Home Beauty Tertarik Berbisnis? Begini Cara Memulai dan Menjalankan Bisnis Barbershop

Tertarik Berbisnis? Begini Cara Memulai dan Menjalankan Bisnis Barbershop

tips cara memulai menjalankan mengelola bisnis barbershop jasa potong rambut pria cowok pengusaha entrepreneur pengusaha wiraswasta berhasil sukses berapa omset pendapatan penghasilan gede besar cepat
Cara memulai bisnis barbershop | Foto: Unsplash.com

Highlight.ID – Tak hanya sekadar kemeja yang melekat di badan, celana yang digunakan, atau sepatu keren yang menjadi alas kaki seorang pria. Selain hal tersebut, masih ada poin yang perlu diperhatikan oleh mereka agar terlihat lebih menarik yaitu rambut.

Tak hanya wanita yang berhak mendapat perawatan khusus pada rambut, laki-laki pun mengandalkan rambutnya sebagai daya tarik mereka. Apalagi di saat ini rambut dapat mempengaruhi penampilan seseorang dan mampu meningkatkan kepercayaan diri.

Jika cewek membutuhkan salon untuk mempercantik dirinya, maka pria membutuhkan barbershop untuk merapikan rambutnya. Tidak hanya sekadar tukang cukur yang memotong rambut, barbershop merupakan seseorang yang lebih memahami tren rambut masa kini. Seorang barberman dapat dengan mudah menyesuaikan wajah pelanggan dengan tren rambut yang sedang berkembang.

Sebagai bisnis jasa yang akhir-akhir ini menjadi incaran para pengusaha, barbershop semakin menjamur dengan perkembangan yang cukup pesat. Tidak heran jika para wirausaha menjadikannya sebagai lahan bisnis karena penghasilannya yang terbilang menjanjikan. Meskipun terlihat mudah, berbisnis barbershop tetap harus dirancang secara matang.

Baca juga:

Bagi seorang pemula yang hendak memulai usaha ini mungkin akan kebingungan bagaimana cara mengawali sebuah bisnis barbershop. Kamu yang berniat untuk memulai bisnis ini, bisa simak beberapa cara bisnis barbershop berikut ini.

Tips Berbisnis Barbershop Hingga Sukses dan Berhasil

1. Pelajari keterampilan memotong rambut

Meskipun pada akhirnya memerlukan orang lain yang ahli dalam hal memotong rambut, namun kamu harus mempunyai skill tersebut. Kamu jadi tidak perlu terus-menerus bergantung pada jasa orang lain. Poros utama sebuah bisnis adalah dengan memiliki kemampuan sendiri walaupun kamu sebagai wirausahanya. Jika suatu saat kamu harus merekrut pencukur rambut untuk bekerja di barbershop milikmu, maka kamu dapat mengarahkan mereka dengan baik.

Tidak hanya sekadar kemampuan memotong rambut, tapi juga pengetahuan tentang tren rambut terbaru. Kamu harus memahami tren rambut apa yang sedang digandrungi anak muda pada umumnya. Hal ini diperlukan agar di saat para pelanggan merasa bingung memilih model rambut yang tepat untuk mereka sendiri, maka kamu siap merapikan rambut mereka menyesuaikan bentuk wajah mereka dengan model rambut terbaru.

2. Tentukan nama dan logo

Untuk menentukan sebuah nama, kamu bisa menggunakan kata favorit ciptaan sendiri. Ada pun dalam membuat nama suatu usaha, seorang wirausaha menggunakan nama mereka sendiri. Namun, dalam menciptakan sebuah nama untuk barbershop, jangan menggunakan kata yang sulit dibaca maupun disebutkan. Pilihlah kata yang simpel, mudah diingat, dan mudah dibaca. Hindari penggunaan unsur angka agar customer lebih mudah mengingat.

Penggunaan logo pada sebuah perusahaan juga penting. Kamu bisa berdiskusi dahulu kepada keluarga, saudara, atau teman yang kamu percayai untuk menanyakan pendapat mereka. Buatlah logo yang mudah diingat juga agar jika orang yang hanya melihat logonya saja dapat memahami bahwa itu adalah barbershop kamu. Dalam menciptakan logo juga harus berhati-hati. Jangan sampai menjiplak logo usaha lain agar tidak menimbulkan masalah bagi kamu dan usahamu.

