saeriah, saat jenjang sekolah dasar. Sang ayah, Lalu Ahmad, meninggal saat Zohri beranjak dewasa, 17 tahun. Setelahnya, Zohri cuma berteman dengan dua kakaknya, Baiq Fazilla (perempuan, 29) dan Lalu Ma’rib (laki-laki, 28).

Latar belakang keluarga Zohri tak semanis prestasi yang dibuat, semua serba kekurangan. Rumah tinggalnya saja jauh dari kata bagus, hanya terbuat dari anyaman bambu. Itupun sudah lapuk. Yang bikin tragis, banyak tempelan koran di dinding rumah guna menutup lubang.

sejarah profil siapa biodata lalu muhammad zohri atlet lari olah raga nasional internasional juara dunia terbaik berprestasi bagus karier
tribunnews.com

Di dusun Karang Pasor, Lombok Utara, Zohri biasa disapa Badok. Oleh orang sekitar, Zohri dikenal sebagai pribadi yang cukup pendiam. Bukan tanpa alasan, ini karena Zohri sadar akan kondisi keluarga yang serba minim. Konon, untuk beli sepatu lari saja tak mampu.

Meski begitu, semua kekurangan yang ada tak lantas bikin Zohri kecil semangat. Latihan dijalani seadanya tanpa alas kaki, juga di tempat biasa. Tak ada arena latihan khusus yang dipakai, hanya mengitari desa dan keliling pantai sudah lebih dari cukup.

Gelimang Prestasi Sejak Debut Lomba

Apa yang didapat Zohri sekarang tentu bukan sesuatu yang instan. Karir Zohri sebagai atlet lari Indonesia dimulai sejak sekolah menengah. Memulai debut lomba sejak SMP, bakat Zohri diasah guru olah raga meski dengan sedikit paksaan. Awalnya, Zohri enggan ikut lomba lari dan memilih sepak bola.

Baru menginjak kelas 3 SMP, Zohri didaftarkan gurunya ikut lomba tingkat daerah. Melihat potensi yang dipunya Zohri di kejuaraan daerah ini, SMA PLPP yang merupakan sekolah khusus atlet merekutnya. Petualangan Zohri di berbagai kejuaraan pun dimulai dari sini.

Dimulai tahun 2016, Zohri sudah terlibat kompetisi lari antar sekolah PLPP, dilanjut dengan ikut PON. Ada juga kompetisi nasional jenjang umur 18 dan 20 tahun. Karena prestasinya yang makin naik daun, Zohri dipilih jadi wakil merah putih untuk kompetisi lari tingkat junior di Kenya.

Tak berselang lama, Zohri direkrut pelatnas. Meski baru sebentar berlatih di pelatnas, Zohri dikirim di beberapa kompetisi bergengsi tingkat junior. Sebelum jadi juara dunia atletik tingkat junior di Finlandia, Zohri sudah memenangi medali yang sama di kawasan Asia.

Ada fakta unik di balik pemilihan Zohri sebagai atlet lari (sprinter) Indonesia di kompetisi junior. Awalnya, Zohri cuma diproyeksikan sebagai pelari keempat, alias cadangan. Cedera yang dialami pelari utama memberi berkah buat Zohri dan merah putih, hasilnya medali emas bisa diraih lewat kaki kencangnya.

Berbagai hadiah dan bantuan lalu berdatangan sebagai bentuk apresiasi atas apa yang diraihnya. Kemendagri memberi satu rumah, TNI merenovasi rumahnya, juga pengacara Hotman dikabarkan memberi hadiah uang senilai 100 juta rupiah.
Sensasi yang ditimbulkan Zohri sepertinya belum akan reda, mengingat umurnya yang masih muda dan banyak kompetisi yang bisa dimenangkan. Terdekat, Asian Games sebagai kompetisi paling besar di Benua Asia akan segera berlangsung. Kepadanya nasib cabang atletik dipikul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here