Home Business Hendak Bepergian? Begini Tata Cara Naik Pesawat Batik Air dengan Aman

Hendak Bepergian? Begini Tata Cara Naik Pesawat Batik Air dengan Aman

Batik Air melaksanakan kampanye kenyamanan dan keselamatan perjalanan udara (safe travel campaign)
Ilustrasi | Foto: Dok. Lion Air Group

Highlight.ID – Batik Air melaksanakan kampanye kenyamanan dan keselamatan perjalanan udara (safe travel campaign) yang diselenggarakan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK). Kampanye tersebut ditandai dengan penerbangan nomor ID-6888 tujuan Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) dan pada Minggu (09/ 08) rute Kualanamu ke Soekarno-Hatta dengan penerbangan nomor ID-6891.

Safe Travel Campaign ini dilaksanakan bersama Indonesia National Air Carriers Association atau INACA, Angkasa Pura II selaku pengelola bandar udara serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Pelaksanaan oleh Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie; Managing Director Lion Air Group: Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi; Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja; CEO Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin beserta jajaran; Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, serta Operation Director of Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi dan perwakilan jajaran Board of Director Lion Air Group.

Baca Juga: Penerbangan Perdana Batik Air dari Denpasar ke Labuan Bajo

Topik kampanye mengusung #SafeTrip #SafeFlight #SafeHealth bertujuan pelaksanaan penerbangan Lion Air Group sesuai ketentuan berlaku yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first), tetap melakukan protokol kesehatan serta tidak menyebabkan penyebaran Covid-19. Dengan demikian, bepergian menggunakan pesawat udara tetap aman, selamat dan nyaman.

Batik Air menegaskan, Safe Travel Campaign menjadi bagian tindakan preventif dan antisipasi utama mengenai masa waspada pandemi corona virus disease (covid-19). Langkah tersebut merupakan rangkaian program rutin dalam menyampaikan berbagai informasi penting terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, terutama berkaitan dengan sisi kesehatan serta kepentingan manusia (human interest) yang mencakup dari karyawan/staf dan pengguna jasa penerbangan atau publik.

Baca Juga: Batik Air Buka Penerbangan Perdana ke Samarinda, Kalimantan Timur

Batik Air melaksanakan kampanye kenyamanan dan keselamatan perjalanan udara (safe travel campaign)
Ilustrasi | Foto: Dok. Lion Air Group

Batik Air mengimbau dan meminta kepada seluruh karyawan dan tamu Batik Air, agar memperhatikan dan mengikuti rekomendasi pedoman protokol kesehatan. Untuk pelaksanaan operasional penerbangan, kampanye keselamatan meliputi pengaturan ketika antre pelaporan (check-in), di ruang tunggu, mulai masuk ke kabin pesawat (boarding).

  1. Tiba lebih awal sebelum keberangkatan,
  2. Menunjukkan kartu identitas diri yang sah (KTP atau tanda pengenal lainnya),
  3. Mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan saat kedatangan serta keluar dari bandar udara,
  4. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman (hand sanitizer),
  5. Mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) selama di terminal bandar udara,
  6. Menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat,
  7. Mengikuti petunjuk awak pesawat,
  8. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses (download) melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac .

Standar operasional prosedur selama masa waspada pandemi Covid-19, meliputi:

  1. Semua awak pesawat yang aktif terbang sudah melakukan uji atau tes kesehatan dengan hasil negatif,
  2. Pemeriksaan kesehatan awak pesawat tetap dilakukan sebelum penerbangan (pre-flight health check), guna menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight),
  3. Semua pesawat sebelum terbang dilaksanakan penyemperotan desinfektan, dalam upaya memastikan sterilisasi dan kebersihan pesawat,
  4. Peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC), meliputi ruang kemudi (flight deck); dapur (galley); kamar kecil (lavatories), termasuk pintu, pegangan pintu, wastafel dan tempat sampah; alas makan dan pegangannya; fasilitas hiburan (in-flight entertainment) termasuk remote control; pegangan pembuka rak bagasi kabin (luggage storage bin handle); overhead lighting, ventilasi udara dan call button; sandaran kursi; penutup tempat duduk (seat covers); sabuk pengaman (seatbelts); sandaran kepala tempat duduk (seat headrests); karpet lantai; jendela dan penutup jendela; asilitas penumpang lainnya; dan ruang kargo (cargo compartment).
  5. Menjaga kebersihan dan sterilisasi untuk peralatan pendukung seperti kendaraan pendorong pesawat (pushback car), bus penghubung (neoplane), tangga masuk pesawat untuk penumpang dan kargo, kendaraan pengangkut barang dan kargo.
  6. Awak pesawat, teknisi, flight operation officer (FOO), petugas layanan darat (ground handling) dan staff layanan lainnya, Lion Air Group harus mengikuti protokol kesehatan, yakni pengecekan suhu badan, menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer), penggunaan sarung tangan (disposable gloves) dan wajib menggunakan masker,
  7. Mengoptimalkan pengaturan jarak aman antarpenumpang (physical distancing) dalam kabin pesawat pada penerbangan, yang tetap memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.
  8. Mengurangi interaksi langsung (contactless) antara sesama awak pesawat, antara sesame teknisi, antara sesame FOO, antara sesama ground staff serta dengan penumpang;
  9. Menyediakan hand sanitizer, sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan di pesawat udara;
  10. Memberikan pelatihan untuk awak pesawat dalam hal penggunaan Alat Perlindungan Pribadi (Personal Protection Equipment /PPE),
  11. Dan tindakan preventif lainnya.