3. Tentukan konsep yang matang

Pikirkan matang-matang sebuah tema yang menurutmu dapat menarik hati banyak orang. Buatlah sesuatu yang unik agar customer merasa kerasan dan rela menjadi langganan kamu. Kamu harus mencari informasi tentang sebuah tema yang banyak diminati oleh para pria saat ini. Sebuah konsep tidak hanya berlaku pada salon kecantikan khusus wanita saja, laki-laki juga berhak dimanjakan matanya dengan konsep unik yang lebih manly.

Salah satu konsep yang cocok untuk sebuah barbershop adalah dengan memberikannya sentuhan vintage. Kamu bisa memulainya dari desain interior seperti tembok yang dicat warna putih, dekorasi seperti sebuah foto atau lukisan berwarna hitam putih yang dipajang menggunakan bingkai, sofa berbahan kulit dengan warna gelap seperti hitam atau cokelat tua, sampai dengan seragam yang dikenakan oleh karyawan juga disesuaikan dengan tema.

4. Membuat daftar rincian pengeluaran

Ini adalah salah satu langkah terpenting untuk memulai suatu bisnis apa pun. Hal ini ditujukan agar kamu terhindar dari pengeluaran yang tidak perlu. Buatlah sebuah catatan untuk merincikan apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah barbershop. Selain perlengkapan mencukur, kamu juga perlu memikirkan biaya listrik, biaya sewa sampai dengan gaji karyawan.

Untuk peralatan rambut, yang kamu butuhkan adalah mesin cukur, sisir, gunting potong rambut, handuk kecil, dan lain sebagainya. Sebagai perlengkapan, kamu membutuhkan kursi pangkas rambut, cermin besar, cermin kecil, dan AC agar customer tidak merasa kepanasan di dalam ruangan. Jangan lupa untuk mencatat juga biaya listrik dan air. Selain itu juga ada biaya pemasaran untuk mempromosikan berbershop kamu melalui media cetak seperti brosur atau media sosial, dan lain sebagainya.

5. Carilah lokasi yang tepat

Ketahui dulu siapa yang kamu bidik untuk sebuah bisnis yang kamu jalani. Jangan terlalu mengandalkan tempat ramai yang belum tentu mereka berminat menggunakan jasa barbershop. Misalnya saja kamu mendirikan sebuah barbershop di tengah pasar tradisional. Hal ini tentu tidak tepat karena walaupun ramai, mereka yang ke pasar tradisional tidak akan peduli dengan berdirinya barbershop di tengah ramainya penjual bahan makanan pokok.

Misalnya saja target kamu adalah mahasiswa, maka kamu harus mencari lokasi yang berdekatan dengan sebuah kampus atau kos-kosan. Namun jika yang kamu bidik adalah karyawan, maka kamu bisa menyewa sebuah ruko di area perkantoran. Mempelajari target marketing yang tepat tentunya akan memudahkan kamu dalam mencari keuntungan.

Baca juga:

6. Rekrut barber staff yang handal

Perlunya kamu memperdalam kemampuan memangkas adalah untuk meminimalisisasi pengeluaran gaji karyawan. Kamu dapat menggunakan keahlian diri sendiri dahulu jika customer yang datang belum terlalu ramai. Namun seiring berjalannya waktu, sebuah usaha akan menjadi ramai dan dipenuhi pelanggan.

Hal ini menjadi sebuah keharusan bagi kamu merekrut karyawan agar pelanggan dapat ditangani dengan baik. Pilihlah seorang karyawan andal yang setidaknya memiliki pengalaman dalam hal mencukur rambut dan dapat memberikan pelayanan yang ramah.

7. Strategi pemasaran

Hal ini dilakukan jika kamu sudah benar-benar siap melakukan bisnis barbershop. Manfaatkan media apa pun untuk melakukan pemasaran seperti website, brosur, atau media sosial. Infokan sebuah diskon atau pesan-pesan promosi lainnya agar mereka tertarik untuk mencoba pelayanan di barbershop kamu. Jangan lupa untuk memberikan pelayanan terbaik supaya mereka menjadi pelanggan setiamu.

Setelah kamu sudah memiliki niat yang matang untuk mendirikan barbershop, maka bisnismu akan berjalan dengan baik. Terlebih jika kamu memerhatikan beberapa poin tadi. Hal itu dapat memudahkan kamu dalam mendirikan bisnis barbershop impian. Terpenting yang perlu diingat adalah pelayanan ramah agar pengunjung tertarik untuk kembali lagi.