Home Lifestyle Culture Menengok Sejarah dan Kebudayaan Keraton Yogyakarta yang Adiluhung

Menengok Sejarah dan Kebudayaan Keraton Yogyakarta yang Adiluhung

tempat destinasi tujuan wisata terbaik paling favorit keraton yogyakarta traveler liburan ke mana lokasi sejarah arah where to go dekat malioboro kota hotel penginapan
bungaterpuji.com

Highlight.id – Berkunjung ke Yogyakarta pastinya belum lengkap jika tidak mampir ke Keraton Yogyakarta yang merupakan obyek wisata yang paling populer dan sering dikunjungi oleh para wisatawan, baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan luar negeri. Faktor sejarah dan budaya membuat orang banyak yang datang ke Keraton Yogyakarta ini.

Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan, lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan.




Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Secara fisik, istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti, yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan).

Siapakah arsitek dari kraton ini? Beliau adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I sendiri. Waktu masih muda, baginda bergelar pangeran Mangkubumi Sukowati, menurut Dr.F. Pigeund dan Dr.L. Adam di majalah Jawa tahun 1940: “De Bouwmeester van Zijn Broer Sunan P.B II” (“Arsitek dari Kakanda Sri Sunan Paku Buwono II”).

Baca juga:

Selain itu, Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya, tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi sangat dijunjung tinggi dan begitu pula mitologi yang menyelubungi Keraton Yogyakarta. Dan untuk itulah, pada tahun 1995, Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Keraton Yogyakarta berlokasi di pusat kota Yogyakarta. Halaman depan Keraton berupa Alun-alun Utara Yogyakarta dan halaman belakang Keraton berupa Alun-alun Selatan Yogyakarta. Lokasi dan letak Keraton Yoagyakarta yang berada di pusat kota Yogyakarta menjadikan akses menuju ke tempat tersebut sangat mudah, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun menggunakan kendaraan umum.

tempat destinasi tujuan wisata terbaik paling favorit keraton yogyakarta traveler liburan ke mana lokasi sejarah arah where to go dekat malioboro kota hotel penginapan
pinterest.co.uk

Hal-hal menarik dari Keraton Yogyakarta, yaitu hingga saat ini, Keraton Yogyakarta masih menjadi tempat tinggal Raja Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama keluarganya. Selain itu, di kompleks Keraton Yogyakarta terdapat ruang pamer benda-benda kuno seperti keramik, batik kuno, gamelan, lukisan, dan benda-benda pribadi raja.

Menariknya lagi, di dalam bangunan yang menyimpan aneka koleksi batik terdapat sumur kuno yang dasarnya penuh dengan uang. Dan setiap Selasa Wage di lapangan Kemandungan Kidul (bagian belakang) selalu dilaksanakan lomba jemparingan alias lomba panahan gaya Mataraman. Semua pemanah akan mengenakan busana tradisional Jawa dan memanah dengan posisi duduk.


Karena letak Keraton Yogyakarta yang tidak jauh dari jalan Malioboro maka kamu tidak akan kesulitan menemukan tempat parkir di seputaran Keraton Yogyakarta. Ada beberapa titik lokasi yang memang disediakan untuk memarkir kendaraan seperti di sebelah timur Alun-alun Utara ataupun di area parkir Masjid Agung yang berada di sebelah barat Alun-alun Utara.

Bagi yang berumat muslim, kamu bisa mengerjakan ibadah shalat dan sekedar melepas penat di Masjid Gedhe Kauman yang terletak di sebelah barat Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Bentuknya yang masih mempertahankan model klasiknya pun bisa kamu jadikan sebagai salah satu tempat untuk mengabadikan perjalanan di kota Yogyakarta.

Seperti kota besar pada umumnya, ada banyak warung makan yang bisa kamu jumpai di sekitar objek wisata sejarah Keraton Yogyakarta. Pada malam hari, kamu bisa berjalan ke jalan Malioboro dan bisa leluasa menikmati makanan khas Jogja yaitu Gudeg di warung-warung pedagang kaki lima (lesehan) yang membuka lapaknya di sepanjang jalan Malioboro.

Banyak toko souvenir dan cinderamata seperti toko batik, keris dan lain sebagainya yang bisa kamu jumpai tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Untuk oleh-oleh makanan khas Jogja, kamu pun bisa membeli bakpia Patok, Geplak, dan jajanan khas Jogja lainnya di jalan Malioboro atau bisa langsung naik becak dan minta diantar ke kawasan pertokoan yang khusus menjual makanan khas Jogja. Ada banyak penginapan ataupun hotel yang terletak tidak jauh dari Keraton Yogyakarta.

Peta Lokasi Keraton Yogyakarta



Artikel Menarik:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here