Home Beauty Awalnya, Rachel Goddard Mengaku ‘Terjebak’ Menjadi Beauty Vlogger

Awalnya, Rachel Goddard Mengaku ‘Terjebak’ Menjadi Beauty Vlogger

Rachel Goddard menceritakan pengalamannya berkarier sebagai beauty vlogger
Rachel Goddard di Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 | Foto: Highlight.ID

Highlight.ID – Beauty vlogger merupakan profesi yang kian diminati karena menawarkan berbagai kesempatan dan peluang. Salah satu beauty vlogger Indonesia yang sudah dikenal namanya yakni Rachel Goddard. Namun siapa sangka, perempuan yang pernah tinggal di Kazakhstan ini tidak mengira jika dirinya bakal dikenal sebagai beauty vlogger. Sebelum menjadi beauty vlogger, Rachell pernah bekerja sebagai Beauty Editor selama 8 tahun di sebuah media massa.

Ketika tinggal di Kazakhtan yang berhawa sangat dingin, ia mengaku sering merasa rindu dengan negara Indonesia alias homesick. “Di sana itu, aku mulai homesick parah banget, bisa semingguan nangis berturut-turut karena kangen Indonesia. Di sana aku nemenin suamiku, kerja di sana,” ungkap Rachel Goddard di acara Social Media Week (SMW) Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Baca juga:

Untuk mengobati rasa kangennya pada Indonesia, ia pun lantas mencari aktivitas yang menjadi kesukaannya, yakni membuat video tentang makeup lewat kanal YouTube sejak tahun 2015. “Makanya aku bilang ‘terjebak’. Saat itu mungkin belum ada namanya (konten) beauty dengan konteks parodi. Ternyata, banyak yang nonton. Selain makeup, aku juga bikin vlog waktu di Kazakhstan,” kata dia.

Dalam perkembangannya, banyak orang yang menyukai maupun membagikan konten-konten videonya sehingga menjadi viral di dunia maya. Salah satu video yang menjadi viral yakni tentang cewek-cewek Kazakhstan yang mencoba aneka jenis makanan Indonesia, salah satunya rendang.

Rachel Goddard menceritakan pengalamannya berkarier sebagai beauty vlogger
Rachel Goddard di Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 | Foto: Highlight.ID

Pada awalnya, video-video Rachell mendapatkan tanggapan yang positif. Meski demikian, Rachell tak luput dari komentar negatif yang dilontarkan oleh netizen. Bahkan adanya komentar-komentar bernada miring membuatnya sakit hati dan susah untuk tidur. Namun Rachell menganggap bahwa ‘nyinyiran’ netizen tidaklah sebanyak komentar yang positif. Ia lebih memilih untuk mengabaikan cibiran netizen dengan memblokir akun orang atau menghapus komentar negatif. “Kenapa sih, kita harus berpikir atau lebih fokus ke satu komentar yang nggak enak, gitu lho,” ujarnya.

Bagi Rachell, menjadi seorang beauty vlogger memberikan ruang yang lebih leluasa baginya untuk berkreasi sesuai kehendaknya. “Merasa bebas karena ketika menjadi beauty vlogger gue bisa mengekspresikan apa pendapat gua. Misalkan ada produk ini, gue juga bisa menolak karena beberapa brand, ada produk-produk yang nggak cocok,” ia menambahkan.

Sejak awal, Rachell berupaya untuk menampilkan karakter maupun kepribadian dia yang sesungguhnya. Dengan demikian, Rachell dapat tampil apa adanya tanpa berupaya untuk menjadi orang lain. Menurut Rachell, karakternya yang ‘cewawakan’ menjadi ciri khas yang membedakan dengan vlogger-vlogger yang lain.

Dikarunai Tuhan dengan kulit yang kecoklatan yang berkesan eksotis, Rachell merasa bersyukur. Ia bercerita tidak pernah menerima produk-produk pemutih kulit dan lebih memilih produk-produk kosmetik yang sesuai dengan warna kulit. Rachell menuturkan, “Ternyata, cantik itu nggak harus putih. Kita bisa cantik dari diri sendiri dengan kulit kita, dengan apa yang sudah dikasih (oleh Tuhan). Yang penting dirawat aja.”