Home Business Rayakan HUT ke-5, ProSehat Adakan Webinar Basmi Hoaks Covid-19

Rayakan HUT ke-5, ProSehat Adakan Webinar Basmi Hoaks Covid-19

Prosehat menyelenggarakan perayaan dengan melakukan siaran edukasi berupa webinar
Prosehat merayakan HUT ke-5 | Foto: Dok. Prosehat

Highlight.ID – Sudah lebih dari 1 tahun Indonesia dan negara-negara lainnya dilanda pandemi COVID-19. Pemerintah di berbagai negara berjuang melawan penyebaran pandemi ini. Menurut WHO, pandemi ini bisa berakhir dengan cepat jika masyarakat mau bersatu menerapkan protokol kesehatan sehingga penyebaran Covid-19 bisa dihentikan.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan bahkan menyebarkan informasi hoax. Apalagi jika berhasil mempengaruhi seseorang untuk abai protokol kesehatan ataupun menakut-nakuti seseorang agar tidak mau divaksin.

Solusi Menangani Hoax Kesehatan Covid-19

ProSehat sebagai startup healthtech di Indonesia yang berperan serta mendukung penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, tepat pada tanggal 9 September 2021 merayakan ulang tahunnya yang ke 5. Alih-alih merayakan secara besar-besaran, Prosehat menyelenggarakan perayaan dengan melakukan siaran edukasi berupa webinar bertajuk “Basmi Hoaks Covid-19, Merdeka Dari Pandemi!” Siaran ini bisa ditonton ulang melalui YouTube Live Basmi Hoax COVID-19, Yuk #MerdekaDariPandemi!

Baca Juga:
ALODOKTER, Dinkes, IDI dan Puslatkesda Adakan Pelatihan Vaksinator Massal

Dalam webinar ini, ada beberapa pembicara, yaitu Bpk. Donny selaku tenaga ahli dari Menkominfo Bidang Tata Kelola dan Budaya Digital, dengan sambutan dari dr. Bimantoro dan dr. Agnes selaku co-founder ProSehat. Ada beberapa topik yang dibahas dalam webinar bertajuk Basmi hoaks Covid 19 ini. Mulai dari definisi hoaks, mengapa seseorang bisa percaya hoaks, dan bagaimana mengidentifikasi sebuah berita adalah hoax.

Secara garis besar, Pak Donny selaku narasumber Basmi hoax Covid 19 menjelaskan bahwa ada 4-5 hoaks baru setiap harinya di mana media sosial menjadi sarana penyebaran hoax tertinggi. Selain itu, Pak Donny juga menjelaskan bahwa seseorang akan cenderung percaya hoaks jika suatu berita dibuat dengan narasi mendapatkan pahala jika disebarkan, merasa suatu berita sesuai dengan keyakinan yang dianut, serta karena suatu berita ditemukan berulang-ulang di WA dan media sosial.

Untuk menangani hoax itu sendiri sebenarnya mudah. Menurut Pak Donny, seseorang bisa terhindar dari hoaks dengan mencari tahu terlebih dahulu kebenaran suatu berita sebelum mempercayai dan membagikan informasi kesehatan mengenai Covid 19. Pengecekan akurat mengenai kebenaran suatu berita bisa dilakukan dengan mengikuti langkah berikut ini:

  1. Buka halaman situs https://s.id/cekhoaks,
  2. Silahkan pilih “Situs Pencari (Search Engine) Khusus Hoaks Covid-19,
  3. Masukkan topik berita atau judul berita yang ingin dicari tahu kebenarannya,
  4. Cek status kebenaran berita-berita yang terkait dengan topik tersebut.

Jika suatu berita telah dinyatakan “SALAH” atau hoaks, tidak perlu menyebarkan berita tersebut. Menurut Pak Donny, berita hoaks cukup dilawan dengan tidak menyebarkannya. Akan tetapi jika informasi kesehatan yang hendak dikonfirmasi kebenarannya belum terverifikasi, Pak Donny menyarankan untuk menghubungi KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) melalui email [email protected] agar diverifikasi oleh team KPCPEN.

Baca Juga:
ALODOKTER Berikan Telekonsultasi Gratis Bagi Pasien Covid-19

Telekonsultasi terhubung Alat Kesehatan IoT Menghadapi perubahan dunia kesehatan dengan kemajuan teknologi digital saat ini, pemanfaatan telekonsultasi dokter online sangat meningkat pesat. Chat Dokter ProSehat diakses lebih dari 100 ribu orang setiap bulannya. #SehatdiRumah baik melalui program telemedisin isolasi mandiri COVID-19 Kementerian Kesehatan, maupun konsultasi kesehatan lainnya yang tentu di saat pandemi ini sangat dibutuhkan.

Walaupun dengan mudah bisa diakses melalui situs mobile dan WhatsApp ProSehat, tetap saja berbagai kebutuhan pemeriksaan fisik dan diagnostik lainnya masih menjadi hambatan. Hal ini karena telekonsultasi juga terbatas pada komunikasi teks dan video tanpa menggunakan sensor. Proses tanya jawab tidak dapat melihat langsung data yang akurat untuk menentukan diagnosis maupun perkembangan penyakit menjadi kendala bagi tenaga medis.

Kini saatnya kita memasuki era Telehealth connected devices yakni Alat Kesehatan Internet of Things (IoT) terhubung dengan Telekonsultasi Dokter. Ini semua sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan virtual terintegrasi. Dokter sekarang dapat melihat langsung perkiraan suhu dan tekanan darah pengguna yang dideteksi menggunakan kecerdasan artifisial (AI) dari jam tangan serba bisa WISH. Atau melakukan medical check-up rutin menggunakan Kios Sehat kemudian langsung telekonsultasi dokter ProSehat.

Ini menjadi tonggak bersejarah kerja sama ProSehat dengan PT. Komite dimulai dari alat ECG 6 Lead bernama WeCardio dengan akurasi tinggi dan mudah dibawa serta terhubung secara nirkabel ke smartphone. ProSehat akan terus melakukan pengembangan alat kesehatan terhubung bersama mitra-mitra terpercaya lainnya seperti Widya Imersif Teknologi dan PT. Komite. Bertumbuh bersama ekosistem Internet of Things (IoT) dan kecerdasan Artifisial (AI) di Asosiasi Healthtech Indonesia.