Home Business Jogja Flight Miliki Laboratorium Pesawat Boeing untuk Praktikum Siswa

Jogja Flight Miliki Laboratorium Pesawat Boeing untuk Praktikum Siswa

Jogja Flight merupakan lembaga pendidikan di Yogyakarta yang memberikan pelatihan pramugari
Laboratorium pesawat milik Jogja Flight Yogyakarta | Foto: Dok. Jogja Flight

Highlight.ID – Berdiri pada tahun 2006, Jogja Flight merupakan lembaga pendidikan aviasi dan hospitality yang berada di bawah naungan Yayasan Kusuma Mahardika. Hingga saat ini, Jogja Flight telah mempunyai 20 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Meski memiliki banyak cabang, namun di beberapa daerah tertentu, nama Jogja Flight tetap dipakai. Hal itu disebabkan karena di wilayah-wilayah tersebut, nama Jogja dirasa lebih familiar.

Selain Jogja Flight, nama yang juga dipakai sebagai lembaga pendidikan yakni Sumatera Flight dan Sulawesi Flight. Akhmad Mutohir selaku Branch Manager Jogja Flight Yogyakarta memaparkan bahwa Jogja Flight mempunyai misi untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyelenggarakan program pendidikan Airlines Crew, Perhotelan Kapal Pesiar, dan Aviaton Security (Avsec).

Program Pendidikan

“Kita mendidik siswa siswinya untuk bisa berdikari di bidang jasa transportasi udara baik itu pramugari, staff bandara ataupun staff cargo. Itu untuk khusus Airlines Crew. Kalo Avsec khusus di bagian pengamanan yang ada di lingkungan bandara yang mana ada beberapa bagian yang tidak bisa dijangkau oleh baik penumpang ataupun pengunjung. Terus ada Hospitality Industry untuk Perhotelan Kapal Pesiar,” jelas Akhmad kepada Highlight.ID.

Ketiga program Jogja Flight tersebut mempunyai masa pendidikan 1 tahun dengan biaya yang bervariasi. “Airlines Crew dan Avsec nanti dibagi menjadi 3 tahapan. (Pertama) Tahap pengenalan dan teori, (kedua) pendalaman teori dan praktik in-class plus di lab (laboratorium) yang kita miliki, kemudian yang ketiga pelaksanaan on the job training atau PKL (praktik kerja lapangan) plus rekrutmen masuk kerja,” tambahnya.

Baca juga:

“Kalo untuk Hospitaliy Industry terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah pengenalan teori dan praktik in-class. Kedua, tahap berikutnya praktik kerja lapangan dan rekruitmen masuk kerja dunia perhotelan ataupun kapal pesiar,” kata dia.

Menurut Akhmad, dari ketiga program Jogja Flight tersebut yang paling diminati siswa yakni Airlines Crew. “Dari sisi nama, masyarakat lebih familiar bahwa Jogja Flight adalah sekolah penerbangan (atau) sekolah pramugari. Padahal di Jogja Flight tidak cuma mencetak bakal calon pramugari atau orang-orang yang bisa bekerja di dunia penerbangan tapi juga perhotelan dan kapal pesiar,” jelasnya.

Laboratorium Pesawat

“Jogja Flight merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang sudah dilengkapi dengan lab (berupa) 2 unit pesawat yang mana fungsinya untuk praktik siswa baik praktik langsung di pesawat atau langsung (bertemu) dengan customer. Lab pesawat itu yang saat ini kita kembangkan adalah menjadi Jogja Airport Resto. Kesannya itu adalah rumah makan di dalam pesawat,” jelas dia. Kehadiran Jogja Airport Resto ini membuat siswa juga dapat melatih keterampilan dalam hal pelayanan pelanggan dan mental agar benar-benar siap untuk bekerja di dunia industri yang sesungguhnya.

Jogja Flight merupakan lembaga pendidikan di Yogyakarta yang memberikan pelatihan pramugari
Laboratorium pesawat milik Jogja Flight Yogyakarta | Foto: Dok. Jogja Flight

Laboratorium pesawat Boeing 737-200 yang telah tersedia sejak tahun 2017, terdiri dari 2 macam yakni berupa restoran dan ruang praktik. Pesawat yang di dalamnya terdapat restoran terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi oleh siapa saja. Sedangkan pesawat satunya adalah sarana praktikum yang hanya dimanfaatkan oleh siswa Jogja Flight agar dapat mengenali dan mengoperasikan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam pesawat.

Jogja Airport Resto yang berlokasi di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta buka setiap hari baik hari kerja maupun akhir pekan. Pengunjung dapat menikmati aneka ragam menu makanan dan minuman yang disajikan oleh siswa Jogja Flight. “Dengan adanya pengunjung-pengunjung dari Jogja Airport Resto, nanti sebagai wahana atau wadah, tempat belajar siswa mulai dari senyum, menyapa, komunikasi, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Akhmad melanjutkan pembicaraan, “Pesawat itu sengaja diadakan oleh pengelola, manajemen Jogja Flight yang disetujui oleh yayasan untuk wahana praktik dan untuk menambah nilai plus yang membedakan dengan sekolah-sekolah lain.” Pesawat tersebut telah mengalami modifikasi, misalnya desain tempat duduknya yang diubah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Sementara fasilitas-fasilitas di dalam pesawat lainnya yang berhubungan dengan materi praktik siswa tetap dipertahankan sesuai aslinya.

“Untuk cabang terbanyak jumlah siswanya yaitu di Jogja Flight Jogja. Kenapa? Karena Jogja Flight Jogja yang fasilitas pendidikannya itu paling lengkap yaitu dengan adanya dua unit pesawat tadi,” tambahnya. Sedangkan fasilitas Jogja Flight cabang lainnya bukan pesawat asli namun hanya berupa miniatur pesawat yang berada di dalam ruangan.

