Home Tips Career Ini Tanda-tanda Orang Kecanduan Media Sosial, Apa Kamu Termasuk?

Ini Tanda-tanda Orang Kecanduan Media Sosial, Apa Kamu Termasuk?

Ciri tanda orang kecanduan ketagihan internet media sosial medsos gangguan mental dampak akibat
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/camilo jimenez

Highlight.ID – Beragam fasilitas canggih di media sosial (medsos) memang memudahkan kita dalam berkomunikasi maupun beraktivitas. Rasanya, media sosial tak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia modern. Hampir setiap saat, orang akan menggunakan medsos untuk berbagai keperluan. Apalagi, kini banyak sekali jenis-jenis media sosial yang mempunyai banyak fungsi mulai dari chatting hingga menonton video.

Namun demikian, media sosial ternyata juga memberikan dampak negatif yang acapkali luput dari perhatian. Keasyikan orang dalam menggunakan medsos membuat mereka lupa waktu dan mengabaikan hal-hal lain yang lebih penting. Lebih parah lagi, medsos ternyata juga dapat menyebabkan gangguan mental pada seseorang. Oleh sebab itu, kamu perlu mewaspadai tanda-tanda orang yang ketagihan medsos. Simak baik-baik, ya!




Ciri-ciri Orang yang Ketagihan Medsos

1. Sering merasa gelisah

Orang yang kecanduan medsos akan selalu memantau jumlah followers atau subsciber-nya. Mereka akan merasa gelisah apabila jumlahnya berkurang dan mulai berpikir apa yang salah. Kondisi akan semakin parah apabila ada orang yang benci dengan pribadi maupun konten-kontennya. Tak jarang, para haters meneror dengan cara mem-bully di media sosial.

Akibatnya, kamu akan merasa gelisah setiap kali mengunggah konten karena khawatir ada haters yang muncul. Kegelisahan yang bisa disebut pula dengan social media anxiety disorder ini dapat terjadi karena kamu menganggap bahwa medsos menjadi bukti eksistensi kamu selama menjalani hidup ini.

Baca Juga: Jangan Remehkan! Pentingnya Media Sosial untuk Kesuksesan Bisnismu





2. Rajin bikin konten

Membuat konten itu memang bagus karena dapat melatih dan mengembangkan kreativitas. Namun ada dampak yang tak disadari oleh kebanyakan orang, mereka yang rajin memproduksi konten secara otomatis akan lebih sering membuka media sosial. Karena biar bagaimanapun, setiap konten yang telah diproduksi baik berupa foto atau video pada akhirnya akan diunggah di media sosial.

Belum lagi, ketika mereka harus merespon setiap komentar atau pesan yang masuk. Hal itu tentu akan membuat kamu akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan media sosial. Apalagi, sekarang fitur-fitur di medsos semakin lengkap yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan chat maupun live streaming.

3. Selalu update posting-an

Agak berbeda dengan poin sebelumnya, orang yang selalu update di medsos tidak mempertimbangkan apakah posting-an mereka berfaedah atau tidak. Bagi mereka yang penting adalah update status setiap hari. Bahkan lebih ekstrim lagi, dalam dalam sehari, mereka bisa update lebih dari satu kali.

Baca Juga: Tertarik Berbisnis? Begini Cara Memulai dan Menjalankan Bisnis Barbershop

Ciri tanda orang kecanduan ketagihan internet media sosial medsos gangguan mental dampak akibat
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/Becca Tapert

Tanpa sadar, orang yang suka update itu malah justru bikin risih orang lain. Alih-alih bermanfaat bagi orang lain, posting-an mereka lebih sering berupa hal-hal remeh temeh yang justru tidak penting untuk diketahui.

4. Takut kurang update

Media sosial memberikan informasi yang jumlahnya sangat berlimpah. Bahkan, kamu akan kesulitan untuk selalu mengikuti perkembangan yang ada karena informasi di medsos disebarluaskan secara cepat. Akibatnya, kamu ketakutan akan ketinggalan informasi jika tidak sering-sering mengecek informasi di medsos.

Ketakutan ketinggalan informasi ini sering disebut pula dengan fear of missing out (FOMO). Gejalanya, kamu ingin selalu terhubung di medsos dengan cara mengaktifkan seluruh notifikasi untuk setiap pesan yang masuk atau aktivitas lainnya.

Baca Juga: Peluang Bisnis untuk Acara Pernikahan yang Amat Menjanjikan

5. Kurang peduli dengan lingkungan

Kamu tentu pernah mendengar istilah “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Istilah tersebut sangat lah tepat untuk menggambarkan kehidupan di era media sosial seperti sekarang. Dengan adanya medsos, kita dapat terhubung dengan orang-orang yang jaraknya berjauhan. Namun di sisi lain, kita malah justru seringkali mengabaikan lingkungan maupun orang-orang sekitar.

Kamu lebih peduli dengan kehidupan orang lain yang belum pernah ditemui secara langsung. Bahkan, kamu sebenarnya juga tidak mengenal orang yang selalu di-kepo-in setiap hari. Sementara, orang yang berada di sekitarmu malah justru kamu abaikan. Hal itu terlihat jelas ketika ada orang yang lebih asyik bermain smartphone daripada ngobrol dengan orang yang ada di dekatnya.

6. Narsis kebangetan

Suka selfie maupun wefie lalu mengunggah foto-foto sejurus kemudian? Waspadalah, guys! Bisa jadi itu merupakan tanda-tanda bahwa kamu sudah kecanduan medsos tingkat akut. Tanda-tanda itu bakal semakin jelas ketika setiap saat di manapun kamu berada memiliki keinginan untuk memfoto diri kamu sendiri.

Baca Juga: Keuntungan yang Kamu Dapatkan dengan Berbisnis Online

Dalam foto tersebut, kamu menampilkan postur tubuh, ekspresi serta pakaian maupun properti yang seolah-olah lebih hebat dan sempurna dari orang lain. Kamu nggak akan berpikiran bahwa di luar sana masih banyak orang yang mungkin sedang kesusahan. Dalam dunia Psikologi, kebiasaan yang cenderung mengagumi diri sendiri disebut dengan narcissistic personality disorder.

7. Suka kepoin orang

Tanpa disadari, banyak di antara kita yang gemar mengintip aktivitas orang lain lewat akun media sosial. Kebiasaan ‘ngepoin’ orang ini sepertinya sudah menjangkiti sebagian besar pengguna medsos. Lebih parahnya, banyak pengguna medsos yang membuat akun-akun palsu agar aktivitas kepo ini tidak ketahuan orang lain.

Kegiatan ini biasanya dilandasi oleh rasa penasaran tentang kegiatan orang lain. Istilah ilmiah yang dapat kita pakai untuk menggambarkan kebiasaan ini yakni voyeurism. Dalam tingkatan yang lebih parah, penderita gangguan mental ini akan merasa terobsesi dengan orang yang di-kepoin.

8. Gampang depresi

Pernah merasa sedih atau kecewa ketika foto yang diunggah nggak mendapatkan respon yang diharapkan? Atau, merasa sedih ketika orang lain sedang bersenang-senang sementara kamu sedang dirundung kesulitan? Hati-hati, lho, bila kesedihan itu berlarut-larut maka akan berujung pada depresi yang tentunya gak kamu inginkan. Berbeda dengan kesedihan, depresi dapat berlangsung dalam waktu yang lebih lama.

Jika tidak diatasi dengan segera, depresi dapat berakibat pada keinginan untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Gawat, kan? So, jika kamu sedang terkena depresi, jangan ragu-ragu untuk mencari bantuan secepatnya kepada psikolog atau psikiater.