Home Beauty Gak Boleh Sembarangan, Ini Cara Pasang Behel Gigi yang Paling Aman

Gak Boleh Sembarangan, Ini Cara Pasang Behel Gigi yang Paling Aman

Pemasangan behel gigi harus dilakukan oleh dokter gigi spesialis orthodonti untuk mendapatkan hasil maksimal
Ilustrasi behel gigi | Foto: 123dentist.com

Highlight.ID – Pemasangan behel gigi harus dilakukan oleh dokter gigi profesional yang ahli dan berkompeten di bidangnya. Masih banyak orang yang belum sadar akan hal ini. Dengan pertimbangan harga yang murah, orang memasang behel gigi di tempat yang tidak seharusnya seperti tukang gigi atau salon kecantikan ilegal. Dalam artian, tempat-tempat tersebut tidak memberikan layanan pemasangan behel gigi sesuai dengan prosedur medis.

drg. Stephanie Adelia Susanto, M.M, Sp. Ort., Dokter Gigi Spesialis Orthodonti, Opal Dental Yogyakarta, menyoroti banyaknya salon kecantikan atau tukang gigi yang tidak mempunyai staff dengan latar belakang pendidikan kedokteran. “Itu jelas salah kaprah ya. Kebanyakan pasien nggak tahu kalo behel itu prosedur medis. Jadi mereka ngiranya behel itu aksesoris, fashion. Mereka pasang di tempat-tempat (seperti) tukang behel, yang online atau salon-salon ilegal. Itu nanti akibatnya malah akan merugikan,” katanya kepada Highlight.ID.




“Giginya bisa jadi tambah nggak rapi bahkan tambah nggak sehat. Secara legalitas itu menyalahi aturan, secara kesehatan itu akan merugikan pasien,” tambahnya. Apabila terlanjur memasang behel gigi di tukang gigi yang tidak mempunya kompetensi, drg. Stephanie menyarankan pasien untuk segera konsultasi ke dokter gigi spesialis orthodonti.

“Jika perlu behelnya dirawat ulang atau kalo memang giginya tidak ada masalah. Dia pasang behel untuk gaya-gayaan aja, mending nggak usah pake. Dilepas aja karena jika pasangnya di tempat yang nggak benar itu akan merugikan kesehatannya,” kata dokter lulusan Spesialis Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) Yogyakarta ini.

Baca Juga: Jenis-jenis Treatment yang Ditangani Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia





Menurut drg. Stephanie, ia sering menemui pasien yang memasang behel gigi di tempat yang tidak seharusnya. “Jika mereka (pasien) mau, kondisinya memang harus dirawat (dengan) behel, saya arahkan untuk bongkar behel yang lama karena pemasangannya biasanya tidak tepat, tidak karuan. Jadi harus dirawat ulang. Pasang behel baru,” jelas dia.

Pasien yang memasang behel gigi di tukang gigi umumnya tergiur dengan biaya perawatan yang murah. Namun mereka tidak memikirkan kerugian yang akan timbul sesudahnya. Jika giginya mengalami masalah akibat pemasangan behel gigi yang tidak tepat, maka mereka yang tadinya ingin biaya perawatan murah malah jusru harus mengengeluarkan biaya lebih. “Jatuhnya akan rugi bukan saja dari segi biaya tapi juga dari segi kesehatan. Nanti ketika behelnya justru merusak giginya, membenarkan giginya jadi lebih mahal,” kata wanita kelahiran Yogyakarta ini.

“Yang saya temui itu, kondisinya mengenaskan. Giginya udah nggak lurus, nggak bisa nggigit pula,” ujarnya. Kondisi gigi yang sudah parah tersebut masih bisa diperbaiki namun jauh lebih sulit.

Berdasarkan pengalaman drg. Stephanie, ada pasien yang melanjutkan treatment setelah konsultasi. Di sisi lain, ada pula pasien yang belum melanjutkan treatment karena terbentur soal biaya. drg. Stephanie menuturkan, “Kalo saya saya sarankan, jika memang mau mengumpulkan budget, lebih baik dikumpulkan dulu. Dipilih dokter gigi spesialis orthodonti yang benar, baru melakukan perawatan.”

“Ketika kita mau memutuskan untuk pasang behel, riset dulu, ya. Jadi, cari tahu dulu tentang behel itu kayak apa. Minimal kita tahu, (memasang) behel itu harus kontrol. Kita ada bayangan, jenis behel itu kayak apa?” jelas drg. Stephanie. Pasien juga disarankan untuk melihat reputasi dokter gigi di mana ia akan melakukan pemasangan behel gigi. Karena menurut dia, kualitas behel gigi tergantung pada kemutakhiran ilmu, tingkat keterampilan, dan jam terbang yang dimiliki dokter gigi.

“Kalo salon dan tukang gigi ilegal itu sudah pasti, jangan memasang behel gigi di sana. Sangat tidak disarankan,” tutupnya.