Materi Pendidikan

“Yang nggak kalah menarik, di Jogja Flight selain ada pesawat, kita mendapatkan izin operasional dari Kementrian Perhubungan dalam hal pendidikan dengan adanya license. License ini fungsinya adalah sebagai penguat siswa, bahwa siswa siswi kami itu ahli di bidang dunia penerbangan sesuai dengan programnya,” jelas Akhmad. Lisensi tersebut mempunyai masa berlaku antara 2 sampai 3 tahun. Selanjutnya, lisensi yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang dengan mengikuti sekolah dulu selama 1 minggu.

Untuk mencetak siswa dengan karakter dan kepribadian yang kuat, Jogja Flight menerapkan 5S yaitu “Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun”. Sedangkan dalam hal akademis, Jogja Flight menekankan penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris. “Itu modal utama siswa bisa menggapai tujuannya ketika mengikuti pendidikan di Jogja Flight baik itu pramugari, staff bandara, perhotelan ataupun kapal pesiar,” ujar Akhmad.

Jogja Flight merupakan lembaga pendidikan di Yogyakarta yang memberikan pelatihan pramugari
Laboratorium pesawat milik Jogja Flight Yogyakarta | Foto: Dok. Jogja Flight

Menurut penjelasan Akhmad, 85 persen staff pengajar Jogja  Flight adalah praktisi. “Karena memang ilmu yang kita berikan, transferan ilmu yang dibutuhkan di dunia kerja yang dibawa untuk disampaikan ke siswa,” katanya.

Sementara itu, Ivana Kartika Sari, Staff Akademik Jogja Flight mengungkapkan bahwa untuk bisa sukses di jasa pelayanan selain menerapkan 5S yang ditambahi dengan “Semangat”, empati merupakan satu hal yang harus dimiliki siswa. Sedangkan materi-materi yang dipelajari siswa kelas pramugari di antaranya yakni mempelajari jenis-jenis pesawat beserta fasilitasnya atau disebut dengan Cabin Practice. “Kan setiap pesawat beda-beda,” kata Ivana.

Selain itu, ada materi Announcement yakni mempraktikkan demo flight dengan berbicara sendiri secara langsung. Ivana menambahkan, “Ada lagi Flight Safety. Intinya pramugari itu kan sebetulnya adalah safety dan pelayanan. Jadi mereka harus belajar tentang Flight Safety terlebih dahulu baru nanti ke pelayanan. Kalo ada case-case darurat (seperti penumpang yang) sakit, melahirkan, mesin pesawat mati satu terus harus bagaimana.”

Terserap Dunia Kerja

Menurut Akhmad, Jogja Flight berupaya agar lulusannya cepat terserap dunia industri dengan menyediakan fasilitas unggulan berupa jaminan layanan informasi lowongan kerja atau Pusat Informasi Kerja (PIK). Tugas PIK yakni menjalin hubungan kerja sama dengan dunia usaha penerbangan, perhotelan, dan kapal pesiar yang siap menampung sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

PIK terdiri dari bagian informasi yang mengumpulkan segala informasi lowongan pekerjaan terbaru di bidang penerbangan, perhotelan, dan kapal pesiar. Selain itu, ada unit bimbingan karier yang berfungsi untuk membimbing kesiapan siswa sebelum mengikuti proses seleksi karyawan. “Dengan adanya bimbingan karier ini peluang siswa (untuk) diterima akan lebih besar,” kata Akhmad.

Jogja Flight juga mempunyai ikatan alumni yang menyampaikan informasi lowongan pekerjaan kepada PIK. Kemudian, PIK meneruskan informasi tersebut kepada para siswa Jogja Flight yang belum mendapatkan pekerjaan. Informasi-informasi lowongan kerja terbaru kemudian disebarluaskan melalui media sosial agar dapat diterima dengan cepat oleh siswa maupun lulusannya.

Baca juga:

Melihat besarnya kebutuhan SDM di bidang penerbangan dan hospitality, Jogja Flight selanjutnya mengembangkan perusahaan outsourcing bernama PT Kurnia Mitra Angkasa (PT KMA). Tujuan utama didirikannya perusahaan ini untuk menyalurkan para lulusannya agar dapat segera terserap dunia kerja.

Adapun posisi pekerjaan yang ditawarkan oleh PT KMA yakni staff operasional yang berada di lingkungan bandara seperti pengamanan bandara (avsec), ground handling, reservasi tiket, check-in, boarding hingga lost and found. PT KMA juga menawarkan posisi pekerjaan di bidang industri perhotelan dan kapal pesiar. “Jogja Flight itu 85 persen (siswanya) diterima kerja sebelum lulus baik itu secara natural dengan persaingan di lapangan atau melalui jalur PT Kurnia Mitra Angkasa,” terang Akhmad.

Selanjutnya, ia menerangkan, “Kita mengikuti pertumbuhan, perkembangan yang ada di lapangan. Kita harus upgrade, karena ilmu-ilmu kita harus sesuai dengan lapangan (pekerjaan), itu tujuan kita ke depan. Pada saat kegiatan rekrutmen juga kita benar-benar selektif. Siswa-siswa yang kita didik di Jogja Flight adalah yang qualified, mempunyai potensi untuk bisa berkarier di dunia penerbangan ataupun di perhotelan kapal pesiar.”

Ia pun berharap Jogja Flight suatu saat nanti dapat menjadi sebuah perusahaan penerbangan ketika pendidikan yang telah berjalan dan infrastruktur yang tersedia mampu mendukungnya.