Home Business Cara Public Speaking yang Benar, Bebas dari Rasa Grogi

Cara Public Speaking yang Benar, Bebas dari Rasa Grogi

Tips cara teknik public speaking benar mengatasi grogi berbicara depan publik orang banyak
Ilustrasi | Foto: Unsplash.com/Gift Habeshaw

Highlight.ID – Keterampilan berbicara menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Gak hanya terbatas pada dunia pekerjaan dan bisnis, public speaking juga berguna dalam setiap aspek kehidupan, termasuk ruang lingkup yang lebih kecil seperti rumah tangga misalnya.

Selama ini, public speaking sering diartikan sebagai aktivitas berbicara seperti presentasi atau pidato di depan banyak orang. Namun, jika kita pelajari lebih dalam, manfaat public speaking ternyata lebih luas dari itu. Hal ini karena public speaking mencakup dasar-dasar dan keterampilan komunikasi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kapanpun dan di manapun.




Oleh sebab itulah, siapa saja bisa mempelajari public speaking, mulai dari pelajar/mahasiswa, karyawan, pengajar seperti guru atau dosen hingga pebisnis. Apalagi buat mereka yang sering bertemu dan berbicara dengan banyak orang, keterampilan public speaking menjadi sangat penting untuk dikuasai.

Meski demikian, masih banyak orang yang merasa minder atau grogi ketika harus tampil di depan publik. Bahkan sebelum waktunya tampil, mereka merasakan berbagai macam gejala pada tubuhnya seperti keringat dingin, gemetaran (tremor) hingga perut mual-mual. Hal ini umumnya terjadi pada orang yang belum terbiasa berbicara di depan audiens yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Baca Juga: Teknik-teknik Dasar Public Speaking yang Harus Kamu Kuasai




Tips Mengatasi Grogi di Depan Publik

Menurut trainer public speaking, Ranny Albanny, kita harus selalu memilki mindset yang positif untuk mengatasi kegugupan. Misalnya ketika banyak orang yang melihat, maka kita harus meyakinkan diri bahwa kita memang pantas untuk berbicara di depan.

Cara sederhana untuk mengatasi nervous salah satunya yakni memiliki kebiasaan tersenyum kepada siapa saja, termasuk orang yang baru ditemuinya. “Ketemu orang, kenal nggak kenal di tempat manapun, entah di ruang private atau ruang publik, ajaklah mereka tersenyum,” ujar Ranny kepada Highlight.ID.

Ranny juga sempat menjelaskan tentang otak reptil yang ada di dalam kepala kita. Otak reptil ini secara otomatis akan menilai bahwa orang asing yang belum pernah dikenal sebagai suatu ancaman. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya tersenyum dan membangun komunikasi di awal pertemuan untuk menciptakan rasa nyaman di antara masing-masing pihak sehingga kadar ancaman di otak dapat diturunkan.

Kesan Pertama

“Seorang public spaker itu dia bisa sukses ketika dia berhasil menyampaikan suatu informasi dengan baik, bisa membangun suasana, bisa meng-influence, dan bisa meng-entertaint. Dan, lebih syukur lagi, ketika dia seorang seller, marketer, indikatornya adalah closing deal-nya sukses. Seorang dosen, guru, [indikatornya], ada feedback dari siswa,” terang wanita kelahiran Bantul, Yogyakarta ini.



Baca Juga: Tips-tips Agar Komunikasi dengan Orang Lain Berjalan Lancar dan Efektif

Menurutnya, interaksi dengan audiens harus dibangun sejak awal pertemuan. “Ketika seorang public speaker berbicara di depan, tapi audiensnya ngantuk, asyik dengam gadget, ngobrol sendiri dengan sebelahnya, berarti dia gagal berkomunikasi. Kesuksesan public speaker ditentukan di 3 menit pertama. Tiga menit awal ini adalah bagaimana dia bisa mampu membangun [komunikasi] yang menarik, interaksi yang bagus,” lanjut dia.

Ranny memaparkan bahwa kesan pertama audiens terhadap pembicara akan menentukan perilaku mereka ke depannya. Sebagai contoh ketika seorang mahasiswa merasa tidak cocok dengan cara dosen mengajar, maka ia cenderung akan malas memperhatikan saat perkuliahan berlangsung atau bahkan tidak masuk kuliah. “Seorang public speaker harus bisa menciptakan first impression yang menyenangkan bagi audiens,” katanya.

Misalnya, public speaker harus menunjukkan gestur yang meyakinkan dan bersemangat dengan artikulasi yang jelas saat berada di depan panggung. Dengan begitu, audiens akan membangun opini sendiri bahwa acara akan berlangsung menarik dan menyenangkan.

Terus Belajar dan Berlatih

Berdasarkan pengamatan Ranny, orang tertarik belajar public speaking pada umumnya ingin menghilangkan grogi terutama ketika berbicara di depan audiens. Sebagian di antara mereka ada yang benar-benar ingin fokus di bidang MC (master of ceremony) dan penjualan agar bisa meyakinkan calon pembeli.

Agar bisa sukses menjadi public speaker, seseorang perlu terus berlatih dan mengasah keterampilannya. Selain itu, kemauan untuk belajar hal-hal baru menjadi kunci keberhasilan karier di bidang apapun.

Dulu, orang biasa berlatih berbicara di depan cermin. Dengan adanya perkembangan teknologi, orang beralih menggunakan smartphone atau gadget sebagai alat untuk berlatih public speaking. Kelebihannya, hape mampu merekam gambar dan suara dalam bentuk video aktivitas berbicara kemudian memutar ulang rekaman tersebut. Sehingga, kita bisa menganalisis dan mengevaluasi apa yang menjadi kekurangan lalu memperbaikinya.